Tips Memilih Kompor untuk Pendakian


Peralatan masak meskipun menjadi peralatan yang sifatnya optional kini menjadi cukup penting untuk kenyamanan ketika mendaki. Salah satu peralatan masak untuk pendakian adalah kompor. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membeli kompor, diantaranya :
  • Harga : Sesuaikan dengan budget yang kamu miliki. Banyak sekali kompor mumpuni dengan harga yang miring di pasaran.
  • Berat dan ukuran : Minimalkan berat dan ukuran pada jenis kompor yang akan kamu beli. 
  • Kepraktisan : Usahakan mencari kompor yang praktis dalam perakitannya.
  • Jenis bahan bakar : Ada tiga jenis bahan bakar kompor gunung. Pertama bahan bakar cair seperti alkohol, spirtus, bensin, minyak tanah dan lain - lain. Kedua, bahan bakar padat seperti parafin dan ethanol gel. Ketiga bahan bakar gas seperti gas kaleng.
  • Kekuatan dan stabilitas nyala api : Usahakan mencari kompor yang memiliki kekuatan dan nyala api yang tahan lama.
  • Ketersediaan bahan bakar : Cari kompor yang mudah dalam mendapatkan bahan bakarnya.
  • Perawatan : Cari kompor yang mudah dalam perawatannya agar kompor bertahan lama. 
Dari yang dipaparkan diatas, berikut ini akan kami jelaskan lima macam kelebihan dan kekurangan masing - masing :

1. Kompor Gas
Jenis kompor ini menggunakan bahan bakar gas kaleng. Nyala api pada kompor jenis ini cukup stabil dan tahan terhdap angin. Terdiri dari dua rangkaian utama yaitu kompor dan canister. Canister merupakan wadah bahan bakar yang bisa diisi ulang. Penggunaan kompor gas sendiri lebih sering menggunakan converter agar gas - gas kaleng yang dijual di minimarket atau toko outdoor bisa muat di gas kompor. Untuk lebih jelasnya kamu dapat meilihat gambar berikut :


Kelebihan dari kompor gas :
  • Bentuk kecil dan berbobot ringan
  • Praktis dalam pemasangannya
  • Tidak perlu pemanasan dan mudah dinyalakan menggunakan korek api
  • Nyala apinya stabil dan bisa diatur besar dan kecilnya
  • Apinya tidak berbau dan tidak menyebabkan panci gosong
  • Tahan terhadap angin
  • Mudah dalam perawatannya
Kekurangan kompor gas
  • Tidak cocok untuk panci berukuran besar karena ukuran kompornya yang kecil
  • Suhu dingin dapat menyebabkan tekanan udara di canister menurun sehingga api yang dihasilkan kecil
  • Tidak ada indikator bahan bakar sehingga sulit memperkirakan sisa bahan bakar didalam kaleng
  • Bahan bakar relatif lebih mahal dibanding jenis bahan bakar yang lain
  • Penyimpanan bahan bakar memerlukan kehati-hatian terutama dari jangkauan benda tajam agar tidak bocor atau meledak
2. Kompor Liquid
Kompor ini disebut juga kompor multi-fuel. Kompor ini merupakan modifikasi dari kompor jenis gas. Kompor liquid terdiri dari tiga bagian diantaranya kompor, selang dan botol. Kompor ini menggunakan bahan bakar cair. Bisa digunakan pada musim salju dengan cuaca ekstrim karena nyala apinya yang stabil. Seiring maraknya pendakian ultralight, jenis kompor ini mulai ditinggalkan karena lebih berat dan kalah praktis dibanding kompor gas. Meskipun demikian, untuk masalah stabilitas dan efisiensi bahan bakar, kompor ini masih terdepan.

Kelebihan :
  • Mampu menopang panci berukuran besar
  • Bahan bakarnya mudah untuk dicari dan murah
  • Irit bahan bakar
  • Dapat diisi ulang
  • Nyala api stabil
  • Tahan terhadap angin
  • Api tidak berbau dan tidak membuat panci gosong
Kekurangan :
  • Harganya mahal
  • Lebih berat dari kompor gas
  • Penggunaannya kurang praktis karena harus dipompa terlebih dahulu
  • Botolnya rawan tumpah ketika dipompa sehingga harus berhati - hati agar apinya tidak menjalar
  • Keluar suara berisik
  • Butuh perawatan khusus agar tetap awet
3. Kompor Spirtus
Kompor berbahan spirtus kembali diminati oleh para pendaki karena bentuknya yang mungil, ringan dan praktis. Merk pembuat kompor spirtus yang terkenal adalah Trangia.

Kelebihan :
  • Ringan dan praktis
  • Harganya murah, bahkan bisa membuatnya sendiri dari kaleng bekas
  • Sangat awet dan mudah dalam hal perawatannya
  • Pembakarannya tidak menimbulkan suara
  • Apinya tidak membuat panci gosong
Kekurangan :
  • Pembakarannya lama
  • Nyala api tidak bisa dikontrol
  • Boros bahan bakar
  • Rentan terpaan angin
  • Jarang toko yang menjual spirtus
4. Kompor Parafin
Kompor parafin berbahan bakar padat menyerupai lilin. Kompor ini biasa digunakan tentara ketika bertugas di hutan belantara. Kompor jenis ini dapat dibeli di toko outdoor maupun di toko aksesoris militer. Biasanya sudah sepaket dengan parafinnya. Parafin berbentuk balok berwarna putih. Parafin mampu terbakar selama 12-15 menit. Kekuatan api tidak sekuat jenis kompor lain.

Kelebihan
  • Murah, sudah satu paket dengan bahan bakarnya
  • Ringan dan praktis
  • Tidak membutuhkan perawatan khusus
Kekurangan
  • Apinya membuat panci gosong
  • Pembakaran lama
  • Nyala api tidak bisa dikontrol
  • Boros bahan bakar
  • Rentan terhadap terpaan angin
  • Asapnya menimbulkan bau menyengat hingga mempengaruhi rasa dan aroma masakan
5. Kompor Kayu
Kompor jenis ini berbahan bakar kayu dan masih seirng digunakan untuk latihan survival. Kompor jenis ini sudah jarang digunakan untuk kegiatan pendakian. Cocok bagi kamu yang ingin lebih dekat dengan alam. Kompor jenis ini tidak cocok digunakan pada saat musim hujan karena ranting dan kayu tanaman pada kondisi basah sehingga sulit terbakar.

Kelebihan
  • Ringan dan praktis
  • Murah dan bisa dibuat sendiri dari kaleng bekas
  • Awet dan mudah dalam hal perawatan
  • Tidak perlu membawa bahan bakar dari rumah, cukup ranting kayu yang tersedia di alam
Kekurangan
  • Apinya membuat panci gosong
  • Pembakaran membutuhkan waktu relatif lama
  • Nyala api tidak stabil dan tidak bisa dikontrol
  • Rentan terhadap angin
  • Tidak cocok digunakan pada waktu hujan
Kesimpulan
Dari penjelasan diatas bisa disimpulkan bahwa kompor yang cocok untuk pendakian adalah jenis kompor gas. Kompor jenis gas sudah banyak dijual di pasaran. Dengan harga yang murah dan mudah dalam pengisian ulangnya. Kompor jenis gas juga banyak digunakan para pendaki. Sekarang terserah kalian mau pilih yang mana.

Postingan terkait: