Penanganan Gigitan Ular


Berikut ini adalah bagaimana penanganan gigitan ular :
  • Jangan Panik
  • Amankan posisi penolong dan korban. Hindari bahaya lain setelahnya seperti tergigit ular di lokasi yang curam yang sangat beresiko jatuh. Jika diri sendiri yang menjadi korban gigitan ular, amankan posisimu dengan menjauhi ular. 
  • Imobilisasi pasien dan lakukan pembalutan elastis pada daerah gigitan ular untuk menghentikan dan memperlambat bisa menuju ke jantung.
  • Tenangkan korban dan usahakan agar korban tidak banyak bergerak karena akan menguras tenaga dan mempercepat kerja jantung.
  • Kenali ular yang menggigit.
    Jika sudah mengenali jenis ular yang menggigit maka kita dapat menyesuaikan pertolongan apa yang sesuai dengan karakter ular berbisa tersebut. Ada dua tipe bisa pada ular yaitu berbisa rendah dan berbisa tinggi. Apabila luka gigitan terdapat dua titik nyata, berarti mengandung bisa yang tinggi. Jika luka gigitan membentuk huruf U dengan jumlah luka yang banyak berarti tidak berbisa. Jika tidak bisa mengenali ular, anggap saja ular tersebut berbisa tinggi dan gunakan pertolongan pada jenis ular berbisa tinggi. 
  • Lakukan pertolongan pertama. 
PENANGANAN GIGITAN ULAR TIDAK BERBISA
  • Luka pada ular yang tidak berbisa umumnya hanya menimbulkan luka sobek atau lecet dengan diikuti rasa gatal.
  • Lepaskan pembalut elastis.
  • Cuci luka dengan air bersih (kalau perlu menggunakan sabun) atau bisa juga menggunakan pembersih luka (revanol).
  • Beri obat anti septik.
  • Bila perlu, tutup luka dengan kain kassa atau biarkan luka tetap terbuka hingga mengering.
PENANGANAN GIGITAN ULAR BERBISA MENENGAH
Gigitan ular dengan tipe bisa menengah akan menimbulkan pembengkakan di sekitar luka yang ditandai dengan perubahan warna dan kondisi tubuh yang menurun yang disertai demam panas dingin selama 2 hingga 7 hari. Penanganan :
  • Lepaskan pembalut
  • Cuci luka menggunakan pembersih luka (revanol)
  • Beri antiseptik
  • Bila perlu, tutup luka dengan kain kassa atau biarkan luka terbuka hingga mengering dengan sendirinya.
  • Usahakan korban istirahat sebentar.
  • Beri makanan atau minuman dengan kandungan kalori dan protein yang tinggi.
  • Beri vitamin tambahan.
Bila ular yang menggigit berukuran besar seperti phyton dan mengakibatkan luka terbuka lebar atau sobek, gunakan langkah berikut :
  • Posisikan korban dengan menempatkan luka diatas dari posisi jantung agar mencegah pendarahan, lebih baik korban diposisikan berbaring.
  • Hentikan pendarahan dengan melakukan prosedur penanganan pendarahan terbuka atau dapat menggunakan teknik torniquet.
  • Istirahatkan korban dan usahakan korban tetap tenang.
  • Usahakan untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit dan tetap perhatikan pendarahan agar tidak terbuka lagi.
  • Beri makanan atau minuman yang mengandung kalori dan protein tinggi.
  • Beri vitamin tambahan.
Ingat !
  • Ular tipe ini tidak beracun namun luka yang ditinggalkan tetap akan berbahaya karena korban akan kehilangan banyak darah.
  • Untuk melepaskan korban dari gigitan ular, jangan paksakan dengan menarik kepala ular, lepaskan gigitan dengan membuka mulut ular. Selain itu, perhatikan juga belitan ular.
PENANGANAN GIGITAN ULAR BERBISA TINGGI
Efek yang ditimbulkan pada ular berbisa tinggi berbeda - beda menyesuaikan jenis racun yang terkandung dalam bisa ular. Efek gigitan pada umumnya :
  • Pembengkakan pada luka yang diikuti dengan perubahan warna pada daerah sekitar luka.
  • Rasa sakit pada persendian.
  • Mulut terasa kering.
  • Pusing disertai mata berkunang - kunang.
  • Demam dan menggigil.
  • Efek lanjutan yaitu muntah, labung dan liver (hati) terasa sakit, pinggang terasa pegal akibat dari usaha ginjal membersihkan darah.
Penanganan :
  • Posisikan bagian yang tegigit lebih rendah dari posisi jantung.
  • Ikat diatas luka hingga berkerut. Setiap 10 menit, kendorkan 1 menit.
  • Buat luka baru dengan kedalaman luka sekitar 1 cm dengan pisau, cutter, silet yang sebelumnya sudah disterilkan. Buat luka mulai bagian atas dari luka akibat taring. Ingat! irisan luka baru jangan horisontal tetapi vertikal. 
  • Keluarkan sebanyak mungkin darah dengan mengurut searah luka baru. Korban akan merasa kesakitan, sehingga perlu dilakukan dengan hati - hati tetapi tetap berlanjut. Ketika mengurut, ikatan dapat dikendorkan. Upaya pengeluaran darah dapat dilakukan dengan alat snake bite, alat suntik (tanpa jarum), batang muda pohon pisang, teknik menggunakan tali senar dan lain - lain.
  • Tidak dianjurkan mengeluarkan darah yang mengandung bisa menggunakan mulut, karena sangat beresiko si penolong terkontaminasi melalui mulut, gigi, gusi atau bahkan tertelan hingga lambung dan usus.
  • Proses pengeluaran darah dilakukan berulang - ulang hingga darah berwarna merah kehitaman dan berbuih keluar semua dan berganti dengan darah berwarna merah segar. 
  • Evakuasi korban. Bawa korban ke ahli ular untuk penanganan lebih lanjut atau dapat pula dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan antivenom yang tepat. Usahakan mendapatkan antivenom monovalen sesuai dengan karakter bisa ular yang menggigit (haemotoxin atau neurotoxin).
  • Informasikan ke dokter apabila korban memiliki alergi terhadap obat tertentu.
  • Perawatan merupakan hal yang penting. Usahakan untuk berkonsultasi agar luka cepat kering.
INGAT!
Tidak semua efek gigitan berbisa seperti yang digambarkan diatas. Jika yang diserang syaraf, maka tidak terjadi pembengkakan, demam, pusing, muntah dan lain - lain. Penanganan gigitan ular welang, ular weling, ular laut, ular pundak seruni membutuhkan teknik khusus karena spesifikasi racunnya berbeda.

Langkah terakhir dalam penanganan gigitan ular yaitu :
  • Jangan memberi minuman beralkohol.
  • Usahakan korban tetap sadar.
  • Berikan semua jenis makanan atau minuman yang bergizi.
  • Jangan bergerak berlebihan dan istirahat yang cukup.
  • Bila perlu, segera evakuasi ke rumah sakit.

Postingan terkait: