Pesona Alam Gunung Bromo

Gunung Bromo terletak di tiga kabupaten yaitu Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur yang memiliki pemandangan kaldera atau lautan pasir dan kawah yang eksotis serta sunrise yang sangat indah.. Gunung dengan tinggi 2.329 mdpl ini merupakan gunung berapi aktif dengan kawah yang mengeluarkan asap berwarna putih.

Terletak di 4 kabupaten sekaligus membuat Gunung Bromo menjadi tempat wisata yang menggiurkan didukung dengan wisata - wisata lain di sekitarnya. Meskipun bila dilihat secara fisik Gunung Bromo kalah tinggi dengan gunung - gunung lain seperti Gunung Semeru, Gunung Arjuno Welirang, Gunung Arjuno dan Gunung Raung, namun bila dilihat dari jumlah wisatawan gunung ini paling ramai dikunjungi setiap harinya. Keindahan Gunung Bromo bahkan terdengar sampai ke mancanegara.

Gunung Bromo masuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Nama Bromo diambil dari kata Brahma yang merupakan salah satu dewa di agama Hindu. Masyarakat sekitar tempat wisata Bromo banyak yang memeluk agama Hindu. Masyarakat tersebut dikenal dengan nama masyarakat Tengger yang merupakan keturunan asli dari Majapahit.

Terdapat empat pintu masuk untuk bisa sampai di Kawasan Wisata Bromo yaitu Desa Cemorolawang (Probolinggo), Desa Wonokitri (Pasuruan), Desa Ngadas Tumpang (Malang) dan Desa Burno (Lumajang). Kawasan Wisata Bromo sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana seperti hotel homestay dan transportasi. Pada umumnya para pengunjung datang ke Gunung Bromo pukul 03.00 dengan menggunakan transportasi Jeep Hardtop ataupun motor dengan alasan ingin melihat sunrise dari puncak bukit Bromo.

Rute Gunung Bromo


SPOT YANG DICARI PARA PENGUNJUNG DI GUNUNG BROMO
View Point Gunung Bromo
View Point adalah spot terindah untuk melihat pemandangan Gunung Bromo dari ketinggian dan menikmati sunrise. Terdapat lima spot untuk melihat pemandangan Gunung Bromo di puncak bukit, diantaranya Pananjakan 1, Sruni Point, Bukit Cinta, Bukit Kingkong dan Puncak B29.

Pananjakan 1 merupakan spot teramai karena memiliki pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Kursi dan Gunung Semeru dari kejauhan. Disini kamu akan bisa melihat sunrise yang berada di ufuk timur. Sedangkan Puncak B29 yang berada di Kabupaten Lumajang berada jauh dari keempat view point lain dan termasuk spot yang baru dikembangkan.
View Point Penanjakan 1
Credit : tourbromomurah.info

Kawah Gunung Bromo
Destinasi yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan adalah Kawah Gunung Bromo. Kawah Bromo memiliki panjang kurang lebih 800 meter yang dapat dicapai dengan berjalan kaki maupun menggunakan kuda dengan menaiki tangga yang berjumlah 250. Dari puncak Gunung Bromo kamu akan dapat melihat pemandangan yang sangat cantik dengan view Pegunungan Tengger dan Gunung Batok yang berada disamping kawah Gunung Bromo.

Pada hari - hari tertentu, para pengunjung juga dapat melihat Upacara Kasodo yang merupakan upacara adat untuk memohon panen yang berlimpah atau tolak bala serta kesembuhan berbagai penyakit. Biasanya orang - orang yang melaksanakan upacara adat tersebut melemparkan sesaji ke Kawah Bromo.

Waktu terbaik mengunjungi Bromo adalah pada saaat musim kemarau antara bulan Mei sampai Oktober karena pada bulan - bulan tersebut para pengunjung akan bisa menikmati panorama Gunung Bromo dengan sempurna.

Savana Gunung Bromo
Savana atau sabana merupakan hamparan rumput yang luas. Gunung Bromo memiliki padang savana dengan luas sekitar 10 km persegi layaknya bukit teletubbies. Sabana Gunung Bromo terletak di selatan kawah Gunung Bromo yaitu di kawasan Jemplang.

Lautan Pasir (Pasir Berisik)
Gunung Bromo memiliki hamparan pasir yang luas yang menjadi ciri khas dari gunung ini. Spot pasir sangat sering digunakan untuk berfoto. Kamu dpat menikmati kawasan pasir dengan menggunakan kuda yang dapat kamu sewa di sekitar Gunung Bromo.

Menikmati Bunga Edelweiss
Bunga edelweiss merupakan bunga yang hanya tumbuh di ketinggia 2.000 mdpl keatas. Sedangkan di Gunung Bromo kamu dapat menemuinya selama perjalanan ke kawah Gunung Bromo. Bunga Edelweis menjadi salah satu hal yang dicari di Gunung Bromo. Pengunjung dapat membeli bunga edelweiss yang dijual para penjual namun tidak diperkenankan memetik secara langsung mengingat untuk menjaga serta melestarikan bunga edelweiss ini.

TIPS WISATA GUNUNG BROMO
Sebelum memutuskan untuk berwisata ke Gunung Bromo, ada baiknya kamu memperhatikan tips - tips berikut ini :

1. Pilih Waktu
Bila kamu memutuskan untuk ke Gunung Bromo pada saat musim kemarau, kamu akan dapat melihat sunrise sempurna namun padang savana yang kurang bagus yang disebabkan rumput - rumput yang mengering. Sedangkan bila kamu memutuskan untuk ke Bromo pada musim penghujan, kamu akan terkendala cuaca yang tidak menentu, dan terkadang sangat sulit melihat sunrise, namun kamu akan menjumpai padang savana yang menghijau.
2. Jaga Kondisi Fisik
Suhu di Bromo sangat dingin, kamu perlu menjaga fisikmu agar benar - benar fit ketika berada di Gunung Bromo.
3. Perlengkapan Pribadi
Persiapkan segala hal sebelum memutuskan ke Bromo, jaket tebal, kaos kaki kaos tangan dan masker hukumnya wajib. Apabila kamu tidak membawanya kamu juga bisa membeli di sekitar Gunung Bromo. Bawa makanan ringan atau cemilan untuk mengisi perut selama di Bromo.
4. Pesanlah Akomodasi Jauh - Jauh Hari
Pada hari libur atau musim liburan wisatawan yang menuju ke Bromo akan membludak. Ada baiknya kemu melakukan akomodasi jauh - jauh hari atau membooking penginapan yang ada di sekitar Bromo.

0 komentar