"Mencari Barengan" dalam Mendaki Gunung

Semakin ramainya kegiatan pendakian saat ini adalah dampak dari banyak promosi – promosi pendakian baik dari film, website, blog, forum, hingga sosial media. Promosi – promosi tersebut sukses mengubah paradigma gunung yang dulunya hanya dinikmati organisasi pecinta alam menjadi tempat wisata untuk semua kalangan. Tak tanggung – tanggung orang – orang umumpun dengan pengalaman yang sangat minim bisa melakukan pendakian.

Seiring berjalannya waktu forum – forum pendakian pun juga mulai terbentuk dan semakin ramai dengan anggota – anggota dari berbagai macam usia. Di forum pendakian yang umumnya ramai di sosial media seperti facebook, para pendaki dapat sharing mengenai pengalaman, berbagi informasi, bersilaturahmi antar member, berdiskusi dan melakukan pendakian bersama serta tak jarang juga “mencari barengan” mendaki.

Mencari barengan di grup facebook memang sudah tak aneh lagi. Banyak dari para pendaki menemukan teman baru sesama pendaki. Munculnya “mencari barengan” tak lepas dari sulitnya mencari teman yang sama – sama senggang, sama – sama mau meluangkan waktu dan uangnya serta mau diajak nanjak. Umumnya, ketika mencari barengan, para pendaki tersebut tak mengenal satu sama lain. Baru setelah melakukan komunikasi via sosmed, mereka akan sedikit tau partner yang akan diajak mendaki walaupun hanya sekedar dari sosial media. Ada kelebihan dan juga kekurangan ketika mencari barengan di sosial media.

Kelebihannya adalah akan menemukan teman baru yang pasti akan lebih memberi sensasi dibandingkan mendaki dengan teman yang sudah kita kenal sebelumnya. Ketika punya planning mendaki biasanya kita juga harus mencari partner setidaknya dua hingga tiga orang untuk mendaki. Dan terkadang sulit juga ketika mencari teman yang sama – sama luang, sama – sama memiliki uang untuk mendaki, dan sama – sama ingin mendaki. Dan ketika tidak menemukan teman untuk mendaki salah satu solusinya adalah mencari barengan. Dengan mencari barengan kita dapat berkenalan dengan orang baruyang kita kenal dari internet dan tentunya akan lebih memberi sensai. Namun, ada kelebihan juga pastinya ada kekurangan. Setidaknya ada tiga resiko yang mungkin akan terjadi ketika kita mencari barengan untuk dijadikan partner pendakian :

  • Kamu tidak tau karakter teman sependakianmu
    Mendaki gunung memerlukan persiapan dan koordinasi dengan baik. Persiapan meliputi peralatan, logistik dan kesehatan. Sedangkan koordinasi lebih kearah hubungan komunikasi antar partner pendakian. Komunikasi sangat dibutuhkan dalam sebuah pendakian seperti ketika terserang kelelahan, hipotermia maupaun hal buruk lain. Kurangnya komunikasi akan membuat suatu pendakian menjadi kurang nyaman. Mengingat ketika mencari barengan kita baru saling mengenal via internet, sebaiknya lakukan pengenalan dengan baik. Kenali karakter partner yang akan diajak mendaki. Ciptakan komunikasi yang baik dan kenyamanan antar anggota sebelum memutuskan untuk mendaki bareng. Hal ini sangat penting mengingat selama pendakian kamu membutuhkan koordinasi satu dengan yang lain.
     
  • Kamu tidak tau persiapan logistik dan kesiapan partnermu
    Berbeda dengan teman yang biasa kita ajak mendaki. Kita akan tau bagaimana teman kita mempersiapkan logistik, peralatan dan kesiapan mendaki. Ketika mengajak teman barengan dari internet kita hanya bisa melakukan komunikasi dari hp dan menanyakan apa saja yang akan dibawa oleh kalian. Jika kalian menemukan partner yang sudah sering mendaki itu tidak terlalu dipermasalahkan, berbeda jika kita berpartner dengan pendaki pemula yang kurang begitu mempersiapkan logistik dan peralatan. Setidaknya lakukan pendekatan dengan baik, diskusikan tentang kesiapan peralatan dan logistik. Bagi rata dan adil mengenai barang yang akan dibawa.
     
  • Kamu tidak tau apakah pertner barenganmu memiliki ketreampilan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) atau tidak
    PPGD cukup penting dalam segala aktifitas outdoor. Setidaknya dalam satu tim pendakian harus memiliki keterampilan PPGD dan membawa kotak P3K. Tanyakan pada teman sependakianmu apakah mereka memiliki pengetahuan akan PPGD atau tidak. Ini sangat penting namun sifatnya opsional untuk berjaga – jaga apabila terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Setidaknya kamu juga harus mengetahui perihal pertolongan pertama dalam keadaan gawat darurat agar tidak menyerahkan sepenuhnya masalah PPGD pada partner yang baru saja kamu kenal.

Mencari barengan memang memiliki plus dan minus tersendiri. Asalkan kamu bisa mengelolanya dengan baik dapat dipastikan pendakian akan lancar. Intinya lakukan komunikasi, persiapkan pendakian dengan baik, kenali partner pendakianmu, ciptakan pendakian yang menyenangkan dengan begitu semoga pendakianmu berjalan lancar dengan partner barumu.

Salam lestari.

0 komentar