Mendaki pada Siang Hari atau Malam Hari?

Mendaki pada Siang Hari atau Malam Hari?

Banyak dari para pendaki lebih memilih mendaki pada malam hari dari pada siang hari. Begitulah fakta diantara pendaki yang kita ketahui. “Mendaki pada siang hari suhunya panas, jika lihat trek pendakian bikin down aja” begitulah salah satu keluhan para pendaki ketika mendaki gunung pada siang hari. Mendaki siang atau malam memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing.


Jika mendaki pada siang hari siap – siap saja para pendaki merasakan teriknya matahari, mudah haus, jalur punggungan yang bikin ngeri, dan jika lihat jalur yang akan dihadapi membuat mental down. Yah itulah sisi negatif mendaki gunung pada siang hari. Sedangkan sisi positifnya, jika kita mendaki pada siang hari resiko tersesat tidak terlalu menghantui, para pendaki juga bisa fokus ke trek pendakian, terhindar dari hipotermia, terhindar dari ancaman binatang buas, dan perjalanan ke puncak bisa dilakukan sesantai mungkin. Alasan – alasan tersebut menjadi dasar para pendaki melakukan pendakian pada siang hari.

Sedangkan mendaki pada malam hari, para pendaki akan diuntungkan dengan suhu yang sejuk dan cenderung dingin, jalan yang hanya bisa dilihat sepanjang cahaya senter, trek berbahaya yang dilihat pada siang hari tidak akan terlihat pada malam hari, lebih tenang dan perjalanan yang tidak terlalu menguras tenaga. Sisi negatifnya, mendaki gunung pada malam hari menyimpan bahaya tersendiri, diantaranya bahaya hipotermia, serangan hewan buas, tersesat, kehabisan baterai senter, anggota kelompok yang terpecah, dan lain – lain.  Kemampuan navigasi pada malam hari akan terhalang oleh gelapnya jalur pendakian. Jarang pendaki yang menggunakan peta, peralatan navigasi, dan GPS saat mendaki pada malam hari. Yang ada mereka hanya mengandalkan insting dan pengalaman saja.

Saat fajar tiba, tentunya pendaki yang melakukan pendakian pada malam hari dan siang hari memiliki raut muka yang berbeda. Pendaki yang melakukan pendakian pada siang hari memiliki jam istirahat lebih lama dan pada pagi harinya akan terlihat lebih bugar dan fresh. Berbeda dengan para pendaki yang melakukan pendakian pada malam hari, mereka menghabiskan waktu di malam hari dengan mendaki dan tidak banyak memiliki waktu beristirahat. Wajah pendaki yang melakukan pendakian pada malam hari akan terlihat kusut, mata merah dan tubuh yang nampak letih karena kurang tidur.

Faktor – faktor tersebut merupakan alasan pendaki memilih mendaki siang ataupun malam. Yang pasti menejemen resiko selalu diperhatikan bagi para pendaki. Keselamatan adalah hal utama. Baik mendaki siang atau malam semuanya membutuhkan skill masing – masing. Ketika mendaki pada siang hari, para pendaki tentunya diharuskan menyediakan logistik lebih. Hal tersebut dikarenakan mendaki pada siang hari rentang waktu menuju hari esok lebih lama, ditambah pada siang hari tenaga akan lebih terkuras saat mendaki. Suhu siang hari yang panas akan mempercepat dehidrasi pada tubuh dan mengharuskan pendaki membawa air yang lebih banyak lagi. Berbeda dengan mendaki pada malam hari, pendaki akan merasakan hawa yang sejuk dan tidak mudah dehidrasi.

Semuanya kembali lagi kepada selera masing – masing pendaki. Manajemen perjalanan yang baik akan sangat menentukan dalam suatu perjalanan. Pilihan masing – masing memiliki konskuensi tersendiri. Mengukur kemampuan diri dan tim sependakian akan sangat menentukan dalam keberhasilan pendakian. Semoga info ini bermanfaat.

Share this:

Disqus Comments