5 Hewan Liar Yang Akan Kamu Temui Ketika Mendaki

5 Hewan Liar Yang Akan Kamu Temui Ketika Mendaki

Hutan di gunung – gunung yang ada di Indonesia masih menyimpan banyak satwa liar yang dilindungi. Keberadaan mereka sebagian ada yang mengganggu namun sebagian besar tidak mengganggu. Tak jarang para pendaki berpapasan dengan hewan – hewan ini. Berikut adalah beberapa hewan liar di gunung yang sering ditemui para pendaki :

1. Monyet
Beberapa gunung di Indonesia masih terdapat monyet liar dengan habitat di gunung – gunung yang tidak terlalu tinggi. Mereka banyak ditemukan di hutan gunung yang lebat. Sangat jarang ditemui monyet di gunung – gunung yang tinggi karena gunung yang tinggi identik dengan pohon yang jarang. Mereka hidup di hutan – hutan yang lebat dan seringkali menampakkan diri kepada para pendaki. Bahkan sering kali mereka meminta makanan kepada para pendaki. Mereka umumnya hidup berkelompok dan jarang ditemukan hidup sendirian. Salah satu gunung yang masih terdapat habitat monyet adalah gunung Rinjani.

2. Babi Hutan
Populasi babi hutan masih lumayan banyak di gunung – gunung di Indonesia. Berbeda dengan monyet yang tidak mengganggu para pendaki, babi hutan seringkali menyerang para pendaki terutama yang mendekati wilayah teritorial mereka atau babi hutan betina yang sedang bersama anaknya. Biasanya sarang babi hutan tidak berada di sekitar jalur pendakian. Berhati – hatilah bila kamu membawa makanan ketika bertenda. Penciuman babi sangat tajam dan seringkali babi hutan berusaha mengoyak atau menggigit tenda hanya untuk mencuri makanan yang ada di dalam tenda. Gunung yang masih terdapat babi hutan diantaranya Sindoro, Ciremai dan Semeru.

Baca Juga : Cara Menghindari Babi Hutan di Gunung


3. Pacet
Hewan yang satu ini sudah familiar bagi para petualang. Pacet biasanya hidup di hutan – hutan yang lembap dan berlumpur. Pacet menyerang pendaki dengan menghisap darah di kulit. Pacet biasanya ditemukan bergelantungan di daun atau pucuk dari rerumputan.

4. Burung
Burung yang kerap kali ditemui pendaki adalah burung jenis jalak. Namun burung jenis lain seperti elang dan rajawali juga kerap kali ditemui para pendaki tapi sangat jarang sekali. Burung jalak dapat ditemui di Gunung Lawu. Bahkan seringkali burung jalak ini seolah memandu para pendaki. Burung jalak Gunung Lawu berwarna abu – abu dengan kaki berwarna kuning. Burung ini juga dapat ditemui di Gunung Sindoro dan Sumbing.

5. Tikus
Tikus banyak ditemui di pos atau shelter pendakian. Tikus biasanya mencari sisa makanan dari para pendaki. Tikus gunung biasanya lebih berani dan tak takut untuk memperlihatkan diri kepada para pendaki. Mereka tidak takut mendekati tenda untuk mencari sisa – sisa makanan.

Kelima hewan diatas adalah hewan yang paling sering ditemui para pendaki. Sebenarnya masih ada hewan lain seperti serigala, macan, rusa, trenggiling dan hewan – hewan lain namun hal tersebut sangat jarang sekali ditemui. Hal ini dibuktikan oleh jejak – jejak kaki hewan – hewan tersebut yang dikenal para pendaki. Jika kamu menemui hewan – hewan tersebut, jangan terlalu takut hewan tersebut tidak mengganggu apabila kita tidak mengusik wilayah teritorial mereka. Sekian, salam lestari.

Share this:

Disqus Comments