Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Gunung

Kegiatan outdoor memiliki berbagai resiko kecelakaan yang bisa menimpa para pendaki kapan saja. Untuk itu diperlukan persiapan untuk meminimalisir adanya resiko kecelakaan. Namun apabila terlanjur terjadi tentunya kita harus melakukan pertolongan pertama kepada korban yang mendapat bencana. Pengetahuan akan pertolongan pertama sangat dibutuhkan untuk para pendaki sebelum ada tim medis yang menjemput. Berikut ini adalah langkah – langkah pertolongan pertama ketika terjadi musibah di gunung.
  • Jangan panik
    Tetap tenang dan jangan panik. Fikirkan dengan kepala dingin dan jangan gegabah. Fikirkan apa yang akan kamu lakukan selanjutnya untuk menolong korban.
     
  • Kenali penyebab dan gejala yang terjadi pada korban
    Sebagai contoh korban terkena hipotermia, kamu harus tau terlebih dahulu alasan kenapa bisa terkena hipotermia dan kemudian menetapkan cara yang tepat untuk melakukan pertolongan pertama.
     
  • Lakukan tindakan pencegahan terhadap hal – hal yang bisa memperburuk keadaan
    Seperti contoh korban terkena hipotermia, disisi lain ia berada di area rawan longsor. Amankan korban terlebih dahulu dari area rawan longsor dan baru membuat pertolongan pertama pada si korban.
     
  • Jika korban dalam kondisi pingsan, pastikan korban masih berdenyut nadai dan masih mengeluarkan nafas
    Untuk memastika korban masih bernafas kamu bisa mendekatkan telingamu ke hidung korban, sedangkan untuk mengecek denyut nadinya kamu bisa memegang pergelangan tangan dan leher bagian kanan. Untuk pertolongan korban yang tidak bernafas dan nadi tidak berdenyut, kamu dapat membuat nafas buatan dan menekan dada korban (compressi). Untuk pertolongan ini kamu harus benar – benar tau bagaimana teknik dan langkah penanganan yang benar.
     
  • Untuk kasus kecelakaan di gunung akibat terjatuh dan tertimpa sesuatu, periksa dulu keadaan korban
    Jangan memindahkan korban secara terburu – buru sebelum mengetahui secara pasti tingkat keparahan korban. Penanganan yang tidak tepat sangat membahayakan si korban. Untuk itu usahakan jangan memindahkan terlebih dahulu korban yang terjatuh atau tertimpa sesuatu. Pastikan seberapa parah korban untuk selanjutnya melakukan pertolongan pertama. Sebagai contoh terjadi patah tulang, cara mengangkat korbanpun tidak sembarangan dan harus hati – hati untuk menghindari keadaan yang lebih buruk. Akibat yang lebih buruk adalah yang terjadi pada cidera tulang belakang. Pemindahan korban harus sangat hati – hati dengan memegang kepala dan leher dengan benar. Kesalahan pemindahan akan berakibat fatal dengan nyawa korban sebagai taruhan.
Baca Juga : Perlengkapan P3K Pendakian

Prinsip – prinsip dasar dalam penanganan keadaan darurat

1. Memastikan tidak ada korban berikutnya
Jangan terburu – buru melakukan pertolongan dan mengabaikan keselamatan diri sendiri. Bukannya menolong malah menambah korban.Sebelum melakukan pertolongan, pastikan tempat tersebut masih berpotensi membahayakan atau tidak. Jika medan masih membahayakan bagi kamu, tunggu hingga medan aman dan melakukan pertolongan pertama. Jangan sampai kamu menjadi korban berikutnya karena terlalu terburu – buru dalam membuat keputusan.

2. Gunakan metode pertolongan cepat dan tepat
Pergunakan sumber daya yang ada untuk mempermudah dan melakukan pertolongan pertama dengan efisien. Selain itu kamu juga wajib membawa kotak p3k untuk melakukan pertolongan pertama di manapun.

3. Buat catatan tentang tindakan pertolongan yang telah dilakukan
Catatan ini mungkin berguna untuk tindakan medis selanjutnya dari pihak lain

0 komentar