Gunung - Gunung Angker di Jawa Tengah

Banyak cerita mengenai kemistisan suatu gunung. Sebagian gunung di Jawa bahkan dikeramatkan. Banyak yang percaya bahwa gunung memiliki penunggu. Adat dan istiadat di gunung harus dipatuhi sebagai bentuk penghormatan “penghuni gunung”. Larangan pun disuarakan bagi para pendaki seperti tidak bicara kasar, dilarang melakukan asusila, larangan mendaki pada hari – hari tertentu hingga melakukan hal – hal tertentu yang akan berakibat buruk bagi si pendaki. Larangan ini bukannya tidak berdasar, penduduk setempat sudah mengenal gunung tersebut jauh sebelum tren mendaki naik daun. Gunung seperti Gunung Agung di Bali bahkan dilarang melakukan pendakian tanpa adanya porter. Hal ini disebabkan banyaknya korban yang tersesat konon “dibelokkan” oleh penunggu gunung, ada juga yang bilang melihat leak di Gunung Agung. Beberapa gunung di Jawa Tengah dianggap angker dan memiliki cerita – cerita mistis. Setidaknya ada 7 gunung di Jawa Tengah yang dikenal angker dan memiliki cerita – cerita mistis, diantaranya :

1. Gunung Merbabu
Gunung Merbabu merupakan gunung yang sangat laris setiap kali pendakiannya dibuka. Dengan lanskap alam yang memanjakan mata berupa sabana yang luas dan pemandangan yang menakjubkan membuat Merbabu menjadi destinasi yang wajib dikunjungi pendaki di Jawa Tengah. Namun dibalik keindahan panorama indah tersebut Gunung Merbabu menyimpan cerita – cerita mistis yang berkembang di masyarakat.

Salah satu cerita mengenai cerita mistis di Gunung Merbabu adanya pendaki yang telah lama meninggal namun membantu menolong para pendaki yang terkena badai. Cerita ini saya dengar ketika melakukan pendakian di pertengahan tahun 2015. Saat itu ada yang bercerita bahwa pernah ada kelompok pendaki yang telah sampai di sabana 1 dan kesulitan membuat tenda karena saat itu sedang kondisi badai dan pendakian sedang sepi – sepinya. Ketika sedang membuka tenda tiba – tiba ada seorang pemuda yang membantunya. Mereka asik membuka tenda dan saling bekerjasama walaupun saat itu sedang badai. Saat membuka tenda salah satu regu pendakian tersebut bertanya pada orang baru yang membantunya dalam membuka tenda. Ia bertanya namanya siapa dan asalnya dari mana. Lalu pemuda itu menjawab namanya sebut saja si Agus dan berasal dari Jakarta. Setelah membuka tenda, si Agus tiba – tiba menghilang. Regu tersebut tidak sempat berterimakasih maupun meminta kontak hp orang yang menolong tersebut. Singkat kata mereka ngecamp, summit attack dan turun ke basecamp Selo.

Setibanya di basecamp mereka bertanya pada petugas basecamp apakah ada yang bernama Agus dari Jakarta yang mendaki pada tanggal tersebut, apakah sudah balik atau belum dan ada kontaknya untuk berterimakasih pada orang tersebut. Di cek lah daftar orang – orang yang mendaki pada hari tersebut. Dan anehnya tidak ada yang mendaki dari rombongan orang Jakarta. Setelah diingat – ingat oleh petugas basecamp, orang tersebut sama persis dengan nama orang yang hilang di gunung merbabu pada tahun lalu.

2. Gunung Ungaran
Gunung Ungaran terletak di Kabupaten Semarang, tepatnya di Kecamatan Bandungan. Di gunung ini juga banyak hal mistis yang terjadi. Saya pernah dengar cerita bahwa bangunan rumah di pendakian Gunung Ungaran tepatnya sebelum kebun teh (jika lewat basecamp Mawar). Disana pernah ada yang mengaku melihat sosok nona Belanda, menggunakan baju warna putih yang lewat ketika mereka sedang duduk – duduk beristirahat. Pendakian tersebut dilakukan dua orang dan kebetulan pada saat itu memang lebih sepi dari biasanya. Kedua pendaki tersebut dilewati nona Belanda, namun mereka tetap diam dan tidak bereaksi ketika dilewati. Barulah ketika nona Belanda tersebut mulai menghilang mereka baru mulai melanjutkan perjalanan kembali.

Sekitar pertengahan 2015 sebanyak 84 pendaki tersesat ketika mendaki Gunung Ungaran. Tersesatnya pendaki ini tidak terlepas dari aura mistis Bukit Gentong salah satu bukit di Gunung Ungaran. Mereka mendaki bukan dari Mawar maupun Medini, melainkan dari Desa Kalisidi jalur tengah antara Mawar dan Medini. Dijalur ini memang terkenal angker dan banyak membuat pendaki tersesat. Benar saja, perjalanan yang sebenarnya dapat ditempuh dua jam perjalanan malah hanya berputar – putar selama delapan jam. Untungnya mereka ditemukan karena mereka tidak membawa perbekalan yang cukup dan alat perkemahan.

3. Gunung Merapi
Lokasi terangker di Gunung Merapi mana lagi kalau bukan Pasar Bubrah. Gunung Merapi dianggap memiliki hubungan dengan Nyi Roro Kidul sebagai penguasa laut selatan Jawa. Gunung Merapi dikenal sebagai gunung yang angker karena konon katanya gunung ini mempunyai kerajaan dedemit. Hal ini dituturkan oleh Mbah Marijan sebagai kuncen Gunung Merapi. Makhluk – makhluk astral tersebut hanya akan menampakkan sesekali saja kepada orang – orang yang mendaki Gunung Merapi.

Pasar Bubrah merupakan dataran sebelum sampai di puncak Merapi dan spot camp terakhir di Gunung Merapi sebelum summit attack ke puncak Merapi. Di Pasar Bubrah ini, dipercaya setiap malam Jum’at akan terdengar ramai ketika malam hari layaknya pasar malam. Suara gamelan dan gending Jawa akan terdengar walaupun tidak terlalu keras. Keramaian juga akan terdengar dengan suara gaduh deru angin gunung. Kejadian ini akan semakin menghilang ketika matahari mulai menampakkan dirinya.

Ada yang menuturkan pernah melihat orang – orang yang turun untuk pergi ke Pasar Selo untuk berbelanja. Orang – orang tersebut diketahui memang bukan dari makhluk manusia melainkan makhluk halus yang berwujud manusia. Ada juga bule yang bercerita bahwa pernah melihat orang – orang berpakaian adat Jawa dengan menggunakan kuda melewati Pasar Bubrah.

Salah satu teman saya pun ada yang bilang bahwa antara Ungaran, Merbabu dan Merapi memiliki sebuah lorong astral yang tidak bisa diliat oleh orang biasa. Lorong tersebut menjadi penghubung dunia gaib. Pernah disuatu hari dilakukan percobaan. Tiga rombongan mendaki gunung masing – masing ke Ungaran, Merbabu dan Merapi. Mereka berjanjian untuk membunyikan lonceng tepat pada pukul 12 malam. Selanjutnya mereka mendaki dan summit hingga tepat 12 malam ketiga regu pendakian sampai di ketiga gunung tersebut. Tepat pukul 12 malam mereka membunyikan lonceng selama kurang lebih 10 menit. Dan apa yang terjadi? BMKG mencatat ada gempa kecil yang terjadi di sekitar Jogjakarta. Entah hal tersebut terjadi karena lonceng, sebuah kebetulan atau tidak itu hanyalah sebuah misteri.

4. Gunung Lawu
Gunung Lawu sangat dikenal para peziarah terutama penganut ajaran Kejawen. Gunung ini dikenal sebagai tempat meninggalnya raja Majapahit, Brawijaya V. Dipercaya Brawijaya V moksa atau mati tanpa meninggalkan jasad di Gunung Lawu. Konon disini juga ada Pasar Setan layaknya Pasar Bubrah di Gunung Merapi. Jika kamu mendengar suara “Arep tuku apa mas / mbak?” yang artinya “Mau membeli apa mas / mbak?” maka sebaiknya kamu membuang uangmu berapapun nilainya. Lalu petik atau ambillah sesuatu di gunung tersebut layaknya kamu membeli sesuatu. Jika tidak, konon kamu akan mendapat masalah di Gunung Lawu.

Di Gunung Lawu ada pantangan menggunakan baju warna hijau karena dipercaya warna hijau adalah warna busana dari penguasa laut selatan Jawa yakni Nyai Roro Kidul. Selain itu jangan mendaki Gunung Lawu dengan jumlah ganjil karena akan mendatangkan kesialan. Gejala mistis lain yang sering dirasakan para pendaki adalah suara gamelan di sekitar puncak serta penampakan candi – candi khas Majapahitan serta hantu pocong.

5. Gunung Sindoro
Gunung Sindoro terletak di Temanggung yang konon memiliki kemiripan lanskap dengan Gunung Sumbing yang berada di Temanggung dan Wonosobo. Terdapat larangan untuk tidak mendaki gunung ini pada pasaran Wage dan Selasa Kliwon. Hal yang menjengkelkan di Sindoro adalah adanya “pedhut ireng” atau kabut hitam yang seringkali membuat pendaki tersesat. Hal lain yang diwanti – wanti tetua desa di jalur Sigedang adalah untuk menghindari berurusan dengan ular. Karena ada kejadian seorang pendaki membunuh ular, dia lalu dikeroyok oleh ribuan ular.

6. Gunung Sumbing
Gunung Sumbing terletak di Wonosobo dan Temanggung Jawa Tengah. Menurut cerita yang beredar, antara pos 1 dan pos 2 dipercaya ada raja raksasa penunggu Sumbing. Masyarakat sekitar sangat menjaga lokasi jembatan ini. Selain itu di Pasar Watu konon ada wanita gaib yang bernama Sundel Bolong. Entah itu mirip seperti di film yang diperankan Suzanna atau tidak.

7. Gunung Slamet
Banyak yang menganggap bahwa Gunung Slamet merupakan gunung paling angker di Indonesia. Gunung tertinggi kedua di pulau Jawa ini mempunyai cerita bahwa apabila gunung ini meletus maka pulau Jawa akan terbelah menjadi dua. Puncak Slamet bernama Puncak Surono. Menurut cerita Surono adalah seorang pendaki yang terpeleset ke jurang Gunung Selamet tersebut.

Jalur pendakian Bambangan dianggap sebagai jalur paling sakral dan merupakan awal memasuki kerajaan gaib Gunung Slamet. Terdapat dua pohon besar yang tampak seperti gerbang seakan menyambut para pendaki. Setelah itu kita akan masuk pos 2 yang bernama Samarantu (konon berasal dari kata samar dan hantu artinya hantu yang tidak terlihat). Para pendaki sangat menghindari bertenda disini karena dari cerita yang beredar banyak pendaki yang diganggu oleh makhluk gaib ketika bertenda disini.

Jalur Guci juga memiliki cerita tersendiri. Cerita yang beredar di sekitar Plawangan ada makhluk kerdil yang berkeliaran. Dari cerita yang ada, makhluk kerdil tersebut dipercaya berasal dari pendaki yang tersesat. Untuk menghindari kelaparan ia kemudian memakan daun – daunan layaknya hewan. Lama kelamaan pendaki tersebut kehilangan jati dirinya sebagai manusia dan bertindak layaknya hewan. Makhluk kerdil tersebut ketakutan melihat para pendaki. Seringkali ketika para pendaki mendirikan tenda, bekas makanan yang tercecer di luar tenda akan diambil oleh makhluk ini tanpa disadari si pemilik tenda.

Di sekitar tempat ini juga terdapat mata air yang bisa diminum. Namun untuk mengambilnya kita perlu membawa kemenyan yang dibakar kemudian mengucapkan bacaan – bacaan tertentu. Gunung Slamet seringkali didatangi pencari pesugihan. Ada sebuah tempat di Gunung Slamet yang dipercaya bisa mendatangkan berkat bagi pengunjungnya.

Terlepas kita percaya atau tidak mengenai cerita dan mitos diatas, kita anggap saja hanya hal tersebut sekedar pengetahuan. Pandangan masing – masing individu mengenai hal – hal gaib berbeda – beda. Ambil sisi positifnya, usahakan tetap berlaku sopan di gunung. Hormati adat setempat dan jangan langgar pantangan yang diberikan. Salam lestari.
Blogger
Disqus

No comments