Pentingkah Sunblock Untuk Para Pendaki Gunung?

Aktivitas mendaki gunung yang sedang trend, kini tak hanya digemari oleh para pecinta alam lelaki saja. Kaum perempuan pun tak kalah banyaknya yang memiliki hobi tersebut. Nah untuk kaum perempuan yang ingin menjaga kulit wajah supaya tidak belang atau gosong karena paparan sinar matahari, bisa pula memakai sunblock wajah. Sehingga tak ada lagi alasan kepanasan atau takut kulit hitam saat melakukan pendakian gunung. Meskipun sedang mendaki dan fisik lelah, namun bukan berarti tak bisa tampil cantik kan? Perlu diketahui sebelumnya, sebenarnya tujuan mendaki bukanlah untuk bergaya maupun pamer. Namun, tak salah juga apabila kita tetap ingin menjaga penampilan diri dan tampil oke saat difoto.

Nah, bicara soal sunblock. Di negara Indonesia sendiri cenderung beriklim tropis, yang artinya selain naik gunung pun kita tetap diwajibkan memakai sunblock untuk terhindar dari penyakit seperti kanker kulit. Baik wanita maupun pria tak ada salahnya menjaga penampilan dan kesehatan sekaligus, bukan? Perubahan suhu dan cuaca secara drastis, akan membuat kerusakan pada kulit. Hal ini pula yang kita alami saat melakukan petualang mendaki gunung. Kulit wajah yang terasa panas dan seolah-olah terbakar lalu terkelupas akan menjadi masalah utama para pendaki baik pria maupun wanita. Namun kecenderungan dialami wanita, karena kulit pria dikatakan pun lebih kuat dibanding wanita.

Lalu sunblock apa saja yang cocok untuk dipakai saat mendaki? Jawabannya adalah sunblock yang memiliki spf minimal 30++. Walaupun udara terasa dingin, namun kulit tetap bisa terbakar akibat adanya paparan sinar UV. Maka dari itu gunakan sunblock tersebut untuk melindungi kulit dari sinar UV minimal yang memiliki spf 30 atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kulit yang kering pada akhirnya akan menimbulkan rasa gatal, dan bisa menjadi luka kemudian akan muncul warna hitam (bekas luka). Pada akhirnya hal ini akan merusak penampilan bukan? Kondisi kering ini juga dapat terjadi pada kulit di bibir kita. Karena itulah gunakan pelembab yang sekaligus sunblock untuk wajah serta lip balm yang memiliki spf untuk melindungi kulit bibir agar tak kering dan terkelupas.

Tips selanjutnya, jangan menggunakan make up yang berlebihan saat mendaki gunung. Foundation, bedak ataupun alas bedak dan sebagainya sangat tidak dianjurkan. Mengapa demikian? Karena hal tersebut akan membuat pori-pori kulit tertutup dan tersumbat, malah akhirnya akan membuat kulit lebih mudah untuk iritasi karena kering. Saat istirahat selama pendakian, usahakan untuk mencuci muka dengan sedikit air bersih supaya dapat menghilangkan debu yang menempel selama perjalanan. Namun apabila air bersih sulit ditemukan atau stok habis, maka kalian harus berjaga-jaga dengan membawa tissue basah. Tissue basah adalah alat multifungsi yang akan berguna selama petuangan pendakian gunung. Selain untuk membersihkan diri, bisa pula untuk membersihkan baju dikala krisis air bersih yang terjadi selama perjalanan. Sebelum tidur maupun bangun tidur selama camping atau istirahat, sempatkan untuk menggunakan tissue basah seperlunya untuk menjaga kelembaban kulit, dan menghindakan iritasi yang diakibatkan kulit yang kering.

Nah, perawatan-perawatan tadi adalah hal yang perlu dilakukan selama pendakian gunung. Selain itu, jangan terlalu sering menyentuh wajah selama perjalanan, walaupun banyak keringat, tetapi lebih baik dengan mengelap menggunakan tissue basah. Begitu pun dengan pemakaian sunblock dengan spf 30, bila perlu sampai dengan 50 ++ saat pendakian dimusim panas. Sekian beberapa rangkuman mengenai pemakaian sunblock dan perawatan selama mendaki gunung, hal ini dapat digunakan sebagai referensi untuk kalian yang memiliki hobi mendaki. Semoga bermanfaat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pentingkah Sunblock Untuk Para Pendaki Gunung?"

Post a Comment