Tips Menghindari Hewan Buas di Gunung

Tenda yang diserang babi hutan
Melakukan pendakian terutama ketika memasuki hutan, kita harus bersiap akan segala hal. Hal - hal yang perlu diperhatikan diantaranya dari hewan, cuaca, dan dari diri sendiri. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah adanya hewan buas di sepanjang perjalanan terutama pada saat masuk hutan. Untuk itu berikut ada beberapa cara agar terhindari dari serangan binatang liar pada saat mendaki.
  • Jauhi Hewan Buas Bersama Anaknya
Hewan memiliki insting untuk melindungi anaknya dari bahaya apapun terutama yang dianggap mengusik keberadaannya. Naluri hewan ketika melihat bahaya hewan tersebut akan melawan dan adapula yang langsung pergi begitu saja. Kegiatan para pendaki yang melewati hutan dan semak - semak seringkali berpapasan dengan hewan liar seperti ular, macan, kera, dan babi. Sebisa mungkin hindari hewan - hewan liar tersebut apalagi ketika hewan itu sedang berada bersama anaknya.
  • Hindari Mendaki Saat Malam Hari
Mendaki pada malam hari memang lebih menyenangkan, selain tidak merasakan terik matahari, mendaki pada malam hari bertujuan untuk mempersingkat waktu untuk menunggu sunrise. Namun, dibalik itu banyak menyimpan bahaya - bahaya, diantaranya tersesat dan adanya hewan buas. Hewan - hewan buas terutama yang aktif pada malam hari (nokturnal) seperti macan, ular, maupun babi akan  mencari makan di malam hari. Untuk menghindari hal tersebut kamu dapat mendaki pada pagi atau siang hari. Hindari aktivitas pada malam hari untuk menghindari bertemu dengan binatang buas. Gunung seperti Sindoro masih memiliki habitat babi hutan yang banyak, selain itu di Kerinci juga masih ada hewan endemik berupa macan Sumatera yang masih berkeliaran.
  • Hindari Membawa Daging atau Telur
Hewan - hewan seperti macan dan babi memiliki penciuman kuat terhadap makanan yang berbau amis seperti daging dan telur. Usahakan tidak membawa barang - barang tersebut ketika mendaki. Pada saat membuka tenda, usahakan menaruh makanan - makanan tersebut diluar, terutama digantung diatas pohon. Pernah kejadian seorang pendaki di Gunung Sindoro, waktu itu di dalam tenda menyimpan makanan berupa makanan - makanan. Ketika tidur, tiba - tiba babi menyeruduk dan menggigit tenda yang didalamnya ada makanan hingga tenda bolong beserta cerriernya. Usahakan untuk membuat tenda di tempat yang tidak dilalui binatang buas. Pahami dahulu gunung tersebut apakah masih ada satwa liar atau tidak.
  • Jangan Panik Ketika Bertemu Ular Maupun Hewan Liar Lain
Jangan panik apabila melihat ular. Kemungkinan bertemu ular di gunung memang tergolong kecil. Apabila kamu bertemu ular kamu cukup diam dan biarkan dia lewat. Jangan ganggu ataupun melempari dengan barang - barang. Suasana yang tenang akan membuat dia nyaman dan pergi meninggalkan pendaki, berbeda dengan suasana yang mengganggu dirinya seperti suara ribut ataupun sengaja menakut - nakuti ular, hal ini akan membuat hewan tersebut melawan dan malah membahayakan pendaki itu sendiri.
  • Gunakan Peralatan Lengkap dan Jangan Terlalu Terbuka
Gunakan sepatu dilengkapi dengan gaiter untuk mendaki. Sepatu dapat menghindarkan kamu dari  binatang tanah seperti kalajengking, pacet, gigitan ular dan lain. Begitu juga dengan baju lengan panjang yang juga dapat menghindarkanmu dari pacet.
Baca Juga : Tips Menghindari Pacet
  • Hindari Duduk di Pohon Tumbang atau Batu Besar
Ular dan kalajengking sangat suka berdiam diri di pohon yang rubuh maupun di batu besar. Umumnya hewan - hewan tersebut bersembunyi di bawah atau sela - sela batu dan pohon. Berhati - hatilah atau cek terlebih dahulu sebelum beristirahat di tempat itu agar terhindar dari hewan - hewan tersebut.
  • Persiapkan Peralatan P3K untuk Kebutuhan Yang Tak Terduga
Selalu bawa kotak P3K untuk kegiatan apapun. Dengan membawa kotak P3K kamu akan bisa melakukan pertolongan pertama pada situasi - situasi yang tak diinginkan.
Baca Juga : Perlengkapan P3K untuk Pendakian

0 komentar