Terbelahnya Pulau Jawa Jika Gunung Slamet Meletus

Terbelahnya Pulau Jawa Jika Gunung Slamet Meletus

Jayabaya seorang raja Kediri meramalkan dalam “Jangka Jayabaya” yang merupakan cerita turun temurun mengenai ramalan yang akan datang yang dipercaya ditulis oleh Jayabaya, bahwa Pulau Jawa dapat terbelah apabila Gunung Slamet meletus. Hal tersebut terdapat pada bait ke 164 yang berbunyi :

Putra kinasih swargi kang jumeneng ing Gunung Lawuhiya yayi bethara mukti, hiya krisna, hiya herumukti mumpuni sekabehing laku nugel tanah Jawa kaping pindho ngerahake jin setan kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyokinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula wedalan dhepe trinji suci bener, jejeg, jujur kadherekake Sabdo Palon lan Noyogenggong.

Bait tersebut dapat diartikan :
"Putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu yaitu Kyai Batara Mukti, ya Krisna, ya Herumukti menguasai seluruh ajaran (ngelmu) memotong tana Jawa kedua kali mengerahkan jin dan setan seluruh makhluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman padu trisula weda tajamnya tritunggal nan suci benar, lurus, jujur didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong."

Kemudian, banyak orang yang memaknai kalimat “memotong tanah Jawa kedua kali” sebagai “dahulu Jawa pernah terbelah sekali” yang disamakan dengan terbelahnya Jawa dan Sumatera di ujung kulon saat Gunung Krakatau Meletus memisahkan dua pulau besar ini dan menjadi Selat Sunda. Jika berpijak pada Jangka Jayabaya maka suatu saat pulau Jawa akan terbelah lagi untuk kedua kalinya.

Walaupun ramalan tersebut dapat dikatakan adalah cerita rakyat, namun dipercaya bahwa hal tersebut bisa saja terjadi dan diyakini oleh masyarakat di sekitar Gunung Slamet. Jika di “ilmiah”kan, Komplek Patahan Besar Purba Kebumen – Muria (Jawa) – Meratus (Kalimantan) membentang sepanjang kurang lebih 1.000 km dari Karangbolong menuju ke arah timur laut melewati Semenanjung Muria dan dasar Laut Jawa hingga berujung di Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan. Patahan ini dapat dipahami sebagai faktor yang memperkuat dari ramalan Jangka Jayabaya. Bisa saja apabila patahan ini bergeser maka patahan yang membelah pulau Jawa tersebut dapat memisahkan antara sisi kiri dan kanan Gunung Slamet.

Share this:

Disqus Comments