Azaz Pecinta Alam

Indonesia yang kaya akan pemandangan alam ini tak luput dari para masyarakatnya yang mencintai dan melestarikan alamnya. Pecinta alam, begitu sebutan yang sering didengar. Namun, hal ini bukan hanya sebatas panggilan melainkan juga tanggung jawab bagi mereka para pecinta alam yang memiliki aktivitas dan komunitas. Terdapat beberapa kode etik yang telah tersebar luas dalam komunitas pecinta alam sejak tahun 1974. Kode etik ini dibuat untuk menjadi acuan dan pegangan teguh para pecinta alam di Indonesia dalam bersikap dan berperilaku di masyarakat maupun alam bebas. Berikut merupakan isi kode etik pecinta alam di Indonesia.

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Pecinta alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air. Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah yang Mahakuasa. Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan :
  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, 
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya, 
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air, 
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya, 
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam, 
  6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air, selesai. 
Kode etik ini disahkan oleh pecinta alam Indonesia di Ujung Pandang pada tanggal 27 Januari 1974, pada Gladian ke-4. Selain kode etik, para pecinta alam juga memiliki Azas Pecinta Alam Indonesia. Azas ini berbanding lurus dengan Azas PA Indonesia. Azas pecinta alam Indonesia:
  1. Kebersamaan, 
  2. Persaudaraan, 
  3. Kekeluargaan.
Kebersamaan artinya: sama-sama merasakan suka dan duka, persaudaraan artinya: saling bantu-membantu atau tolong-menolong, dan kekeluargaan artinya: tidak membedakan satu sama lain. Selain itu pun, perlu diketahu juga bahwa para pecinta alam memiliki moto yang santer kita dengar. Moto ini berbanding lurus dengan isi UUD yang terdapat di Indonesia. Bahwasannya jika melanggar, ada pasal yang akan membawanya ke ranah hukum. Kira-kira bunyinya sebagai berikut : “take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time.”

Nah, dari tulisan diatas dapat menjadi pencerahan untuk kita semua bahwa menjaga kelestarian yang sebenarnya adalah tugas masing-masing individu pula. Bukan hanya para pecinta alam, namun mari kita bimbing masing-masing diri kita pribadi untuk mencintai alam terutama diIndonesia dan melestarikan apa yang telah menjadi kekayaan di negara kita. Jangan sampai kita merugikan dan membuat ulah untuk keuntungan diri sendiri. Perlu diingatkan lagi, kegiatan alam bebas merupakan kegiatan yang begitu berbahaya. Ada saatnya kita tersesat, jatuh dari ketinggian, hanyut di air, dan hal-hal lainnya yang merupakan kecelakaan berbahaya. Maka, ketika kita memahami apa yang dijabarkan diatas, senantiasalah untuk mempelajari dan mencari ilmu tentang manfaat kegiatan ini. Tetaplah selalu membawa alat keselamatan, dan menikmati hidup dengan mencintai alam disekitar kita. Sekian beberapa penjelasan mengenai kode etik dan Azas Pecinta Alam di seluruh Indonesia. Hal ini dapat dijadikan pencerahan bagi kita semua warga negara Indonesia. Semoga bermanfaat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Azaz Pecinta Alam"

Post a Comment