7 Bahaya Mendaki Gunung


Mendaki merupakan hobi yang tergolong cukup berbahaya. Diperlukan sederet persiapan untuk melakukan pendakian. Bukan hanya soal peralatan, kesiapan diri serta kemampuan survival menjadi hal yang wajib dikuasai ketika melakukan pendakian. Banyak bahaya yang kapan saja bisa terjadi ketika kita mendaki gunung. Bahaya tersebut terkadang tidak bisa antisipasi. Katakanlah longsor, hujan badai, dan masalah - masalah lain ketika mendaki.

Yang perlu diingat adalah prinsip sedia payung sebelum hujan. Persiapkan peralatan, logistik, kesehatan, pengetahuan survival, serta teman sependakian yang mendukung. Artinya, lebih baik siap dan selalu waspada daripada menyesal di akhir. Berikut ini adalah bahaya - bahaya apa saja yang akan kita jumpai ketika mendaki gunung beserta tips mencegahnya :

1. Tersesat
Artikel mengenai tersesat di gunung sebenarnya sudah saya share di artikel berjudul 7 Tips Ketika Tersesat di Gunung, tapi mari kita ulas secara singkat di postingan ini. Kasus tersesat mungkin menjadi kasus yang paling sering terjadi. Ketika musim hujan atau gunung sedang berkabut akan berimbas pada jarak pandang kita yang terbatas. Akibatnya konsentrasi pendaki berkurang dan berujung pada tersesat. Selain itu, tersesat juga bisa terjadi karena banyaknya jalan bercabang pada jalur pendakian. Berikut ini adalah tips mencegah tersesat di gunung :
  • Perbanyak referensi ke gunung yang akan kita daki. Kamu bisa membaca review di blog, youtube, forum pendakian atau mengajak temen yang pernah nanjak kesana.
  • Sesampainya di pos pendakian, tanyakan kepada petugas mengenai kondisi jalur dan pos - pos yang rawan memakan korban. Hal tersebut sebagai upaya antisipasi ditempat yang rawan. Jangan lupa simpan nomor petugas basecamp.
  • Bawa alat navigasi seperti peta jalur pendakian, kompas dan GPS. 
  • Bawa alat signaling seperti HP seperti HP peluit, headlamp dan korek api. Alat - alat ini berguna ketika kita tersesat di gunung. 
  • Bawa powerbank atau baterai HP cadangan. Bijaklah menggunakan daya hp ketika mendaki.
  • Jika kamu belum pernah mendaki gunung yang akan kamu daki, ajaklah temanmu yang sudah pernah mendaki di gunung tersebut atau menyewa guide.
  • Apabila jalan bercabang dan cuaca berkabut berhentilah sejenak. Apabila hujan, buatla shelter sementara. Tunggu hingga cuaca membaik baru kemudian melanjutkan perjalanan. 
  • Hindari mendaki sendirian bila belum memiliki pengalaman yang cukup dalam dunia pendakian. 
  • Jangan meninggalkan teman di belakang. 
2. Terperosok ke Jurang
Kontur gunung bermacam - macam dari lipatan hingga patahan membuat pendaki harus ekstra hati - hati, terutama ketika berada di sekitar lereng. Kejadian terperosok jurang biasanya terjadi karena ketidakhati - hatian pendaki. Banyak kejadian sepele yang merenggut jiwa, hanya karena foto saja rela membahayakan nyawa. Ada juga yang disebabkan pendaki tersesat hingga tak sadar berada di bibir jurang. Berikut ini adalah tips menghindari kecelakaan terperosok ke jurang.
  • Selalu waspada dan konsentrasi. Peritungkan tempat yang kamu gunakan untuk berfoto terutama pada segi keselamatan. 
  • Patuhi rambu dan petunjuk yang diberikan oleh pihak basecamp. Biasanya pada peta yang diberikan pihak basecamp, area terlarang ditandai dengan simbol silang atau tengkorak. 
  • Ketika hujan, jangan nekat pergi ke puncak atau tempat - tempat yang rawan kecelakaan. Jalur yang licin dan sempit akan sangat mudah membuat pendaki terjatuh. 
3. Hipotermia
