BAB di Gunung

Kebelet buang air besar (BAB) merupakan salah satu hal yang menjengkelkan bagi sebagian orang terlebih ketika melakukan kegiatan pendakian. BAB di gunung akan memaksamu keluar dari kebiasaanmu ketika BAB di rumah. Saat BAB di rumah kamu bisa nyaman berada di toilet dengan ruangan tertutup, sedangkan bila di gunung kamu harus BAB di alam terbuka. Tak jarang banyak dari para pendaki yang memilih menahan BAB hingga sampai di basecamp. Oleh karena itu pada artikel ini akan membahas mengenai apa saja hal – hal yang perlu diperhatikan ketika BAB disaat mendaki gunung.

Pahami Aturan Membuang Kotoran di Gunung
Untuk membuang kotoran di gunung sebisa mungkin jangan sampai mengganggu kenyamanan para pendaki lain. Carilah tempat BAB yang relatif jauh dari jalur pendakian dan tertutup. Kamu bisa meminta temanmu untuk menunggumu. Cari tempat meinimal 50 meter dari jalur pendakian. Buatlah lubang di tanah dengan kira – kira kedalaman yang mampu untuk mengubur kotoranmu secara sempurna. Jangan lupa bawa tisu basah dan tisu kerin untuk ........... ya tau sendiri lah. Setelah selesai, segera tutup kotoranmu dengan tanah. Jangan sampai kotoranmu menjadi ranjau bagi pendaki lain. Setelah selesai BAB kamu dapat mencuci tanganmu dengan air bersih dan selamat kamu terbebas dari siksaan BAB ketika mendaki.
Baca Juga : Etika Melakukan Pendakian
Hal – hal yang harus diperhatikan ketika mendaki gunung
Ketika membuang BAB kamu harus memperhatikan beberapa hal agar tidak mengganggu orang lain, diantaranya :
  1. BAB lah di tempat yang jauh dari jalur pendakian. Hindari membuang kotoran di dekat jalur pendakian. Jangan sampai kotoranmu tercium pendaki lain atau yang lebih fatal kotoranmu menjadi ranjau bagi pendaki lain. 
  2. Cari tempat yang tertutup dan sekiranya orang lain tidak bisa melihat, namun perhatikan jalanmu agar tidak tersesat. 
  3. Lihat keadaan sekitar sebelum membuang kotoran apakah tempat itu merupakan jalan atau tidak dan merupakan sarang hewan atau tidak. Jauhi sumber air dan area camp ground sebagai tempat membuang hajat. Jika ada wc darurat, pergunakan, namun apabila tidak ada terpaksa kamu harus membuat lubang. Gunakan kayu atau pisau untuk membuat lubang yang dalam. 
  4. Gunakan matras untuk membuat area privasi ketika membuang hajat. Setelah membuat kotoran, kamu dapat menggunakan tisu basah dan tisu kering untuk bebersih. Sesampainya di tenda kamu dapat membersihkan tanganmu dengan air. Jika kamu tidak terbiasa menggunakan tisu basah, kamu dapat menggantinya dengan menggunakan air.
Menahan BAB sangat mempengaruhi pendakian
BAB saat mendaki memang sangat menjengkelkan. Selain kamu harus repot - repot mencari tempat BAB, kamu juga harus “uji mental” membuang kotoranmu. Menahan BAB di gunung sangat menyiksa dan mengurangi konsentrasi pendaki. Pikiranpun akan menjadi tidak fokus dan jalan berasa kaku. Dengan membuang kotoran kamu akan merasa lega dan jalanpun akan terasa lebih ringan. Jangan malu dan ragu meminta berhenti dahulu untuk sekedar membuang hajat. Mintalah temanmu untuk menjagamu apabila kamu tidak berani sendiri.

0 komentar