Tips Menjadi Leader dan Sweeper Pendakian

PERAN SEORANG LEADER DALAM PENDAKIAN
Menjadi seorang leader pendakian memang tidak mudah. Walaupun kamu memiliki segudang pengalaman dalam dunia pendakian belum pasti kamu bisa menguasai skill dalam memandu sebuah tim pendakian. Diperlukan soft skill agar kamu bisa menjadi leader pendakian yang di hormati oleh seluruh anggota pendakianmu.

Leader pendakian bukan hanya masalah bagaimana menjaga tim pendakian agar sampai ke puncak, namun juga harus bisa bertanggung jawab atas keselamatan, kekompakan dan keberhasilan pendakian hingga selamat sampai rumah. Terlebih kamu harus memimpin tim pendakian yang didominasi para pendaki pemula, skill leaderhip terutama dalam hal komunikasi sangat diperlukan untuk memberi semangat para pendaki pemula selama pendakian.

Leader pendakian bertugas memimpin sebuah kegiatan pendakian dari awal mendaki hingga selamat sampai ke rumah masing – masing dan berada di paling depan dalam sebuah rombongan pendakian. Untuk menjadi leader pendakian harus memiliki beberapa kriteria diantaranya :
  • Kuat fisik 
  • Memahami jalur pendakian (sudah pernah mendaki gunung yang akan didaki) 
  • Mampu memberikan motivasi 
  • Mampu membuat perencanaan dan dapat beradaptasi dengan situasi apapun selama kegiatan pendakian berlangsung 
  • Bisa menghidupkan suasana 
  • Penyabar 
  • Memiliki pengetahuan luas akan kegiatan pendakian 
  • Memiliki tanggung jawab 
  • Tidak egois dan mau mendengar dan menerima masukan
Berikut ini ada beberapa tips untuk kamu seorang leader pendakian. Simak beberapa tips berikut ini :

1. Tentukan gunung yang akan didaki sesuai kemampuan timmu
Perhatikan kemampuan timmu sebelum memutuskan mendaki gunung. Jangan sampai kamu mengajak para pendaki pemula ke gunung – gunung yang tergolong sulit didaki.

2. Tentukan jumlah anggota
Jika kamu masih tergolong pemula, usahakan untuk menangani anggota pendakian yang sedikit saja kira – kira antara 4 sampai 5 anggota saja. Bila kamu kurang memiliki soft skill leader, hindari memiliki banyak anggota, karena itu berarti kamu akan memiliki tanggung jawab lebih besar termasuk dalam keselamatan anggota pendakian selama kegiatan pendakian berlangsung.

3. Utamakan kesetaraan dan solidaritas anggota tim
Bila kamu menjadi leader pendakian, junjunglah kesetaraan dalam diri anggota pendakianmu. Bagi rata beban pendakian secara adil. Ingat, adil bukan berarti sama rata. Sesuaikan fisik tiap pendaki sebagai pedoman pemerataan beban pendakian. Disini, sebelum melakukan pendakian kamu harus mengobservasi dahulu bagaimana individu – individu dalam kelompok pendakianmu baik itu secara fisik maupun mental.

4. Bangun Jiwa Kepemimpinanmu
Menjadi seorang pemimpin bukan melulu kamu harus menyuruh ini itu sesuai instruksi yang kamu berikan. Berdiskusilah dengan teman – temanmu. Komunikasikan segala sesuatu hal sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu. Dengan begitu anggotamu akan merasa dihargai dan didengarkan saran maupun kritikan. Ambil keputusan dengan tepat dan jangan sampai menyakiti hati anggotamu. Buatlah tim yang solid dalam sebuah pendakian. Dengan melibatkan anggota secara langsung, kamu maupun anggotamu akan mendapatkan lebih banyak pelajaran dan pengalaman berharga dalam pendakian.

5. Lakukan komunikasi dengan baik kepada setiap anggotamu
Sering – seringlah berkomunikasi kepada teman – temanmu agar mereka terbuka dalam segala hal. Jangan sampai ada yang memendam rasa ketidakpuasan kepadamu atau kepada anggota lain. Sebagai leader kamu harus bertindak secara adil, jadilah penengah apabila ada ketegangan. Yang paling sering terjadi pada para pendaki pemula adalah mereka memaksakan fisik dalam mendaki. Jangan sampai mereka kelelahan berlebihan. Selalu tanyakan kepada anggotamu untuk melakukan break setiap kali ada yang kecapekan.

6. Biarkan anggotamu melakukan kesalahan
Sesekali biarkan anggotamu melakukan kesalahan, jangan serta merta menjudge anggotamu yang terbilang pemula tentang kesalahan mereka sebagai contoh dalam pendirian tenda. Biarkan mereka melakukan trial and error. Dengan begitu mereka akan belajar atas kesalahan mereka sendiri.

7. Untuk beberapa hal kamu harus tegas
Kamu harus benar – benar memperhatikan anggotamu. Bertindaklah tegas terhadap beberapa hal apabila anggotamu melakukan sesuatu hal yang terlarang seperti buang sampah sembarangan, merusak tanaman, ataupun menjarah bunga edelweis. Kamu harus bisa memilih mana yang perlu untuk bertindak tegas, mana yang harus kamu biarkan.

PERAN SEORANG SWEEPER DALAM PENDAKIAN
Terbalik dengan leader pendakian, sweeper merupakan orang yang berada di paling belakang dalam pendakian. Sweeper bertugas untuk memastikan keberadaan seluruh anggota. Untuk itu ada beberapa kriteria menjadi seorang sweeper, diantaranya :
  • Extra sabar 
  • Memiliki kekutan fisik terutama untuk menyalip rekannya yang berada di depan untuk menginformasikan segala sesuatunya 
  • Memiliki rasa kepedulian yang tinggi pada teman sependakian 
  • Bisa membaca situasi 
  • Mampu memotivasi 
  • Mampu menghidupkan suasana 
  • Memastikan tidak ada yang tertinggal maupun kelelahan berlebihan selama pendakian
Antara leader dan sweeper harus bisa berimbang dan mampu berkolaborasi. Leader dan sweeper diharapkan mampu memberi arahan kepada teman – temannya terutama pada pendaki pemula. Untuk itu keduanya harus memiliki pengetahuan dan informasi mengenai pendakian dan gunung yang terkait. Sekian pengetahuan tentang leader dan sweeper dalam kegiatan mendaki gunung. Semoga info ini bermanfaat. Salam lestari.

0 komentar