Olahraga Trail Running

Trail running atau bisa juga disebut mountain running merupakan jenis olahraga yang terdiri dari running dan hiking. Olah raga ini berbeda dengan olahraga lari dan mendaki biasa. Trail running merupakan olah raga lari yang biasanya dilakukan di gunung dimana trek yang akan dilalui bervariatif yang terdiri dari tanjakan dan turunan ekstrim serta jalan setapak yang bervariasi dari tanah, rumput, kerikil, batu dan lain – lain.

Di Indonesia sendiri olahraga ini lebih ke pengembangan ultralight backpacking yang baru – baru ini mulai populer dikalangan pendaki. Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan trail running tentunya berbeda dengan peralatan pendakian. Peralatan yang digunakan dalam trail running jauh lebih ringan dibandingkan peralatan mendaki gunung.
Baca Juga : Pendakian Ultralight
Apabila olahraga lari biasa yang akan ditemui adalah jalan yang landai di jogging track atau di jalan raya, trail running lebih ke trek pegunungan berupa perbukitan, kebun teh, atau jalur trail lainnya. Sedangkan untuk melakukan trail running adalah diatas 2000 mdpl disebut Sky Running karena ketinggiannya yang dianggap diatas awan jika cuaca mendukung.

Olah raga ini dapat di lakukan di hampir semua gunung dengan trek menanjak dan menurun seperti pada trek gunung pada umumnya. Di Indonesia kegiatan trail running memang masih sepi peminat, namun di negara – negara lain trail running sudah lama booming dan bahkan sudah ada perlombaan trail running.

Peralatan Trail Runnung
1. Sepatu
Sepatu trail running berbeda dengan sepatu mendaki. Sepatu trail running lebih kearah fleksibilitas dengan sol agresif menonjol yang kaku dan dirancang khusus untuk kegiatan trail running. Sepatu ini terdapat midsole senyawa EVA yang biasanya mengandung nilon, plastik lapisan ringan fleksibel untuk melindungi kaki dari tusukan batuan tajam atau lainnya. Karena trek yang akan dilewati lebih bervariasi dibandingkan dengan lari pada trek jalan landai, maka bantalan tidak begitu penting sehingga sepatu memiliki kesan kurang empuk dibandingkan dengan sepatu running. Selain itu sepatu trail running juga lebih rendah yang membuat stabilitas terbaik di medan tidak rata.

2. Baju dan Celana
Saat melakukan trail running gunakan pakaian yang menyerap keringat dan cepat kering (quickdry). Pemilihan pakaian untuk trail running cukup penting. Toko peralatan outdoor seperti consina, rei, maupun eiger sudah menyediakan pakaian quick dry baik itu kaos maupun celana.

3. Tas
Tas yang digunakan untuk mendaki berbeda dengan tas ransel trail running. Tas trail running umumnya memiliki ukuran yang kecil seperti yang digunakan dalam olahraga bersepeda atau hydropack yang berukuran kecil. Tas ini berfungsi meyimpan peralatan seperti air minum, makanan, obat – obatan, dompet, handphone dan lain – lain. Keperluan lain diantaranya topi, buff, kacamata, running jacket juga bisa disimpan disini.

4. Water Bladder / Hydropack
Botol air minum bisa diganti dengan water bladder atau hydropack atau kantung air. Pilihlah kapasitas sesuai sesuai kebutuhanmu. Kapasitas mulai dari 2 liter hingga 3,5 liter.

5. Kotak P3K
Kotak P3K sifatnya wajib. Kegiatan di alam bebas minimal harus membawa kotak P3K untuk mengantisipasi adanya kecelakaan. Bawa juga hypotermia blanket yang terbuat dari alumunium yang dapat dilipat menjadi tipis dan ringan untuk mengantisipasi hipotermia di gunung.

6. Lokasi
Trail running berbeda dengan mendaki. Jika mendaki yang menjadi tujuan adalah puncak, maka trail running hanya menuju titik tertentu sebelum kembali ke titik sebelumnya. Untuk awal trail running bisa melakukan di gunung – gunung dengan trek ringan dan sedang seperti Gunng Papandayan maupun Gunung Rakutak. Sedangkan jika sudah expert bisa melakukannya di jalur Gunung Putri Gunung Gede- Cibodas.

7. Jaket
Kondisi gunung yang berubah – ubah mengharuskan peserta trail running melakukan persiapan ekstra. Oleh sebab itu diperlukan jaket berkategori lightweight untuk menghadapi perubahan cuaca. Jaket ini tidak hanya bisa digunakan untuk trail running namun juga untuk mendaki.

0 komentar