Perbedaan Tenda Double Layer dan Single Layer


Umumnya, terdapat dua jenis tenda yang beredar di Indonesia. Tenda single layer dan double layer. "Layer" sendiri merupakan lapisan pelindung pada tenda yang menjadi bagian terpenting dan berfugsi untuk melindungi isi tenda. Diantara kedua jenis tenda ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Berikut ini Pendaki Adventure akan mengulas apa saja kelebihan dan kekurangan pada jenis tenda single layer dan double layer.

Contoh tenda single layer
1. TENDA SINGLE LAYER
Tenda single layer merupakan jenis tenda dengan layer yang cuma satu. Layer pada jenis tenda single layer berbahan waterproof sehingga mampu menahan air ketika hujan dan bersifat breathable. Jenis kain pada tenda single layer dilapisi coating atau lapisan tambahan yang tahan terhadap air, nonbreathable fabric atau jenis kain yang tidak bisa bersirkulasi total. Kebanyakan jenis tenda ini memiliki kapasitas 1 atau 2 orang. Namun pada tenda kapasitas 3 atau 4 juga ada jenis single layer.

Kelebihan dari tenda single layer adalah ringan, praktis, harga tidak terlalu mahal dan tidak terlalu panas atau hangat serta mudah dicuci karena hanya satu lapisan. Jenis tenda ini sangat cocok digunakan untuk camping di pantai. Karena jenis tenda ini hanya ada satu lapisan pelindung, maka pada saat hujan sangat rawan tembus air. Pengembunan yang terjadi pada tenda akan mengakibatkan hujan terusan didalam tenda. Tenda jenis single layer tidak didesain untuk hujan karena pada bagian jahitan biasanya tidak di seal sehingga memungkinkan air merembes pada celah - celah jahitan. Selain itu, lapisan waterproofnya yang tidak terlalu tinggi akan membuat air hujan merembes apabila diguyur hujan yang cukup lama. Solusinya adalah dengan membawa flysheet yang tahan air dan membentangkannya di luar tenda. Dengan begitu air tidak langsung mengenai tenda. Usahakan terdapat jarak beberapa centi antara tenda dan flysheet.

Tenda single layer dengan flysheet diluarnya
Maka dari itu, ketika kita menggunakan tenda jenis single layer haruslah siap sedia flysheet. Tenda jenis single layer juga rawan terhadap angin. Pilih tempat bertenda yang tidak terkena hempasan angin baik itu disekitar pohon atau di sekitar semak belukar. Salah satu kekiurangan lainnya yaitu uap air yang berasal dari tubuh akan terperangkap didalam tenda sehingga dinding tenda menjadi basah dan membuat penghuninya tidak nyaman.

Contoh tenda double layer
2. TENDA DOUBLE LAYER (Inner dan Flysheet)
Tenda double layer terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan dalam (inner) dan lapisan luar (flysheet). Lapisan inner terbuat dari kain nilon ripstop yang bersifat 100% breathable namun 0% waterproof. Sedangkan flysheet bersifat 100% waterproof dan 0% breathable. Sehingga apabila keduanya digabungkan menjadi 100% breathable dan 100% waterproof.

Lapisan luar berfungsi untuk melindungi lapisan dalam ketika terjadi hujan. Meskipun pada saat ini tenda single layer memiliki bahan material breathable (bernafas) seperti goretex, namun akan lebih awet apabila menggunakan double layer. Bahan inner ada beberapa jenis diantaranya katun, nylon non waterproof dan waterproof.

Kelebihan
Dua lapis pada tenda akan membuat tenda jenis ini tetap kering dan bebas dari kondensasi. Tenda jenis double layer membuat penghuninya nyaman karena uap air yang dihasilkan oleh tubuh akan dikeluarkan dari inner layer dan luruh oleh angin di luar lapisan inner atau jarak antara inner dan flysheet. Dengan dua layer, tenda jenis ini mampu menahan air ketika hujan dengan catatan jarak antara inner dan flysheet tidak bersentuhan. Ketika inner dan flysheet bersentuhan, pada saat hujan flysheet yang basah bersentuhan dengan inner yang menyebabkan hujan terusan didalam tenda. Tenda double layer biasanya juga memiliki teras atau vestibule. Bagian teras ini berfungsi untuk menyimpan barang - barang atau digunakan untuk memasak ketika cuaca tidak bersahabat.

Kekurangan
Jenis double layer lebih berat daripada single layer. Dalam hal mendirikan, tenda double layer memakan waktu yang cukup lama karena harus memasang inner dan flysheet. Maka dari itu perlu tenaga lebih dan cekatan ketika mendirikan tenda pada saat hujan. Diperlukan pemasangan yang pas pada inner dan flysheet agar tidak terjadi hujan terusan ketika hujan. Flysheet yang kencang akan membuat tenda stabil dan terhindar dari bencana ambruk terutama ketika badai atau angin kencang.

Postingan terkait: