Tips Mengurangi Kebiasaan "Nyampah" di Gunung

Tak perlu heran apabila melihat sampah - sampah berceceran di tempat bertenda di area gunung. Munculnya sampah ini menunjukkan kurangnya kesadaran pendaki mengenai kebersihan gunung.  Sampah - sampah di gunung bervariasi, dari puntung rokok hingga kemasan, kaleng gas bekas hingga makanan sisa yang tidak habis dan dibuang begitu saja hingga membusuk.

Jika kamu menyukai kegiatan pendakian kamu juga harus belajar mencintai alam minimal dengan mengurangi pembuangan sampah ketika mendaki. Berikut ini adalah tips - tips mengurangi kebiasaan nyampah di gunung.

1. Kurangi Membawa Makanan Kemasan
Umumnya, benda - benda yang dibuang di gunung adalah benda - benda kemasan. Katakanlah bungkus mie instan, bungkus roti, kemasan madurasa dan lain - lain. Untuk mengantisipasi membuang sampah tipe ini, usahakan ketika sebelum mendaki siapkan kantong kresek untuk membawa bekas sampah - sampah ini. Sebisa mungkin bawa trashbag agar lebih mudah dalam membawa sampah turun.

2. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik
Ada dua jenis sampah yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah jenis sampah yang dapat membusuk dan melebur menjadi tanah. Jenis sampah inilah yang tidak perlu diangkut turun karena masih dapat membusuk. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah - sampah yang tidak dapat membusuk terutama yang berbahan plastik tidak dapat menyatu dengan tanah. Proses pembusukan plastik berlangsung sangat lama. Sampah - sampah inilah yang harus kamu bawa turun.

3. Bagi Rata Sampah - Sampah yang Kamu Bawa
Jangan bebankan sampah kepada satu orang. Agar adil bagi rata sampah yang kamu bawa. Biasanya sampah - sampah tersebut dimasukkan ke kantung plastik dan ditalikan ke carrier agar lebih praktis. Sesampainya ditempat pembuangan sampah barulah kamu buang sampah tersebut. 

Semoga info ini bermanfaat.