Artikel hipotermia sebenarnya sudah ditayangkan sebelumnya dengan judul "Tips Mengatasi Hipotermia", tapi mari kita bahas secara singkat di post ini. Hipotermia merupakan gejala dimana tubuh menggigil karena kedinginan yang diikuti dengan suhu badan yang menurun dan berkurangnya kesadaran. Hipotermia umumnya terjadi pada malam hari dan kebanyakan terjadi pada para pendaki pemula karena belum terbiasa dengan suhu gunung. Gejala dari hipotermia diantaranya menggigil, pusing, tidak fokus, dan susah berbicara. Apabila tidak segera ditolong, hipotermia dapat membuat orang meninggal. Berikut ini adalah tips menghindari hipotermia :
  • Selektif memilih pakaian dan perlengkapan mendaki. Gunakan pakaian dan peralatan sesuai standar untuk mendaki. Kamu dapat membaca secara lengkap peralatan apa saja yang diperlukan di postingan "Peralatan dan Logistik yang Harus Dibawa Ketika Mendak
  • Periksa ulang perbekalan yang dibawa ketika sampai di basecamp. Lakukan pemanasan dan peregangan otot untuk penyesuaian suhu serta agar otot tidak kram.
  • Jangan teralu memaksakan tubuh ketika sudah mencapai batas maksimal. Beristirahatlah ketika sudah lelah. Segera turun apabila ada anggota yang mengalami gejala hipotermia.
  • Apabila memiliki riwayat asma, periksakan terlebih dahulu ke dokter sebelum berangkat mendaki. Bawa alat pernafasan dan jangan memaksakan diri ketika memutuskan untuk mendaki. 
  • Ketika selesai mendaki dan akan tidur, segera ganti bajumu yang sudah basah karena keringat.
4. Terkena badai atau angin kencang
Angin kencang disertai rintik butiran air bisa kapan saja terjadi, tak terkecuali pada musim kemarau yang cerah. Waspadai gejala alam yang satu ini karena bisa saja frame tenda kita patah terkena hempasan angin.
  • Apabila terkena badai ketika trekking, segera berhenti dan pikirkan secara matang apa yang akan dilakukan. Ada dua hal yang dapat kamu lakukan yaitu mendirikan shelter sementara hingga badai reda atau melanjutkan perjalanan hingga pos berikutnya. Jangan egois dalam mengambil keputusan. Jangan memaksakan fisik apalagi ketika ada anggota yang drop.
  • Apabila terkena badai di puncak, segeralah turun karena daerah puncak rawan akan sambaran petir.
  • Apabila terkena badai didalam tenda, jangan keluar sebelum badai usai. 
  • Selalu siap flysheet, jas hujan dan raincover untuk mengantisipasi badai.
5. Kehabisan Perbekalan
Khusus untuk yang satu ini adalah faktor dari si pendaki sendiri. Ada dua kemungkinan, antara boros makan dan meremehkan gunung. Berikut ini tips mensiasatinya :
  • Membawa perbekalan lebih.
  • Berhemat dalam mengkonsumsi logistik, terutama air.
  • Bawa makanan yang mengenyangkan terutama yang mengandung karbohidrat seperti roti, gandum, telur, nasi.

6. Gas Beracun
Beberapa gunung di Indonesia yang berstatus aktif memiliki ancaman gas beracun yang berasal dari aktivitas vulkanik didalam perut bumi. Sebut saja Gunung Sindoro yang memiliki gas beracun. Maka dari itu perhatikan dan ikuti aturan yang diberikan pihak basecamp. Hindari apa yang dilarang. Sebagai contoh peraturan pendakian Gunung Merapi yang membatasi pendaki hanya sampai di Pasar Bubrah dan Gunung Semeru sampai di Kalimati. Ada baiknya membawa masker atau buff untuk mendaki.

7. Longsor dan Pohon Tumbang
Longsor dan pohon tumbang dapat kapan saja terjadi terutama pada musim hujan. Kecelakaan ini sangat suit dihindari. Namun, hal ini dapat diantisipasi dengan memperhatikan lingkungan sekitar tempat dimana kita akan bertenda. Hindari bertenda di bawah pohon atau dibawah tebing yang memiliki batu - batuan yang mudah lepas.

Itulah berbagai bahaya yang akan dihadapi pendaki dan pemecahan masalahnya. Selalu persiapkan kemungkinan terburuk ketika mendaki agar pendakian berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Postingan terkait: