Tips Melakukan Pendakian Pada Malam Hari


Mendaki pada malam hari bagi sebagian pendaki menjadi salah satu hal wajib terutama untuk gunung dengan jarak tempuh singkat dari 1 hingga 6 jam. Selain tidak terasa panas, mendaki pada malam hari juga terasa lebih nyaman bagi sebagian orang. Mengapa harus mencoba mendaki pada malam hari?

Melatih Kepekaan
Dengan terbatasnya pandangan karena kegelapan, membuat indra pendengaran dan penciuman akan otomatis mengambil peran cukup besar. Hal ini akan memberimu pengalaman baru yang sangat berharga. Pada situasi ini, indra yang ada pada dirimu juga akan meningkat.

Menikmati Langit Malam
Dengan mendaki pada malam hari, kita dapat menikmati bintang - bintang yang tidak bisa kita lihat ketika ada di kota.

Menghindari Dehidrasi Akibat Terik Sinar Matahari
Bila kita mendaki pada siang hari, mau tidak mau kita akan bersentuhan secara langsung dengan sinar matahari. Akibatnya, tubuh kita akan lebih cepat dehidrasi. Selain itu, dengan bersentuhan dengan sinar matahari secara langsung akan membuat kulit kita rusak. Nah, mendaki pada malam hari dapat meminimalisir sinar matahari dan dehidrasi ketika mendaki.


Namun dibalik hal - hal menyenangkan tersebut sebenarnya ada berbagai hal membahayakan apabila mendaki pada malam hari seperti tersesat, adanya hewan buas, gangguan makhluk halus dan lain - lain. Namun, terkadang bagi sebagian pendaki juga kita tidak memiliki pilihan sehingga terpaksa melakukan pendakian pada malam hari. Berikut ini ada beberapa tips dalam melakukan pendakian pada malam hari :

1. Bawa Penerangan yang Cukup
Penerangan menjadi salah satu hal wajib ketika mendaki pada malam hari. Mata manusia memiliki keterbatasan dalam melihat pada malam hari. Untuk itu diperlukan alat bantu seperti senter, headlamp maupun lampu emergency untuk penerangan jalur pendakian. Tak jarang para pendaki hanya menggunakan hp yang memiliki fitur senter untuk penerangan jalan, namun hal ini akan sangat rawan ketika terjadi hujan.

2. Bawalah Lonceng
Lonceng memiliki manfaat tersendiri dalam kegiatan pendakian. Terkadang kita melihat ada pendaki yang menggunakan lonceng sebagai pelengkap dalam pendakian. Lonceng biasanya dipakai pada tim pendakian yang berjumlah banyak. Selain sebagai pengusir hewan buas, lonceng juga berfungsi sebagai penanda keberadaan anggota tim yang ada di belakang. Lonceng biasanya dipakai oleh tim yang berada paling belakang pada satu tim pendakian. Dengan begitu leader pendaki bisa memperkirakan jarak antara leader dengan anggota yang ada di belakang.

3. Menjaga Tubuh Tetap Hangat
Gunung memiliki suhu yang terbilang dingin. Usahakan tubuhmu tetap pada suhu yang hangat agar tidak terserang hipotermia. Seringkali bagi beberapa pendaki lebih memilih mendaki cuma menggunakan kaos pada saat berjalan karena ketika berjalan suhu tubuh akan meningkat dan akan menyebabkan tubuh berkeringat dan terasa panas. Namun ketika beristirahat suhu disekitar akan terasa dingin yang ditambah angin gunung yang seakan menusuk tulang. Usahakan jangan sampai terkena hipotermia ketika mendaki pada malam hari. Kamu dapat menggunakan beberapa cara seperti menggunakan salonpas di hidung, mempersingkat waktu istirahat, mengisi perut dan lain - lain.
Baca Juga : Mengatasi Hipotermia

4. Hilangkan Ketakutan
Gunung identik dengan hal - hal mistis terutama pada waktu tertentu seperti surup dan malam hari. Banyak dari para pendaki pemula yang berfikir negatif tentang pendakian pada malam hari terutama pada hal - hal mistis dan ditambah suasana gunung yang sepi dan hening. Hal ini terkadang membuat anggota lain merasa risih terhadap hal tersebut. Usahakan hilangkan perasaan tersebut dengan tetap yakin dan berdoa terlebih dahulu sebelum mendaki.

5. Lakukan Pendakian Secara Berkelompok
Jika kamu belum memiliki cukup pengelaman, jangan sekali - kali mendaki sendiri atau beranggotakan dua orang saja. Lakukan pendakian secara berkelompok atau minimal empat orang agar pendakianmu berjalan lebih aman, mengingat resiko mendaki pada malam hari akan lebih besar daripada siang hari.

6. Pilih Jalur Pendakian yang Telah Kamu Kenali dengan Baik
Usahakan memilih jalur pendakian yang telah kamu kenali. Hal ini penting mengingat resiko salah jalur hingga tersesat ketika melakukan pendakian malam yang semakin meningkat karena terbatasnya jarak pandang. Sebisa mungkin cari jalur yang bersahabat dan hindari memilih jalur yang curam dengan pijakan sempit dan berbahaya.

7. Hindari Kontak dengan Hewan Liar
Kebanyakan hewan hutan aktif pada malam hari. Berhati - hatilah ketika mendaki pada malam hari terutama ketika kamu memasuki habitat dari hewan liar. Minimalkan kontak dengan hewan liar diantaranya dengan menghindari jalan mencari mekan hewan maupun tidak mengundang keberadaan mereka.
Tips Menghindari Hewan Liar di Gunung

KETIKA MENDAKI
Berangkat Lebih Awal
Hindari mendaki pada larut malam karena pada saat ini pendaki sudah mulai sedikit. Mendakilah kira - kira pada jam 6 - 9 malam, karena pada jam - jam ini adalah jam - jam ramai orang - orang mendaki.

Jaga Jarak agar Tetap Bersama
Jaga tempo berjalan dan pastikan teman - temanmu bisa mengikuti ritme berjalan teman sependakian. Hindari meninggalkan teman di belakang. Pendaki yang tercecer dibelakang, apalagi yang ditinggal adalah pendaki pemula akan sangat rawan tersesat. Dengan tetap bersama, kondisi anggota pendakian juga lebih terpantau dan lebih mudah memberi pertolongan.

Perbanyak Waktu Break
Kamu tak perlu terburu - buru ketika mendaki pada malam hari. Kaindahan alam di malam hari akan jarang kamu temui apalagi bagi kamu yang terbiasa hidup di kota.

Demikian tips - tips melakukan pendakian pada malam hari, semoga berguna. Salam lestari.

Postingan terkait: