Memotret Milky Way Menggunakan Lensa Kit di Gunung

Memotret Milky Way Menggunakan Lensa Kit di Gunung

Tempat paling ideal dalam memotret milky way adalah di area pegunungan yang jauh dari industri dan pemukiman. Alasannya di area industri dan pemukiman permukaan awannya tertutup oleh polusi udara berupa asap hasil industri, mesin maupun kendaraan bermotor. Berikut ini adalah langkah – langkah memotret milky way menggunakan lensa kit yang murah meriah :

1. Kondisi Gelap
Pastikan kondisi pencahayaan di sekitarmu berada dalam keadaan gelap dan bebas polusi cahaya. Sinar bulan pun dapat dikategorikan sebagai polusi cahaya bila sinarnya terlalu terang. Karena memotret dalam keadaan gelap sangat merepotkan, usahakan membawa alat penerangan seperti senter atau semacamnya. Selain itu putuskan untuk memilih tempat yang pas, biasanya kalau tidak pedesaan, gunung bisa juga pantai. Untuk menangkis hawa dingin gunakan jaket atau baju hangat.
Baca Juga : Tips Membawa Kamera DSLR ketika Mendaki Gunung
2. Gunakan Settingan Manual
Gunakan settingan manual untuk memotret milky way, mode manual biasanya disimbolkan dengan simbol M. Sebenarnya hp pun bisa memotret milky way dengan syarat juga memakai tripod hp dan aplikasi tertentu.

3. Pastikan Milky Way tidak Tertutup Awan
Pastikan milky way yang akan kamu potret tidak tertutup awan dan pastikan langit benar – benar bersih.

4. Wajib Pakai Tripod
Karena kita akan menggunakan slow speed maka kita diwajibkan membawa tripod agar hasil tidak blur akibat goyang pada saat memotret. 

5. Settingan Kamera dan Lensa
Pengaturan untuk memotret milky way menggunakan lensa kit adalah dengan bukaan lensa terlebar dan ISO 800 – 3200. Untuk lensa kit bukaan terlebar ada di f/3,5 pada rentang 18mm. Untuk shutter speed gunakan pada kecepatan 20- 30 detik, karena 30 detik merupakan waktu terlama yang ada di kamera sebelum masuk bulb, rentang 30 detik sudah cukup untuk mengambil foto milky way. Lebih dari itu foto bintang akan membentuk garis (star trail) karena adanya pergerakan pada bintang.

6. Komposisi Foto dan Foreground
Komposisi foto akan menentukan hasil milky way nantinya. Oleh karena itu dianjurkan menggunakan lensa yang lebar agar lebih mudah memasukkan foreground di foto. Foreground disini bisa tenda, pohon, rumah, gunung atau apa saja atau mungkin diri sendiri juga bisa.

7. Jepret
Gunakan shutter release atau aplikasi jepret pada android agar ketika shutter dipencet kamera tidak goyang. Atau kamu juga bisa menggunakan timer untuk menghindari kamera bergoyang. Ingat jangan menyentuh kamera sebelum kamera selesai memotret. Lepas strap kamera agar tidak goyang saat tertiup angin. Gunakan format RAW agar foto maksimal dengan hasil terbaik dan nantinya dapat dengan mudah di edit di software photoshop atau lightroom.

8. Try and Error
Jangan ragu mengulang jepretan sampai dapat jepretan yang pas. Kalau perlu pindah – pindah tempat dan jangan satu posisi saja. Eksplore daerah sekitar anda agar mendapat komposisi terbaik.

Share this:

Disqus Comments