Tips Memilih Baselayer untuk Kegiatan Pendakian


Baselayer dapat dikatakan sebagai pakaian yang kita gunakan ketika mendaki. Pemilihan baselayer yang tepat sangat penting mengingat kondisi gunung dengan kondisi suhu ekstrim. Berikut ini adalah alasan mengapa penggunaan baselayer dianggap penting :
  • Keringat, ketika kita beraktivitas seperti hiking, sudah pasti kita akan berkeringat. Keringat ini akan diserap oleh baju yang kita pakai. Baju dengan kualitas yang baik mampu mengatur suhu tubuh dengan menyerap keringat dan menjaga tubuh tetap kering.
  • Angin, dibandingkan dengan hujan, para pendaki lebih sering merasakan hempasan angin gunung daripada air hujan. Maka wajib hukumnya mencari pakaian dengan sifat windproof yang mampu menjaga tubuh dari angin gunung yang dingin.
  • Hujan, efek kehujanan dan keringat adalah sama. Sama - sama menyebabkan badan menjadi lembap. Maka dari itu diperlukan baselayer yang memiliki sifat yang waterproof untuk perlindungan dari air hujan.

Baselayer
Pemilihan baselayer untuk mendaki masih sangat jarang diperhatikan para pendaki. Padahal dengan memilih bahan baselayer yang benar akan mendukung kegiatan pendakian. Berikut ini adalah fungsi dari baselayer :
  • Menyerap keringat sehingga kulit tetap kering dan terhindar hipotermia. Proses ini dinamakan moisture absording
  • Mengeluarkan resapan keringat ke bagian luar dari kain melalui proses evaporasi. Proses ini dinamakan moisture wicking. Serat yang basah karena keringat akan menyebarkan ke serat yang masih kering. Proses ini dinamakan kapilaritas yang berfungsi mempercepat pengeringan pada kain. Semakin luas permukaan yang basah akibat terdifusi, maka akan semakin baik karena akan semakin cepat kering. Kemampuan baselayer dalam mengeringkan ini dinamakan quick drying.
  • Melindung kulit dari sengatan sinar matahari.
  • Sebagai pelindung tubuh dari serangga hutan atau gunung.
Berdasarkan Bahan
Pada umumnya bahan yang digunakan pada baselayer yaitu kain sintetis dan wool. Contoh kain sintetis diantaranya polyester, polyamide, polypropylene, lycra, dan elastane. Sedangkan contoh wool untuk baselayer antara lain SmartWool dan Merino Wool. Perlu diingat, jangan menggunakan baselayer berbahan wool, hal ini dikarenakan sifat wool yang menyerap keringat namun tidak mengevaporasi ke udara sehingga keringat akan terjebak di kain, tetap basah dan dalam hal pengeringan memakan waktu yang lama. Jika sudah basah maka tubuh akan lembab dan rawan terserang hipotermia. Katun sangat cocok untuk cuaca panas karena jenis ini mampu mendinginkan tubuh. Sebaliknya pada cuaca dingin sangat berbahaya karena dapat menyebabkan hilangnya panas tubuh.
  • Kelebihan dan Kekurangan Kain Berbahan Sintetis
    Kain sintetis tidak menyebabkan gatal - gatal ketika digunakan. Dengan harga yang lebih murah dibandingkan wool kita sudah bisa mendapatkan kaos dengan bahan sintetis. Kelebihan lain dari bahan sintetis adalah memiliki sifat quickdry yaitu cepat kering dan perawatannya pun mudah. Namun terdapat kekurangan pada jenis kain ini yaitu mudah mengeluarkan bau tak sedap.
  • Kelebihan dan Kekurangan Wool
    Jenis kain wool memiliki kelebihan mampu mempertahankan suhu tubu secara lebih baik meski dalam kondisi basah. Pada cuaca panas bahan ini sangat cocok digunakan karena memiliki efek mendinginkan. Kelebihan terakhir adalah kain wool tidak mudah mengeluarkan bau yang tidak sedap. Namun ada kekurangan dari jenis kain ini yaitu dengan harga mahal dan perawatannya relatif lebih susah bila dibandingkan dengan kain sintetis.

Di Indonesia sendiri yang paling banyak ditemukan adalah baselayer dengan bahan sintetis. Hal ini dapat dipahami karena tingkat permintaan yang lebih besar berasal dari bahan sintetis mengingat wilayah Indonesia yang memiliki iklim tropis yang tidak terlalu ekstrim.

Berdasarkan Bobotnya
Selain dibedakan menurut bahannya, baselayer juga dibedakan menurut beratnya yakni ringan, menengah dan berat. Pemilihan baselayer berdasarkan bobot ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan cuaca yang akan dihadapi terutama pada faktor suhu dan kecepatan angin. Dari segi harga semakin berat baselayer maka harga semakin mahal. Baselayer berat sangat dianjurkan untuk keperluan mendaki gunung bersalju atau dingin. Namun baselayer tipe ini tidak cocok digunakan di Indonesia.

Tiper Baselayer
Baselayer dibedakan menjadi tiga tipe diantaranya : lightweight, middleweight dan heavyweight / expedition weight. Yang membedakan diantara ketiganya adalah tingkat ketebalannya dan kemampuan dalam menahan panas. Lightweight sangat cocok digunakan pada musim panas / tropis, middleweight cocok digunakan pada musim semi, gugur dan pada musim dingin sedangkan heavyweight cocok digunakan untuk pendakian musim dingin.

Tips Memilih Baselayer
  • Pilih baselayer yang pas dibadan (slim-fit). Jangan terlalu longgar karena akan menghambat proses moisture wicking.
  • Pilih baselayer sesuai gender. Biasanya setiap brand membuat baselayer berdasrkan gender sendiri - sendiri. Hal ini disesuaikan dengan bentuk kontur tubuh si pemakai baik pria maupun wanita.
  • Usahakan memilih baselayer yang bisa melar karena kegiatan pendakian memiliki pergerakan dengan fleksibilitas tinggi. Bahan stretchy akan memudahkan dalam pergerakan sehingga akan terasa nyaman apabila digunakan dalam beraktivitas.
  • Usahakan pilih baselayer dengan warna mencolok untuk memudahkan dalam hal identifikasi. Kita tidak akan pernah tau berbagai kejadian yang ada digunung. Dengan menggunakan warna yang mencolok akan memudahkan regu penyelamat apabila kita tersesat. Hindari memilih warna gelap atau loreng seperti yang digunakan oleh tentara.
  • Pilih baselayer berlengan panjang supaya terlindungi dari sinar matahari dan sengatan serangga. 
  • Bawa baselayer secukupnya terutama apabila pendakian memakan waktu berhari - hari. Segera lap badan dan ganti baselayer apabila badan berkeringat atau basah setibanya ditempat camp atau mendirikan tenda.

Postingan terkait: