Mengapa Brand Outdoor Gear Impor Dianggap Lebih Unggul daripada Brand Lokal?

Mengapa Brand Outdoor Gear Impor Dianggap Lebih Unggul daripada Brand Lokal?

Pilih gear outdoor lokal atau impor? Itulah yang terkadang menjadi pertanyaan bagi penghobi peralatan outdoor. Secara umum orang – orang pasti lebih prefer ke produk impor dengan alasan bahan yang lebih bagus serta lebih awet. Benarkah demikian?

Jika melihat kualitas, antara produk lokal dan impor memang berbeda. Produk impor diakui memiliki bahan yang lebih bagus namun sepadan dengan harga yang ditawarkan. Namun belum tentu kalau produk lokalan juga jelek. Produk lokal sebenarnya juga memiliki bahan yang bagus dengan keunggulan masing – masing brand seperti Eiger, Consina, Rei dan brand outdoor lokal lain. Tapi memang diakui ada beberapa brand lokal yang kualitasnya tidak terlalu bagus.

Sedikit info produk – produk outdoor seperti The North Face, Deuter, Osprey dan lain – lain tidak selamanya diproduksi di negara asalnya mengingat umr negara tersebut sudah tinggi. Namun kualitas produksi antara perusahaan induk dengan perusahaan di negara lain relatif sama. Semuanya harus melewati quality control yang sangat ketat untuk menjaga mutu produk – produknya. Sebagai contoh The North Face, salah satu brand internasional yang membangun pabriknya di Indonesia.

Bicara soal kualitas tentu beda antara kualitas outdoor gear lokal dan impor. Hal tersebut sesuai Research and Development yang dilakukan oleh masing – masing perusahaan. Brand impor tentu melakukan penelitian mengenai peralatan – peralatan sesuai iklim negara yang diteliti, dalam hal ini brand – brand impor lebih fokus ke negara – negara barat dengan empat musim. Berbeda dengan brand lokal pada divisi RnD yang lebih menekankan pada ketahanan di iklim tropis Indonesia yang hanya memiliki dua musim. Divisi RnD selalu fokus pada kondisi alam dan pemakaian peralatan outdoornya, disinilah letak perbedaan. Dari hal tersebut kemudian berkembang pada bagaimana produk outdoor dirancang sesuai ketahanannya di masing – masing wilayah. Begitulah produk impor, mereka lebih fokus kualitas produk. Tidak melulu masalah untung rugi.

Lalu bagaimana dengan produk lokal? Kebanyakan orang Indonesia menginginkan produk dengan harga murah dan dengan kualitas yang bagus. Dari sinilah kemudian brand – brand outdoor lokal memfokuskan kepada harga yang murah sesuai permintaan pasar. Bisa ditebak bahannya pun tidak sebagus bahan – bahan brand impor. Brand lokal juga lebih fokus ke pengembangan peralatan outdoor sesuai iklim di Indonesia. Sebagai contoh apabila menggunakan peralatan outdoor lokal untuk digunakan di wilayah bersalju juga tidak cocok sedangkan produk impor sudah pasti cocok digunakan di wilayah dengan iklim tropis.

Selain itu bahan dari produk – produk impor juga tidak melulu brand tersebut yang mengembangkan. Sebagai contoh Goretex yang mensupport TNF, dan merk lokal seperti Consina. Cordura yang membantu pembuatan backpack dengan kualitas yang bagus juga mensupport brand impor dan juga lokal seperti Eiger. Jika berbicara masalah bahan memang merk impor dan lokal hampir dikatakan 11 12. Semuanya relatif sama, yang membedakannya adalah quaity control tiap brand dan Research and Development masing – masing gear outdoor. Jadi semuanya tergantung pembeli, jika ditanya lebih unggul mana yang pasti lebih banyak yang prefer ke produk impor dengan kualitasnya. Tapi kalau disuruh beli, pilih mana? Yang pasti admin sendiri lebih memilih membeli produk lokal dengan harganya yang “Indonesia” banget. Jadilah smart buyer, hindari brand oriented. Jangan selalu terpaku dengan namanya brand. Brand lokal juga belum tentu kalah dengan brand impor.

Share this:

Disqus Comments