Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila

Gunung Tambora dikenal dengan letusan paling dahsyat sepanjang peradaban manusia. Gunung Tambora terakhir meletus pada tahun 1815 yang telah memangkas ketinggian Gunung Tambora dari 4.300 mdpl menjadi 2.851 mdpl dan menyisakan kaldera terluas di Indonesia. Gunung Tambora mendapatkan status Taman Nasional pada tanggal 11 April 2015 sekaligus merayakan 200 tahun letusannya. Gunung Tambora berada di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Terdapat tiga jalur pendakian untuk sampai di puncak Gunung Tambora, diantaranya :
  • Via Desa Pancasila 
  • Via Doro Peti 
  • Via Doro Ncanga

Jalur pendakian yang paling ramai dilewati untuk mendaki Tambora adalah jalur Desa Pancasila. Selain medan yang pendek, jalur ini juga dikenal memiliki jalur yang tidak terlalu sulit bila dibandingkan dengan jalur Doro Peti.

Untuk sampai di Desa Pancasila akses yang dilalui tidak mudah. Terdapat opsi menggunakan bus atau mobil untuk sampai di Desa Pancasila. Dari Bandara Hasanuddin bisa menggunakan bus yang hanya berangkat jam 7 pagi, itupun lumayan susah dicari. Opsi lain bisa charter mobil atau menggunakan travel jauh – jauh hari. Selain itu dapat juga menggunakan bus jurusan Dompu dilanjutkan bus menujuju Calabai dan dilanjutkan dengan naik ojek menuju Desa Pancasila.

Perjalanan dari Bima ke Desa Pancasila menghabiskan waktu antara 6 – 7 jam menggunakan kendaraan pribadi. Desa Pancasila merupakan desa terakhir dengan ketinggian 600 mdpl di kaki Gunung Tambora. Terdapat lapangan dimana basecamp Desa Pancasila berada.

Selain registrasi, basecamp Desa Pancasila juga menyediakan pondok untuk para pendaki bermalam sementara. Terdapat 3 unit pondok dengan model rumah panggung dengan tarif Rp. 100.000 per malam dengan fasilitas kamar mandi umum dan tempat menjemur pakaian. Pondok ini bisa menampung 4 orang.

Basecamp Desa Pancasila dikoordinir oleh Bapak Saiful Bahri atau dikenal dengan nama Bang Ipul. Bang Ipul mengkoordinir porter, guide, dan ojek yang dilakukan penduduk sekitar Desa Pancasila. Bang Ipul juga memiliki koleksi buku – buku yang membahas tentang Gunung Tambora seperti flora dan fauna, sejarah, informasi Gunung Tambora dan sebagainya. Di basecamp juga menyediakan pernak – pernik cinderamata seperti kopi Tambora, pin, gantungan kunci, kaos dan sebagainya.

Basecamp – Pos 1
Perjalanan menuju Pos 1 dari Basecamp akan menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam berjalan kaki. Namun, kamu bisa menghemat waktu hingga 30-45 menit dengan menggunakan ojek dari basecamp. Jalan dari basecamp menuju Pos 1 cukup jauh, susah dan becek apabila hujan. Tarif menggunakan ojek yaitu Rp. 50.000 – Rp.100.000 sesuai hasil negosiasi. Ojek akan mengantar sampai ke pintu hutan atau tangga beton menuju Pos 1.

Dari tangga beton menuju Pos 1 jarak tidak terlalu jauh. Jalur berupa tanah padat datar dan tidak terlalu sulit. Pos 1 memiliki ketinggian 1.200 mdpl berupa lahan datar yang cukup luas dengan shelter yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat. Terdapat sumber air di Pos 1 ini.

Pos 1 – Pos 2
Perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 akan ditemani dengan jalan rapat dan sempit hingga terkadang harus menebas rerumputan yang tinggi. Pos 2 berada pada ketinggian 1.280 mdpl. Pos 2 berupa lahan datar dan tidak rata sehingga nampak sempit dan hanya bisa untuk mendirikan 2 tenda saja. Terdapat shelter untuk beristirahat.Terdapat juga sumber air dan sungai di Pos 2 ini. Untuk mengambilnya kamu harus turun sejauh 15 meter tidak jauh dari lokasi pos. Selain itu, arah sungai ini juga merupakan arah menuju Pos 3.

Pos 2 – Pos 3
Dari Pos 2 dilanjutkan dengan menyebrangi sungai kecil dan naik keatas untuk melanjutkan perjalanan ke Pos 3. Terdapat jalur yang cukup lebar dan licin jika basah. Jalur menuju Pos 3 lumayan rapat dan banyak ditemukan tumbuhan pakis.

Pos 3 berada pada ketinggian 1.600 mdpl dengan lahan yang paling luas selama pendakian Gunung Tambora dan mampu menampung 10 – 15 tenda. Terdapat 1 shelter untuk beristirahat, sumber air dan binatang babi hutan yang seringkali melewati daerah ini. Bisa dibilang disinilah tempat penyergapan babi terhadap para pendaki. Seringkali babi akan mencuri makanan para pendaki dan menghancurkan barang – barang di sekitar. Jadi waspadalah dalam membawa barang – barang di sekitar tempat ini dan juga ketika bertenda pada malam hari.

