Review Nesting / Cooking Set DS-200

Beberapa minggu yang lalu kami membeli nasting untuk kebutuhan pendakian dan keseharian pelengkap keperluan kos. Pilihan sebelum membeli ada dua, yaitu nasting TNI yang berbentuk balok dan nasting DS-200. Kalau nasting TNI sudah sering pakai milik rentalan ketika mendaki gunung. Kali ini iseng beli seri DS-200 yang memiliki keunikan karena berbentuk bulet. Kali ini kami akan mereview nasting yang baru saja kami beli kepada anda.

Nasting DS-200 berbeda dengan nasting TNI dari segi berat. Nasting DS-200 lebih ringan dengan ukurannya yang kecil (kira - kira diameternya hampir sama dengan spidol). Didalam satu set DS-200 terdapat satu panci dan tutup, satu buah teflon, satu sendok sup plastik, dua buah mangkuk plastik kecil dan satu sendok kayu kecil serta kantung jaring dengan tali pengencang. Teflon berukuran 158 x 37 mm, sedangkan panci berukuran 136 x 68 mm. Berat total keseluruhan adalah 330 gram. Nasting ini diperuntukkan untuk 2-3 orang untuk satu porsi sekali masak sehingga tidak cocok untuk rombongan besar.

Kelebihan :
  • Lebih ringan daripada nesting TNI kira - kira memiliki berat seperempat dari nesting TNI yaitu dengan berat 330 gram. 
  • Terdapat lapisan anti lengket yang cocok untuk menggoreng menggunakan minyak maupun margarin.
  • Memiliki pegangan dari plastik pada panci maupun tutup panci. 
  • Terdapat sendok yang terbuat dari kayu sehingga teflon maupun panci aman dari goresan.
  • Pegangan pada panci bisa dilipat sehingga packing lebih ringkas.
  • Terdapat wadah yang terbuat dari jaring untuk memudahkan packing.
Kekurangan
  • Antara panci dan teflon tidak ada pemisah sehingga riskan akan terjadinya gesekan yang akan menimbulkan goresan pada panci.
  • Kurang ideal untuk rombongan besar. Untuk rombongan besar direkomendasikan menggunakan seri DS-300.
  • Setelah menggunakan sendok kayu, sebisa mungkin cepat dikeringan agar bebas dari jamur.  

Foto :