Jas Hujan Untuk Mendaki

Cuaca di gunung baik pada musim hujan atau musim kemarau tidak bisa ditebak. Walaupun musim panas, di gunung juga dapat berpotensi terjadi hujan lokal namun intensitasnya tak sesering seperti pada musim penghujan. Hujan seolah menjadi bencana bagi para pendaki. Selain dapat menyebabkan hipotermia, barang – barang yang dibawa juga akan basah akan terkena air hujan. Oleh karena itu wajib hukumnya dalam setiap pendakian membawa jas hujan untuk menangkal hal tersebut.
Baca Juga : Tips Menghindari Hipotermia
Membawa jas hujan ketika mendaki sifatnya wajib sekalipun pada musim kemarau. Tempatkan jas hujan pada tempat yang strategis di carrier seperti dibagian teratas carrier untuk jaga – jaga ketika terjadi hujan mendadak. Adapun beberapa jas hujan yang sering dipakai para pendaki diantaranya :

  • Jas Hujan Ponco
    Jas hujan ponco atau jas hujan klebet berbentuk jubah dengan belahan samping. Ukurannya bermacam – macam ada yang diperuntukkan satu orang dan ada juga dua orang. Biasanya jas hujan ini digunakan untuk bermotor. Jas hujan ini dapat digunakan sebagai bivak. Jas hujan ini sangat direkomendasikan karena dengan memakai jas hujan ponco, carrier kita juga dapat tertutupi sehingga tidak langsung terkena air hujan walaupun sudah memakai rain cover (rain cover sifatnya menahan sementara, apabila terkena air terus menerus juga bisa basah). Jas hujan ponco juga tidak menempel langsung dengan kulit, jadi ketika kehujanan dan menggunakan jas hujan ponco ini akan ada jarak antara kulit dan jas hujan sehingga mengurangi kemungkinan terserang hipotermia.

  • Jas Hujan Egois
    Entahlah apa penyebutannya tapi biasanya saya menyebutnya dengan jas hujan egois. Jas hujan ini berupa setelan atas bawah yang biasanya juga dipakai untuk berkendara. Jas hujan ini kurang begitu direkomendasikan karena tidak bisa menutupi carrier dan langsung menempel ke badan.
     
  • Jas Hujan Plastik
    Jas hujan plastik biasanya dijual di toko – toko kelontong, indomaret atau alfamart yang sifatnya sekali pakai dan sementara. Biasanya jas hujan plastik ini dibeli ketika kelupaan membawa atau memang sengaja membeli untuk dipakai sekali ketika mendaki. Jas hujan ini gampang robek dan sangat tipis serta kurang direkomendasikan untuk mendaki.

Diatas adalah tipe – tipe jas hujan yang sering digunakan para pendaki. Walaupun jaket gunung juga memiliki sifat water proof tapi apabila terkena hujan lebat pasti juga akan basah. Kalian bisa memilih mana yang paling nyaman dan aman untuk kalian gunakan ketika mendaki. Utamakan keamanan dan keselamatan dalam mendaki. Lebih baik ribet ketika melakukan perencanaan daripada ribet ketika sedang mendaki. Salam lesatari.

0 komentar