7 Gunung Tertinggi di Dunia (Seven Summit)

Seven summit merupakan julukan untuk 7 gunung tertinggi yang mewakili 7 benua yang ada di dunia. 7 gunung tersebut menjadi tantangan bagi para pendaki di seluruh dunia. Dick Bass adalah orang yang mempopulerkan pendakian 7 puncak dunia pada bulan April 1985. Pada tahun 2012 setidaknya sebanyak 325 orang telah tercatat menaklukkan seven summit ini. Namun penetapan seven summit masih menjadi kontroversi dari sudut pandang geologi, ilmu geologi memandang benua di dunia hanya enam diantaranya : Eurasia, Afrika, Australia, Antartika, Amerika Selatan dan Amerika Utara. Eropa tidak disebutkan karena termasuk dalam perpanjangan Eurasia. Namun jika dilihat dari sudut pandang politik benua Eropa masuk dalam wilayah tersendiri.
Pencetus awal konsep seven summit adalah Dick Bass yang telah mendaki Gunung Aconcagua pada tahun 1983 dan diakhiri dengan pendakian Gunung Everest pada tahun 1985. Seven summit menurut Dick Bass diantaranya Gunung Everest, Gunung Denali, Gunung Aconcagua, Gunung Elbrus, Gunung Kilimanjaro, Gunung Vinson, dan Gunung Kosciuszko. Versi tersebut berbeda dengan versi Reinhold Messner. Pada umumnya versi yang diutarakan Reinhold lebih banyak diterima oleh para pendaki. Hal tersebut mengingat medan menuju puncak Cartenz lebih berat dibandingkan dengan Aconcagua. Berikut adalah versi seven summit dari Reinhold.


  1. Mt. Everest
Gunung Everest memiliki ketinggian 8.848 mdpl merupakan gunung tertinggi di dunia yang terletak di area pegunungan Himalaya. Di negara Nepal gunung ini dikenal dengan nama Gunung Sagarmatha, sedangkan di Tibet gunung ini dikenal sebagai Gunung Chomolungma. Pendaki pertama yang menginjak “atap dunia” adalah Edmund Hillary yang berasal dari Selandia Baru bersama seorang sherpa bernama Tenzing Norgay pada tahun 1953. Sedangkan orang Indonesia pertama yang menginjakkan kaki di puncak Everest adalah Asmujiono seorang anggota Kopasus yang mendaki pada tanggal 27 April 1997 sekaligus orang pertama yang mencapai puncak Everest se Asia Tenggara.


  1. Mt. Aconcagua
Gunung Aconcagua terletak di bagian barat Amerika Selatan tepatnya di negara Argentina. Gunung ini memiliki ketinggian 6.960,8 mdpl sekaligus menempati gunung tertinggi kedua di dunia mewakili gunung tertinggi di Amerika Selatan. Bendera Indonesia pernah berkibar di puncak Aconcagua yaitu ketika tim pendaki wanita The Women Indonesia’s Seven Summit Expedition dari UNPAR yang beranggotakan Fransiska Dimitri Inkiriwang (22), Mathilda Dwi Lestari (22) dan Dian Indah Carolina (20). Ketiganya mendaki pada tanggal 30 Januari 2016.


  1. Mt. McKinley / Mt. Denali
Gunung Denali terletak di Amerika Utara tepatnya di Alaska, Amerika Serikat. Gunung juga dikenal sebagai Gunung McKinley. Gunung Denali memiliki ketinggian 6.168 mdpl dan termasuk kedalam kawasan Taman Nasional Denali di Amerika Serikat. Gunung ini menempati gunung tertinggi ketiga di dunia.


  1. Mt. Kilimanjaro
Gunung Kilimanjaro terletak di Tanzania, Afrika dengan ketinggian 5.895 mdpl. Gunung Kilimanjaro berbentuk strato raksasa yang kini tidak aktif lagi. Gunung ini memiliki 3 kerucut api bernama Kibo, Mawenzi dan Shira.


  1. Mt. Elbrus
Gunung Elbrus merupakan bagian dari pegunungan Kaukasus Barat di Kabardino-Balkaria dan Karachay-Cherkessia Rusia yang berbatasan dengan Georgia. Gunung Elbrus merupakan gunung tertinggi di Eropa dengan ketinggian 5.642 mdpl.


  1. Mt. Vinson
Gunung Vinson berada di Antartika yang terletak 1.200 km dari kutub selatan. Puncak tertinggi Gunung Vinson memiliki ketinggian 4.892 mdpl. Kelompok pendaki yang telah mencapai puncak Vinson adalah pendaki dari Amerika yang dipimpin oleh Nicholas Clinch. Untuk mencapai puncak Vinson para pendaki harus merasakan suhu hingga minus derajat celcius. Maka dari itu dibutuhkan keterampilan mumpuni dalam menghadapi suhu ekstrim di Gunung Vinson.


  1. Puncak Jaya
Puncak Jaya terletak di Provinsi Papua, Indonesia. Gunung ini mewakili benua Australia dan Oceania dengan puncaknya setinggi 4.884 mdpl dan dikenal sebagai Cartenzs Pyramid.  Puncak Cartenz dikenal dengan salju abadinya yang belakangan ini mulai berkurang akibat pemanasan global. Puncak Cartenzs kini dianggap puncak termahal di dunia karena untuk mendaki puncak Cartenzs dibutuhkan biaya sebanyak Rp. 383.000.000. hal tersebut dikarenakan masih sedikitnya moda transportasi dan homestay di sekitar jalur pendakian.
Blogger
Disqus

No comments