Pos 3 – Pos 4
Jika di Pos 3 kita menemui babi hutan sebagai binatang yang dihindari, di perjalanan menuju Pos 4 kita akan menemui jelatang. Jalan menanjak menuju pos 4 ini merupakan tempat tumbuhnya jelatang atau bisa disebut jancukan, api – api atau rengas. Tanaman ini dapat menyengat kulit apabila terkena duri yang ada di daunnya. Tumbuhan jelatang di jalur ini bervariasi dari yang berukuran kecil hingga tinggi 2 meter. Jalan akan kembali terbuka ketika akan sampai di hutan yang rapat dan ditumbuhi pepohonan besar. Pos 4 berada pada ketinggian 1.900 mdpl berupa dataran dengan tanah yang bergelombang dan tidak ada shelter. Pos 4 dikelilingi oleh pohon – pohon besar besar dan tinggi, tempat ini aman untuk beristirahat.

Pos 4 – Pos 5
Perjalanan dari Pos 4 menuju Pos 5 masih rapat dengan pohon serta trek yang menanjak. Jarak antara Pos 4 menuju Pos 5 ini merupakan jarak terpendek selama pendakian Gunung Tambora.

Pos 5 berada pada ketinggian 2.080 mdpl dengan 3 area dan hanya mampu mendirikan 1-2 tenda. Dari Pos 5 kita sudah bisa melihat puncak Gunung Tambora. Terdapat sungai kecil yang akan mengalirkan air pada saat musim hujan yaitu dengan turun sejauh 30 meter di bawah. Air yang kita dapat disini tidak sebersih air di Pos 3 dan sumber air ini merupakan sumber air terakhir selama pendakian. Carilah air bersih yang menetes tak jauh dari gua atas sungai. Jalan menuju sungai dalam keadaan kering dan merupakan jalan pendakian menuju puncak.

Pos 5 – Bibir Kaldera Gunung Tambora
Perjalanan dilanjutkan dari Pos 5 dengan turun ke sungai dan kemudian menanjak. Kamu akan menemui vegetasi cemara, perdu kecil dan rerumputan. Terdapat lokasi datar yang dapat dimanfaatkan untuk mendirikan tenda di dekat Cemoro Tunggal. Didekat lokasi ini terdapat sebuah in memoriam yang sering disebut kuburan.

Dari Cemoro Tunggal trek akan semakin menanjak. Hanya rerumputan yang mendominasi trek ini. Tidak berlangsung lama dilanjutkan dengan pasir bercampur bebatuan yang akan menyambut dan cukup menguras tenaga hingga sampai di puncak Gunung Tambora. Di area ini ketika kita menghentakkan kaki, kita akan mendengar suara yang menunjukkan terdapat sebuah rongga di dalam Gunung Tambora. Trek pasir didominasi rerumputan akan mengantarkanmu sampai ke bibir kaldera Gunung Tambora.

Kaldera Gunung Tambora memiliki diametar 7 kilometer dengan kedalaman 1 kilometer. Terdapat anak gunung di kawah Gunung Tambora yang bernama Doro Afi To’i yang masih kecil dengan lubang kawah di tengahnya yang sekilas mirip dengan Gunung Tambora.

Bibir Kaldera – Puncak
Untuk menuju puncak Gunung Tambora dari bibir kaldera yaitu dengan mengambil arah kanan dengan trek berupa pasir padat yang cukup berbatu hingga sampai di puncak dengan ketinggian 2.850 mdpl. Puncak Tambora ditandai dengan adanya beton dan tiang bendera serta sebuah in memoriam di sebelahnya. Dari puncak Tambora kita dapat melihat Pulau Moyo, Pulau Sotanda dan kaldera Gunung Tambora. Jika cuaca cerah kita akan dapat melihat puncak Gunung Rinjani dan Gunung Agung di sebelah barat.

Tips Pendakian Gunung Tambora
  1. Pilih musim yang baik untuk mendaki 
  2. Pos 3 dan Pos 5 rawan babi hutan. Untuk mengatasinya, kemasi perlengkapan seperti tenda dan carrier sebelum ditinggalkan dan gantung diatas pohon agar babi hutan tidak dapat menjangkau. Babi hutan tidak hanya menyerang pada malam hari tetapi juga siang hari. Buat api kecil yang aman untuk mencegah datangnya babi hutan. 
  3. Di sepanjang jalan menuju Pos 4 akan menemukan tanaman jelatang yang mencapai 2 meter, gunakan pakaian lengan panjang atau pelindung tubuh untuk menghindarinya. 
  4. Summit bisa dilakukan dini hari maupun siang hari. Terkadang, kabut yang nampak dari bawah tidak selalu menutupi jalur pendakian di puncak. Bahkan pemandangan sunset lebih indah dari pada sunrise. 
  5. Jaga jarak dengan kawah dan jangan dekat – dekat dengan bibir kawah.

Estimasi Pendakian Gunung Tambora
Basecamp – Pintu Hutan menggunakan ojek (45 menit)
Pintu Hutan – Pos 1 (30 Menit)
Pos 1 – Pos 2 (1 Jam 40 Menit)
Pos 2 – Pos 3 (2 Jam)
Pos 3 – Pos 4 (1 Jam)
Pos 4 – Pos 5 (40 Menit)
Pos 5 – Cemoro Tunggal (50 Menit)
Cemoro Tunggal – Bibir Kawah (2 Jam)
Bibir Kawah - Puncak (20 Menit)

0 komentar