Pendakian Gunung Butak via Wonosari

Gunung Butak merupakan salah satu gunung yang membatasi Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Dengan tinggi 2868 mdpl, gunung ini memang tidak setenar gunung - gunung lain di Jawa Timur dengan ketinggian diatas 3000 mdpl seperti Arjuno Welirang dan Semeru. Terdapat empat jalur pendakian untuk bisa sampai di puncak Gunung Butak diantaranya :
  • via Sirah Kencong
  • via Wonosari
  • via Panderman
  • via Dau Princi
Dari keempat jalur pendakian tersebut, jalur Wonosari merupakan jalur terpanjang dan terberat. Jalur ini memiliki tanjakan yang terjal serta licin serta tidak adanya sumber air di jalur pendakian sebelum sampai di sabana Gunung Butak.

Walaupun jalur ini sulit dilalui, kerja kerasmu akan terbayar dengan pemandangan yang disuguhkan di sepanjang jalur pendakian. Jalur ini akan melewati hutan hujan, hutan pinus, sabana, hutan lumut hingga reumputan tinggi.

Meskipun di Gunung Batok menyuguhkan pemandangan yang indah, gunung ini tidak terlalu diminati para pendaki. Mengingat gunung - gunung tetangga lebih terkenal seperti Gunung Arjuno - Wlirang, Gunung Semeru, dan Gunung Kelud.

1. Perjalanan Awal
Perjalanan diawali dari Desa Wonosari yang termasuk dalam Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Jalur pendakian bisa diakses dari Keraton Gunung Kawi yang terletak di atas pesarean di Kecamatan Ngajum. Titik awal pendakian diawali dengan jalan kecil disebelah kiri Pura. Dalam komplek keraton terdapat beberapa klenteng, makam dan pura.

2. Hutan Hujan
Vegetasi pertama yang akan ditemui para pendaki adalah hutan huajn yang berada di ketinggian sekitar 1180 mdpl hingga 1600 mdpl. Dengan trek menanjak dengan kemiringan 45 derajat dengan jalur pendakian yang berada di sebelah kiri lembahan.

Terdapat beberapa saung yang dibangun yang diperuntukkan bagi para peziarah. Gunung Butak merupakan salah satu bagian dari ritual berziarah di Pesarean Gunung Kawi. Gunung Butak dianggap pelengkap kegiatan berziarah, namun tidak semua peziarah datang ke pesarean mendaki Gunung Butak.

3. Daerah Resapan
Pada ketinggian diatas 1600 mdpl, pemandangan akan berganti dengan rerumputan atau lebih dekanal dengan nama daerah resapan. Dari jalur ini akan terlihat kota Malang dan bentang alam yang mengelilinginya. Kemiringan didaerah ini relatif sama namun dengan tanah yang licin dan berair. Hal ini terjadi karena tidak adanya pohon besar dengan akar yang bisa menjadi pijakan pendaki.

4. Pos Meja Bundar
Naik lagi kita akan sampai di Pos Meja Bundar dengan vegetasi berupa hutan pinus. Pos Meja Bundar berada di punggungan yang sempit dan diapit oleh lembahan yang terjal. Tidak seperti hutan hujan yang rapat akan dahan, di Pos Meja Bundar ini kamu bisa melihat pemandangan yang indah tanpa terhalang banyak daun dan dahan.

5. Puncak Pitrang
Berada tak jauh dari Pos Meja Bundar kamu akan menemukan Puncak Pitrang dengan berjalan sekitar 1 jam perjalanan. Dari puncak ini akan terlihat puncak Gunung Butak dan Gunung Kawi. Di sini kamu akan bisa melihat tumbuhan bunga edelweiss yang menandakan bahwa kamu berada di ketinggian 2000 mdpl lebih. Di Puncak ini kamu akan merasakan tiupan angin yang lebih kencang. tempat ini sangat cocok untuk mendirikan tenda ataupun dengan membuka flysheet memanfaatkan pepohonan yang ada di sekitar.

6. Hutan Lumut
Perjalanan menuju hutan lumut, vegetasipun akan berubah menjadi hutan lumut dengan kepadatan pohon yang tinggi hingga sinar matahari tidak bisa menembus ke bawah. Hutan ini memiliki kelembapan yang cukup tinggi. Disini kamu akan melihat pakis dan semak - semak di sepanjang jalur.

7. Sabana Sadelan 1
Keluar dari hutan lumut kamu akan menemui lahan terbuka yang merupakan sabana kecil dengan bentuk bulan sabit atau disebut sabana satu. Disini sangat cocok untuk digunakan bertenda, namun tidak ditemukan sumber air.

Perjalanan dilanjutkan ke arah utara menuju Gunung Butak dengan melipir bukit, melewati panggungan dan dilanjutkan ke utara hingga tiba di padang rumput berbentuk lingkaran yang disebut sabana 2. Pernah ada cerita di area ini ditemukan mayat dengan sikap bersila dengan kepala di tangannya. Wanita tersebut di kubur di sabana ini dengan ditandai batu dan tas ibu yang telah meninggal yang diletakkan di sebelah batu nisan.

8. Sabana Sendang
Setelah selesai dari sabana 2 perjalanan dilanjutkan dengan menanjak melewati rumput setinggi manusia, dengan sesekali diselingi pohon pinus. Trek menanjak melewati punggungan. Pada ketinggian 2700 mdpl kamu bisa melihat Sabana Sendang dengan menuruni punggungan dan akan bertemu sebuah kuil yang terbuat dari batu.

Sabana Sendang merupakan padang rumput seluas kurang lebih 5 km persegi dengan dua mata air yang berada di tengah dan di ujung selatan. Dari sabana ini kamu dapat melihat puncak Bromo, Tengger, Semeru dari kejauhan. Sedangkan di sebelah barat kamu bisa melihat Puncak Butak yang ditandai dengan bendera Merah Putih.

9. Puncak Butak
Puncak Butak bisa dilihat dari Sabana Sendang. Puncak Butak berupa gundukan dan tanah terbuka. Di puncak Gunung Butak kamu akan menemui tulisan Gunung Kawi / Butak 2868 mdpl serta bendera merah putih di sebuah tongkat dan diikat di batang pohon Cantigi. Dari puncak ini kamu dapat melihat Gunung Arjuno Welirang, Gunung Semeru, dan Gunung Kelud.

Pendakian Gunung Butak
 
Blogger
Disqus

No comments