Pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo

Gunung Kerinci dengan tinggi 3.805 mdpl merupakan gunung yang fenomenal di Indonesia selain pegunungan Jaya Wijaya di Papua. Gunung Kerinci masuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan masuk dalam salah satu seven summit Indonesia. Gunung Kerinci terletak di Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia. Gunung bertipe stratovolcano dengan kawah sedalam 600 meter yang masih aktif. Terdapat dua jalur pendakian untuk sampai di puncak Kerinci, yaitu :
  • via Kersik Tuo
  • via Solok
Jalur Kersik Tuo merupakan jalur resmi yang paling banyak diminati oleh para pendaki, sedangkan jalur Solok memiliki jalur pendakian ekstrim dan susah didaki. Meski begitu jalur Kersik Tuo juga tidak boleh dipandang sebelah mata.

Akses menuju basecamp Kersik Tuo tergolong tidak sulit. Dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang, bisa melanjutkan dengan naik travel ke basecamp pendakian dengan tarif antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000 dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan.

Sesampainya di basecamp Kresik Tuo kamu bisa beristirahat ataupun mencari guide atau porter pendakian. Guide atau porter pendakian rata - rata memasang tarif Rp 200.000 hingga Rp 250.000 per hari. Basecamp Kersik Tuo buka 24 jam jadi para pendaki tidak perlu khawatir.


Basecamp - Pintu Rimba
Perjalanan dari basecamp menuju pos perijinan bisa menggunakan ojek atau pick up di basecamp untuk mempersingkat waktu perjalanan dengan tarif Rp. 15.000. Pick up akan melewati perkebunan teh Karyo Aro yang merupakan perkebunan teh terluas di dunia hingga sampai di pos registrasi (R10). Setelah melakukan registrasi di pos registrasi (10) perjalanan dilanjutkan menuju Pintu Rimba.


Turun dari pick up, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati perkebunan teh dengan jarak setengah kilometer dengan jalam makadam hingga benar - benar masuk hutan. Kamu akan menemui tugu gapura dan bangunan bekas kamar mandi tua yang akan mengawali perjalanan masuk ke hutan.

Pintu Rimba - Pos 1 (Bangku Panjang)
Masuk ke hutan kamu akan menemui jalan sempit berupa tanah padat yang menanjak. Pos 1 merupakan tanah lapang dengan dudukan batu panjang dengan shelter untuk beritirahat. Pos Bangku Panjang ini berada pada ketinggian 1.890 mdpl.

Pos 1 - Pos 2 (Batu Lumut)
Dari Pos 1 jalan yang akan dilalui berupa jalan landai dan sedikit menanjak konstan. Apabila hujan, jalan akan becek seperti sawah yang dibajak dimana sepatu boot mungkin akan berguna dari pada sepatu gunung. Disepanjang jalan juga akan melewati pohon - pohon tumbang yang menjadi tantangan para pendaki.

Pos 2 merupakan tanah datar dan tidak terdapat shelter. Pos 2 berada pada ketinggian 2.010 mdpl serta cocok sekali untuk dipakai sebagai tempat beristirahat. Beristirahatlah "sejenak" dan jangan terlalu lama karena sepanjang pos 1, 2 dan pos 3 merupakan jalan yang masih dilalui harimau sumatera.

Pos 2 - Pos 3 (Pondok Panorama)
Perjalanan dilanjutkan ke Pos 3 dengan jalan menanjak dan didominasi akar - akar pohon dengan tanah padat yang licin sampai di Pos 3. Pos 3 berada pada ketinggian 2.225 mdpl dengan tanah lapang yang tidak cukup luas. Pos 3 hanya mampu memuat 1 tenda dan terdapat sumber air. Pos 3 tidak disarankan untuk ngecamp.

Pos 3 - Shelter 1
Dari Pos 3 perjalanan sebenarnya baru dimulai. Jalur akan menanjak lebih dari sebelumnya dengan akar - akar pohon yang mendominasi hingga sampai di shelter 1. Shelter 1 merupakan tempat aman untuk mendirikan tenda dengan ketinggian 2.505 mdpl. Shelter 1 merupakan tempat terbuka yang mampu menampung sebanyak 15 tenda dengan pemandangan lereng Gunung Kerinci yang menjulang gagah.

Shelter 1 - Shelter 2
Perjalanan masih seperti sebelumnya dengan tanah padat dan akar - akar dengan jalan yang lebih menanjak. Shelter 1 menuju shelter 2 merupakan jalur terpanjang yang akan menguras tenaga. Sebelum sampai di shelter 2 akan ada pos bayangan berupa tanah datar yang cocok untuk beristirahat.

Perjalanan dilanjutkan dengan jalan menanjak sesekali perlu teknik memanjat untuk melewati jalan. Shelter 2 merupakan tempat berupa shelter dengan ketinggian 3.056 mdpl dengan tanah yang tidak terlalu luas. Di shelter 2 terdapat sumber air yang dan cocok digunakan untuk medirikan tenda.

Shelter 2 - Shelter 3
Trek menuju Pos 3 merupakan trek yang paling menyiksa pada pendakian Gunung Kerinci.Trek akan menanjak curam dengan akar - akar pohon yang tinggi hingga ada terowongan akar - akar pohon yang harus dilewati. Sepanjang jalur menuju ke shelter 3 kamu akan memanjat, merayap, merangkak dan tarik menarik. Pintar - pintarlah memilih jalur, terdapat jalur melipir tipis lewat sisi jalur air atau melewati jalur air dengan memanjat untuk naik. Kamu akan membutuhkan kerjasama tim dan dengan bantuan akar - akar pohon untuk melewati jalur ini.
Jalan menuju shelter 3

Shelter 3 merupakan batas vegetasi dengan area terbuka yang luas yang berada pada ketinggian 3.291 mdpl. Terdapat sumber air di shelter 3 untuk mengisi air. Shelter 3 sekaligus sebagai lokasi camp terakhir dan tempat camp paling luas di sepanjang jalur pendakian Gunung Kerinci. Dari sini kalian bisa melihat Gunung tujuh, Kota Padang, Kota Jambi serta perbukitan yang ada di sekililing Gunung Kerinci. Puncak Gunung Kerinci akan terlihat jelas dari shelter 3.

Shelter 3 - Tugu Yuda
Dari shelter 3 perjalanan tidak lagi memanjat akar - akar seperti sebelumnya dan beralih ke area cadas berbatu terjal. Setelah melewati batas vegetasi trek yang dilewati berupa kerikil  dan batu yang akan menguras tenaga.

Tugu Yuda merupakan daerah cadas yang data, cukup luas dan cocok untuk menjadi tempat beristirahat terakhir sebelum menuju puncak. Sudah ada petunjuk menuju puncak berupa pipa besi yang dicat merah kuning yang sangat berfungsi ketika kabut datang untuk menghindari para pendaki tersesat.

Tugu Yuda - Puncak
Puncak Kerinci bernaman Puncak Indrapura yang berupa bibir kawah dengan ketinggian 3.805 mdpl. Di puncak Kerinci terdapat kawah aktif dengan  luas 400 x 120 meter dengan kedalaman 600 meter yang terus mengepulkan gas belerang pekat. Dari puncak Kerinci akan terlihat Kota Padang, Jambi, Bengkulu Gunung Tujuh, Samudra Hindia dan trek batu cadas yang telah dilalui.

Estimasi Waktu Pendakian
Basecamp - Pos 1 (45 menit)
Pos 1 - Pos 2 : (35 menit)
Pos 2 - Pos 3 (50 menit)
Pos 3 - Shelter 1 (1 jam 30 menit)
Shelter 1 - Shelter 2 (3 jam)
Shelter 2 - Shelter 3 (3 jam)
Shelter 3 - Tugu Yuda (1 jam 40 menit)
Tugu Yuda - Puncak (40 menit)

Tips Pendakian Gunung Kerinci
  1. Hindari membuka tenda di sepanjang jalur pos 1 hingga pos 3 karena sepanjang jalur tersebut merupakan jalan yang dilewati harimau. Tempat rekomendasi untuk camp adalah shelter 1.
  2. Waspada dan tetap tenang apabila ada harimau mendekat
  3. Di shelter 2 dan shelter 3 biasanya angin berhembus kencang.
  4. Cuaca di Gunung Kerinci tidak bisa ditebak. Angin kencang di bawah belum bisa dijadikan patokan bahwa di atas juga begitu. Prediksilah cuaca di shelter 3.
  5. Gunakan masker yang yang dibatasi ketika gas belerang mengarah ke puncak.
  6. Jika di puncak dalam kondisi kabut, turunlah sebelum pukul 12 siang dan ikuti penunjuk arah disepanjang jalur agar tidak tersesat.
  7. Ketika turun pada malam hari, usahakan beramai - ramai ketika melintasi pos 3 hingga pintu hutan.
Sumber :
earth4live.blogspot.com
tripadvisor.com
bundanouf.blogspot.com
pesonaindononesia.blogspot.com
zorothetraveller.wordpress.com
bijakcendekiasoekarno.blogspot.com
ekowisata.org
panoramio.com
ranseltua.com

0 komentar