Jenis - Jenis Cedera Yang Sering Terjadi Pada Pendakian


Kegiatan outdoor memiliki resiko yaitu cedera. Cedera bisa kapan saja terjadi. Aktivitas apa saja tidak hanya pendakian saja, sepakbola, renang, voli dan kegiatan - kegiatan fisik lain sangat rawan akan cidera. Pendaki berpengalaman maupun pemula pastilah sudah pernah mengalami cedera ketika mendaki. Cedera dapat dicegah dengan cara tidak memaksakan diri dan berhati - hati ketika mendaki. Penting untuk diingat bahwa fisik memiliki batas kemampuan dan apabila dipaksakan maka akan ada dampak yang akan diperoleh diantaranya cedera. Berikut ini adalah 5 macam cedera yang biasa terjadi ketika mendaki gunung.

1. Kram Lutut
Kram lutut terjadi pada daerah persendian terutama lutut. Kram ini terjadi karena pendaki memaksakan diri untuk tetap berjalan. Nama lain dari kram lutut antara lain keseleo, terkilir, salah urat, kesemutan dan lain sebagainya.

Pencegahan :
  • Rutin berolahraga sebelum hari H pendakian. Olahraga yang disarankan diantaranya senam, jogging atau bersepeda. 
  • Melakukan pemanasan sebelum memulai pendakian yang bertujuan agar otot tidak kaget.
  • Pilih pijakan dengan baik jangan asal memijak tanpa melihat kondisi tanah.
  • Jaga ritme berjalan dan jangan terlalu cepat.
  • Gunakan sepatu gunung untuk menghindari cedera pada pergelangan kaki.
  • Gunakan deker (pelindung lutut) untuk menyangga otot bagian persendian supaya tidak gampang kram. 
  • Gunakan trekking pole agar beban tidak sepenuhnya bertumpu pada kedua kaki.
Penanganan :
  • Apabila kram terjadi pada bagian lutut, segera istirahat. Lepas carrier dan luruskan kaki hingga keadaan membaik. Tidak usah terburu - buru. 
  • Gunakan krim pereda nyeri pada bagian yang kram.
  • Apabila tidak membawa terkking pole, gunakan sebatang pohon untuk membantu berjalan.
  • Perlambat tempo berjalan agar terhindar dari cedera yang semakin parah.
  • Setelah sampai di pos pendakian, kompres bagian yang cedera untuk mempercepat penyembuhan. Hindari menggunakan es pada kulit karena akan menyebabkan radang dingin. Bungkus dengan plastik atau kain.
2. Nyeri Pundak dan Punggung
Nyeri pada pundak dan punggung umumnya terjadi karena beban yang dibawa terlalu berat. Selain itu juga bisa disebabkan oleh bentuk carrier yang kurang ergonomis.

Pencegahan :
  • Sesekali saat beristirahat, lepaskan tas supaya beban dipundak tidak menumpuk.
  • Pilih carrier dengan kualitas yang baik serta menyesuaikan kontur tubuh.
  • Pilih bantalan carrier yang empuk.
Penanganan :
  • Istirahatlah sejenak dan jangan memaksakan diri.
  • Apabila beban di carrier tidak seimbang, berhenti dan tata ulang barang - barang di carrier agar imbang di kedua sisinya. 
  • Apabila tas sudah seimbang namun masih terasa sakit, itu berarti bantalan yang ada di pundak kurang empuk. Longgarkan tali strap yang ada di pundak dan kencangkan tali strap yang ada dipinggang agar berat carrier tidak hanya tertumpu di pundak namun juga di pinggang.
3. Kaki Melepuh
Penyebab dari melepuhnya kaki yaitu akibat pemakaian sepatu. Jika tidak segera ditangani maka akan semakin parah dan menganggu kenyamanan pendakian. Pada bagian kaki yang melepuh biasanya terjadi gumpalan. Gumpalan ini berupa kulit yang dalamnya berair. Mirip seperti akibat dari luka bakar.

Pencegahan :
  • Pilih sepatu gunung dengan kualitas yang baik.
  • Apabila sepatumu dalam kondisi baru, gunakan terlebih dahulu sepatu gunungmu untuk kegiatan harian agar dalamnya mengembang dan menyesuaikan bentuk kaki.
  • Hindari kaos kaki berbahan katun karena sifatnya yang menyerap kelembapan. Kaki yang lembap akan mudah melepuh. Bahan kaos kaki yang direkomendasikan adalah polyester, lycra, elastone, polyamide, nilon atau wool.
  • Bersihkan kaki sebelum menggunakan sepatu.
  • Ganti kaos kaki apabila sudah basah.
Penanganan :
  • Tempelkan plester pada bagian yang lecet. Apabila kamu tidak membawa plester gunakan tisu.
  • Kurangi bertumpu pada kaki yang lecet agar tidak memperparah keadaan.
  • Setelah sampai di pos pendakian, segera cuci kaki dan keluarkan air pada bagian yang melepuh. Caranya dengan menggunakan jarum atau peniti yang steril. Cara mensterilkan bisa dengan dibakar korek api atau disiram alkohol. Kemudian tusuk sekali saja. Bagian kulit luarnya jangan dikelupas untuk melindungi bagian dalam kulit. Apabila dikelupas maka bagian yang luka akan terasa perih dan akan memakan waktu lama dalam penyembuhannya.
4. Luka Lecet
Luka lecet terjadi karena gesekan dengan semak berduri, kayu atau bebatuan. Bisa juga karena jatuh atau terpeleset. Luka lecet tergolong dalam luka ringan, namun jangan remehkan. Bila tidak ditangani secara cepat akan menyebabkan infeksi.

Pencegahan :
  • Gunakan celana panjangnn dan baselayer dengan lengan panjang untuk melindungi kulit supaya tidak bergesekan secara langsung dengan duri atau bebatuan.
Penanganan :
  • Apabila ada sumber air, bersihkan lukanya terlebih dahulu kemudian teteskan antiseptic pada bagian yang lecet. Apabila tidak ada sumber air, bisa menggunakan tisu basah. Tempelkan plester apabila lukanya cukup lebar.
5. Luka Bakar
Luka bakar sering terjadi di kulit wajah, terutama pada pipi dan hidung. Hal ini diakibatkan sengatan sinar matahari dalam waktu lama. Gejala yang diperlihatkan yaitu warna kemerahan disekitar kulit wajah. Kemudian terasa perih dan lama kelamaan mengelupas. Jika demikian akan meninggalkan bekas yang lama hilangnya.

Pencegahan :
  • Gunakan topi untuk melindungi wajah dari paparan sinar matahari.
  • Oleskan krim sunblock pada wajah, leher dan telapak tangan pada pagi hari sebelum trekking. Oleskan krim pada siang hari kalau perlu.
Penanganan :
  • Jangan terlalu sering menyentuh wajah agar infeksi tidak terlalu parah. Terlebih lagi apabila tanganmu kotor.
  • Sesampainya di rumah, cuci wajah dengan air hangat. Hindari menggunakan sabun muka untuk beberapa hari karena akan terasa perih. 
  • Setelah mengering, gunakan pelembap untuk mempercepat regenerasi sel kulit mati. Bisa juga menggunakan masker wajah. Sebisa mungkin pilih masker berbahan alami. 
  • Apabila dalam seminggu tak kunjung membaik, segeralah bawa ke dokter kulit untuk mengkonsultasikannya.
Itulah cidera - cidera yang sering dialami pada saat mendaki beserta pencegahan dan penanganannya. Ingat, jangan memaksakan diri ketika mendaki. Usahakan makan, minum, dan istirahat cukup. Tubuh membutuhkan cairan dan nutrisi supaya tidak dehidrasi. Dehidrasi akan menyebabkan kurang fokus sehingga memperbesar resiko cedera.    

Postingan terkait: