Tenda Darurat dengan Menggunakan Flysheet


Sebagai seorang pendaki, kita pasti dihadapkan dengan kemungkinan - kemungkinan terburuk dalam kegiatan pendakian. Katakanlah cuaca buruk, baik hujan maupun badai. Karena hal inilah kita dituntut untuk selalu siap menghadapi dengan persiapan, perencanaan dan pengetahuan yang cukup dalam menaklukkan alam bebas. Dengan adanya persiapan,perencanaan dan pengetahuan yang baik, diharapkan dapat meminimalisir resiko terburuk yang akan terjadi.

Salah satu kejadian yang kerap terjadi pada saat pendakian adalah adanya hujan lokal yang tidak mengenal musim. Hujan lokal bisa kapan saja terjadi. Para pendaki pada umumnya mempersiapkan dengan membawa jas hujan atau ponco untuk menghadapi hujan yang datang secara mendadak ini. Salah satu cara untuk menangkal hujan adalah dengan membawa flysheet.

Flysheet merupakan lembaran bahan tahan air (waterproof) yang biasa digunakan sebagai lapisan terluar pada tenda. Kini, kain flysheet juga dijual secara bebas dalam bentuk lembaran atau bahkan bisa digunakan sebagai alas tenda. Pada kondisi daruruat, flysheet bisa digunakan sebagai pelindung tenda dari hujan dan terpaan panas. Seni membangun tenda menggunakan flysheet sering disebut dengan nama "Tarp Tent". Berikut ini adalah beberapa model pembuatan teknik Tarp Tent yang berfungsi sebagai pelindung sementara pada saat hujan.

Model Tarp Tent menyesuaikan dengan gear yang dibawa serta kondisi lapangan. Ketika membangun Tarp Tent, tentunya kita membutuhkan trekking pole dan alat penunjang lain sseperti pasak, tali, atau bahkan kayu dan pohon.


Tarp Tent menggunakan media kayu dan pohon






Postingan terkait: