Bisnis Penyewaan Peralatan Pendakian

Maraknya kegiatan pendakian terutama dikalangan para mahasiswa menjadi salah satu ladang bisnis yang menggiurkan. Bisnis seperti opentrip, jual beli alat outdoor maupun rental peralatan pendakian menjadi salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan dari adanya animo pendakian yang kian hari kian meningkat. Usaha rental peralatan pendakian saat ini semakin menjamur terutama di kota – kota besar terlebih melihat harga peralatan pendakian yang bisa dibilang mahal. Lihat saja harga sendal outdoor dengan harga Rp. 150.000 belum lagi tenda, cerrier, sleeping bag dan peralatan lain yang tentunya sangat mahal dan tidak terjangkau bila ingin dibeli semua. Adanya permasalahan ini dapat dimanfaatkan untuk membuka bisnis rental peralatan pendakian.

Calon konsumen dalam bisnis ini adalah organisasi penggiat alam dan para pendaki yang belum berani membeli barang – barang outdoor. Sedikit banyak adanya rental peralatan pendakian telah membantu para pendaki yang belum memiliki barang – barang pendakian dan menumbuhkan maraknya aktifitas pendakian.

Usaha penyewaan alat outdoor ini sangat cocok bagi kalian yang memiliki banyak peralatan mendaki namun memiliki rencana untuk mengurangi kegiatan pendakian atau pralatannya sedang menganggur. Bayangkan saja sekali beli peralatan pendakian, kita dapat menyewakan berulang kali dan sangat mungkin balik modal dalam waktu yang relatif cepat. Resiko menyewakan barang pendakianpun tidak terlalu besar mengingat segala kerusakan pada barang ditanggung penyewa. Selain itu, para pendaki dapat dipercaya karena umumnya mereka sudah mengetahui seluk beluk peralatan pendakian.

Harga sewa peralatan pendakian biasanya dihitung permalam atau 24 jam. Harganya bervariasi, dome dengan kapasitas 2 orang biasanya disewakan dengan harga Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000 per malam, sedangkan harga dome dengan kapasitas 2 orang seharga Rp. 200.000. Jadi tinggal diperkirakan berapa kali sewa untuk bisa balik modal selebihnya bisa digunakan untuk perawatan dan penambahan peralatan.

Untuk jaminan peminjaman biasanya menggunakan KTP, SIM atau kartu mahasiswa. Intinya adalah kepercayaan masing – masing pihak. Modal untuk membuka rental yaitu 2 buah tenda, 2 buah matra, 1 carrier, nesting, sleeping bag dan 1 kompor gas. Untuk tambahan kalian bisa meminjam peralatan pendakian temanmu yang tidak terpakai sebagai backup dari peralatanmu apabila permintaan sedang banyak banyaknya. Gunakan sistem bagi hasil untuk peralatan yang kalian dapat dari meminjam punya teman. Seiring berjalannya waktu kalian bisa menambah alat – alat yang disewakan serta merambah jual beli peralatan outdoor.
Baca Juga : Membuka Acara Open Trip Pendakian
Penyewaan peralatan pendakian juga dapat merangkap sebagai penjualan barang – barang pendakian yang terbilang ekonomis seperti sendal, buff, hammock, matras, kompor outdoor atau peralatan lain yang terbilang terjangkau. Sebagai alternatif bisa juga membuka toko online dengan menumpang di situs seperti bukalapak dan tokopedia agar bisnisnya semakin luas jangkauannya.

Pemasaran Usaha Penyewaan Alat Pendakian
Ada beberapa cara pemasaran untuk membuat penyewaan alat pendakian dikenal orang seperti promosi antar mulut, melalui sosial media, mengadakan open trip, mengirim proposal kerja sama dengan sekolah atau instansi seperti pramuka atau organisasi yang sering melakukan kegiatan outdoor, menyebar brosur dan lain – lain.

Selain itu kita juga bisa membuat blog pendakian untuk menjangkau kalangan yang lebih luas lagi bahkan hingga luar daerah. Biasanya para pendaki pemula akan searching terlebih dahulu mengenai tempat penyewaan outdoor yang dekat dengan mereka atau bahkan dekat dengan gunung yang akan didaki. Merekalah yang akan menjadi target pemasaran penyewaan peralatan pendakian. Untuk lokasi pilih tempat sestrategis mungkin seperti di alun – alun, pusat kota, area kampus, atau tempat – tempat yang mudah dijangkau. Bisa juga di dekat terminal atau stasiun untuk menjangkau para pendaki dari luar kota serta didekat basecamp pendakian untuk backup para pendaki yang lupa membawa barang – barang tertentu atau tidak mau repot membawa barang dari jauh. Berikan papan nama atau banner serta penunjuk arah yang mengarah pada rental peralatan pendakianmu.

Hal – Hal yang Perlu diperhatikan Ketika Membuka Rental Peralatan Pendakian
1. Peraturan Penyewaan
Resiko bisnis penyewaan ini adalah kerusakan barang, hilang dan yang lebih parah adalah dicuri konsumen. Mengingat harga peralatan pendakian yang tergolong mahal, para pemilik penyewaan biasanya memberikan peraturan tegas mengenai peraturan penyewaan. Waktu pengambilan dan pengembalian biasanya sangat ketat dan mutlak termasuk jaminan penyewaan. Begitu pula penggantian barang yang rusak atau hilang, ditentukan denda yang dibebankan kepada penyewa. Jadi sebelum melakukan transaksi berikan penjelasan mengenai aturan penyewaan barang.

2. Pengecekan Sebelum Penyeraahan dan Pengembalian
Selalu lakukan pengecekan baik sebelum menyerahkan barang ketika menyewa dan pengembalian barang. Pemeriksaan biasanya dilakukan dengan disaksikan pihak rental dan penyewa sebelum barang diserahkan. Hal ini mengingat peralatan yang dimiliki cukup banyak dan meminimalisir adanya kesalahan dalam penyewaan barang seperti kerusakan atau hal – hal lain.

3. List Barang yang Ingin Disewa
Buatlah banner softfile dan hardfile baik berupa selebaran ataupun gambar banner dalam bentuk file untuk disebar di sosial media dan ditempatkan di tempat penyewaan. Hal ini untuk mempermudah penyewa melihat barang yang tersedia dan harga yang diberikan. Dalam banner sertakan list barang, harga, kontak yang bisa dihubungi, dan peraturan penyewaan.

4. Diskusikan Penyewaan Barang Sebelum Menyewa
Sertakan kontak yang dapat dihubungi agar penyewa dapat menanyakan barang – barang yang akan disewa. Lakukan pendiskusian sebelum booking sehingga kamu bisa mempersiapkan apa saja yang akan disewa dan mengecek ketersediaan barang.

5. Sesuaikan Barang yang Akan Disewa dengan Tujuan Pendakian
Ada baiknya kamu memiliki pengalaman mendaki dan informasi mengenai tempat yang akan dituju si penyewa agar kamu dapat merekomendasikan apa saja yang akan disewa menyesuaikan tempatnya. Sebagai contoh menyewa tenda untuk digunakan di pantai biasanya menggunakan dome berkapasitas sedang bukan dome berkapasitas besar karena area pantai memiliki angin yang besar serta pasak tidak bisa bertahan lama di daerah berpasir. Contoh lain adalah area gunung seperti Gunung Ungaran semestinya menggunakan dome bertipe sedang karena kontur tanahnya lumayan sempit. Maka dari itu kalau bisa sebelum memutuskan untuk membuka rental peralatan pendakian sebaiknya memiliki pengetahuan mengenai pendakian.

6. Perawatan
Lakukan perawatan barang – barang yang sudah selesai disewa dan apabila telah rusak gantilah. Anggarkan keuntungan dari bisnismu untuk melakukan perawatan peralatan pendakian. Informasikan juga kepada konsumen mengenai cara merawat barang ketika menggunakannya dan beritahu agar mengembalikan barang masih dalam kotor setelah disewa. Karena jika mereka membersihkan sendiri mungkin malah berakibat mengurangi umur dari peralatan tersebut apabila salah dalam membersihkan.

7. Perhatikan Kualitas
Umumnya para pendaki memiliki pengetahuan mengenai brand alat outdoor. Sebisa mungkin sediakan alat – alatmu dari brand – brand terkenal minimal brand lokal seperti rei, consina, cozmeed, eiger dan lain – lain. Selain kualitasnya yang bagus, dengan barang – barang yang branded akan lebih membuat para penyewa menaruh perhatian lebih pada rentalmu daripada rental outdoor lain.

Barang – Barang yang Umumnya Disewakan
Berikut ini adalah list dan penjelasan barang – barang yang sering disewa. Kamu dapat mempersiapkan barang – barang ini apabila kamu berniat untuk membuka rental penyewaan peralatan pendakian.

1. Tenda Dome
Dome adalah benda terpenting dalam persewaan alat pendakian. Umumnya dome dilihat dari kapasitas dan tipenya (single layer atau double layer). Dome yang paling sering disewa adalah kapasitas 4 orang, maka dari itu sediakan lebih banyak dome dengan kapasitas ini. Untuk harga sewa dome kapasitas 4 orang biasanya adalah Rp. 20.000. Harga dome biasanya dibanderol dengan harga Rp. 300.000 hingga Rp. 800.000 sesuai merknya. Ketika meminjamkan cek barangnya dan ketika mengembalikan cek ulang kondisi tenda seperti frame dan kelengkapan tenda. Biasanya yang sering terjadi kehilangan adalah pasak. Dan yang sering rusak adalah frame yang patah akibat terkena badai. Terakhir cuci tenda setelah disewakan.
Baca Juga : Bisnis Toko Peralatan Pendakian
2. Sleeping Bag
Sleeping bag juga tak kalah penting bila dibandingkan dengan dome. Perhatikan kualitas sleeping bag dan usahakan jangan sampai tembus oleh hawa dingin. Bersihkan sleeping bag setelah disewa dengan mencucinya.

3. Matras
Penyewaan matras biasanya dihargai Rp. 5.000 per matras. Sediakan banyak matras karena umumnya satu orang membutuhkan satu buah matras.

4. Kompor Mini
Penyewaan kompor biasanya satu set dengan gas kaleng. Lakukan pengecekan pada kompor dan kalengnya. Pastikan banyak persediaan kaleng pada rentalmu karena umumnya kompor dan kaleng adalah barang yang sering dipinjam.

5. Tas Carrier
Penyewaan carrier biasanya berkisar Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000. Tas carrier disediakan satu paket dengan rain cover.

Dari rincian diatas bisa difikirkan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk membuka sebuah rental alat outdoor. Peluangnya cukup besar apalagi pada kota – kota yang dekat dengan area pendakian. Bisnis ini lumayan menggiurka, bisnis ini juga memiliki resiko yang kecil karena kita dapat mempergunakan barang milik teman dengan cara bagi hasil sebelum mengembangkan lebih serius. Jika usaha rentalmu sudah berjalan perlebar usahamu dengan bekerjasama dengan basecamp atau dengan menjual barang – barang outdoor.

Bisnis ini juga bersifat fluktuatif, artinya ada saat dimana ramai dan ada saat sepi. Pada akhir pekan bisnis ini akan sangat membludak dan mungkin akan kehabisan stok peralatan. Namun pada musim penutupan pendakian umumnya dilakukan pada bulan – bulan di musim penghujan, penyewaan akan sepi karena sebagian gunung ditutup. Maka dari itu perlu adanya trik untuk mensiasatinya seperti memberikan promo, melakukan open trip atau membuat paket hemat. Bisnis ini masih sedikit yang bermain kecuali di area sekitar kampus yang sekarang mulai tumbuh, maka dari itu kalian dapat memanfaatkan peluang ini.

0 komentar