Mendaki Pada Bulan Puasa bukanlah Hal yang Sia - Sia, Ini Keuntungannya !!

Bulan suci puasa atau bulan ramadhan biasanya dijalankan dengan mengejar pahala dengan berbagai amalan - amalan baik seperti tadarusan, sholat terawih, mengikuti pengajian dan lain - lain. Namun bila melakukan kegiatan mendaki pada bulan puasa? Apakah anda sempat memikirkan hal tersebut? Mungkin sebagian besar orang tidak berpikiran kesitu.Alasannya selain akan menghabiskan banyak tenaga, mendaki pada bulan puasa akan sangat berat mengingat pendaki harus mempersiapkan energi yang besar dalam menahan lapar dan haus. Mendaki pada bulan puasa mengharuskan periapan perlengkapan dan logistik yang lebih daripada bulan - bulan lain.

Mendaki pada bulan puasa dapat dikatakan tak lazim. Pada bulan ini gunung akan sepi oleh kegiatan pendakian. Namun bagi sebagian orang mendaki pada bulan puasa dapat menjadi alternatif menikmati gunung. Pertanyaannya, apasih enaknya mendaki pada bulan puasa? Berikut ini adalah alasan - alasan mengapa mendaki pada bulan puasa menjadi sesuatu yang menguntungkan dan menyenangkan.

Mendapatkan Suasana Gunung yang Tenang
Pendaki pada umumnya akan menghndari mendaki pada bulan puasa. Alasannya mendaki pada bulan ini akan sangat berat dan menghabiskan banyak energi. Dengan begini keadaan gunung menjadi sepi dan bagi yang ingin menikmati sepinya gunung, inilah waktu yang paling tepat mendaki melakukan pendakian. Para pendaki akan merasakan ketenangan dibandingkan dengan hari - hari biasa.

Menguji Kemampuan Diri
Keadaan gunung yang ramai memiliki sisi positif dimana kita seakan memiliki banyak teman seperjalanan. Kita tidak akan takut kelaparan, salah jalan, tersesat atau bahkan diserang binatang buas. Melakukan pendakian gunung pada bulan puasa tentunya akan memaksa pendaki melewati batas normal yaitu melakukan pendakian dengan jalur yang sepi dari pendaki lain. Hal ini patut dicoba untuk mengetahui sejauh mana kemampuan diri kita dalam menaklukkan diri sendiri dan alam.

Lebih Dekat  Dengan Pencipta
Keadaan gunung yang sepi dapat dimanfaatkan untuk melakukan ibadah di gunung. Seorang pendaki akan lebih khusyuk berdoa dalam sepinya gunung dan tentunya dapat mengambil hikmah dalam perjalanan mendaki terlebih pada bulan puasa. Melakukan sholat teraweh maupun membaca Al - Quran di ketinggian juga akan menjadi pengalaman yang unik dan menarik untuk dilakukan.

Sebagai Tantangan Pengontrolan Diri dari Emosi dan Hawa Nafsu
Banyak orang - orang kejawen yang melakukan semedi di gunung untuk mencari wangsit, menenangkan diri atau bahkan bermunajat kepada sang pencipta. Artinya ketinggian gunung menyimpan aura gaib yang dapat membuka mata batin seseorang agar lebih dekat dengan sang pencipta. Hal ini dapat ditiru oleh para pendaki untuk lebih dapat mengontrol emosi dan hawa nafsu terlebih pada bulan puasa.

Sebagai Pengalaman Tak Terlupakan
Mendaki pada bulan puasa tentunya merupakan pengalaman yang sangat jarang dilakukan banyak orang. Kamu dapat melakukannya agar mendapat pengalaman menarik dalam hidup untuk menjadi ceritamu kelak.

Itulah alasan - alasan keuntungan mendaki pada bulan puasa. Mendaki pada bulan tersebut memang memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya sudah di share diatas, sedangkan sisi negatifnya ada beberapa diantaranya :
  • Lebih mudah lelah
  • Lebih banyak persiapan dari peralatan dan logistik
  • Medan yang sepi dan berbahaya apabila ada serangan hewan buas, tersesat dan lain - lain
Hal diatas tentunya dapat diantsisipasi dengan mempersiapkan terlebih dahulu segala sesuatunya. Semoga info ini bermanfaat.

0 komentar