Pendakian Gunung Argopuro via Baderan - Bremi

Pendakian Gunung Argopuro via Baderan - Bremi

Gunung Argopuro merupakan gunung yang dikenal angker dan dengan trek terpanjang hingga mencapai 40 kilometer hingga sampai di puncak dengan ketinggian 3.088 mdpl. Untuk mendaki Gunung Argopuro diperlukan persiapan yang matang. Gunung Argopuro berada di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dan termasuk dalam komplek pegunungan Iyang. Gunung ini dinamakan Argopuro karena terdapat banyak situs yang mirip dengan reruntuhan pura. Sisa reruntuhan ini masih nampak terutama di kawasan puncak. Terdapat 2 jalur pendakian untuk sampai di puncak Argopuro yaitu :
  • via Bremi
  • via Baderan
Biasanya para pendaki melakukan pendakian 2 jalur sekaligus dengan naik turun jalur yang berbeda karena memang dua jalur ini memiliki keindahan yang sangat sayang untuk disia - siakan.

Rute 
Bremi : Surabaya >> Probolinggo >> Bremi
Baderan : Surabaya >> Probolinggo >> Besuki

Tarif
Sebelum melakukan pendakian via Baderan, para pendaki diharuskan melapor ke Kantor Polisi Sektor Sumber Malang atau Perhutani dan membayar sekitar Rp. 20.000 per hari. Normalnya pendakian Gunung Argopuro dilakukan selama 4 hari.

Basecamp (Baderan) - Mata Air
Perjalanan diawali dari Perhutani dengan berjalan menuruni jalan aspal dan dilanjutkan ke jalan setapak yang diperkeras dengan batu dan makadam di perkebunan penduduk. Kamu bisa mempersingkat waktu dengan naik ojek dengan tarif Rp. 30.000 hingga ke pintu masuk hutan. Bahkan ada juga ojek yang mau mengantarkan ke Cikasur dengan tarif Rp. 135.000, apabila jalan kaki bisa sampai 1,5 hari perjalanan.

Perjalanan awal dilanjutkan dengan tanjakan menyusuri punggung bukit dan dilanjutkan dengan jalur landai di dalam hutan. Kamu akan menemui tanjakan dengan jalan sempit hingga menemui tulisan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang.
Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang
Lokasi ini bisa kamu gunakan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Trek selanjutnya kamu akan menemui jalan landai dengan tumbuhan semak yang rapat dengan berjalan beberapa jam hingga menemui trek terbuka. Kemudian disambung trek turun dan menanjak hingga sampai di pos Mata Air 2. Di pos Mata Air 2 terdapat tempat yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Terdapat sebuah sungai untuk mengisi air dengan berjalan turun sekitar 10 menit.
Mata Air 2
Mata Air 2 - Cikasur
Menuju Cikasur akan melewati trek panjang dan membutuhkan banyak waktu. Dari Pos 2 akan melewati hutan yang rapat dan terlihat gelap walaupun siang hari. Terkadang terlihat beberapa kera bergelantungan di pohon - pohon. Trek cukup landai namun dengan jarak yang sangat panjang.

Setelah keluar dari hutan, kamu akan sampai di savana yang berada tak jauh dari punggungan bukit yang terbuka. Pemandangan di punggungan bukit ini sangat indah bila tidak terdapat kabut. Setelah dari bukit kamu akan sampai di savana pertama yang ditemui di jalur pendakian Gunung Argopuro via Baderan.
Savana Pertama
Savana ini sangat cocok untuk istirahat namun tidak cocok untuk mendirikan tenda karena tanahnya yang terjal dan tidak rata. Disini kamu bisa menemukan rumput kering dan beberapa bunga lavender. Dari savana ini kamu akan kembali masuk ke hutan dengan trek sedikit menanjak. Terdapat beberapa tempat untuk mendirikan tenda di sisi - sisi jalur pendakian jika waktu ke Cikasur tidak cukup.

Setelah dari punggungan kamu sampai di savana 2 yang lebih luas dengan bukit - bukit kecil di sekitarnya. Pemandangan disini sangat indah dengan jalur pendakian yang membelah savana menuju Cikasur.

Cikasur merupakan savana luas yang terdapat di jalur pendakian Gunung Argopuro. Pada zaman Belanda, savana ini dipergunakan sebagai tempat lapangan terbang. Pendaki harus turun dan menyebrangi sungai hingga sampai di Cikasur.
Savana Cikasur
Cikasur merupakan tempat favorit untuk membuka tenda selain di Taman Hidup. Di dekat Cikasur terdapat sungai jernih dengan tumbuhan selada yang bisa dimakan. Tak jarang, orang - orang di sekitar Argopuro sering kesini untuk memanen dan selanjutnya dijual ke pasar.
Sungai Cikasur
Sungai Cikasur

Cikasur - Cisentor
Dari Savana Cikasur dilanjutkan dengan menuju ke arah kanan menuju Cisentor. Trek menanjak melintasi bukit dengan savana yang rapat sebelum sampai ke hutan yang rapat dengan vegetasi. Para pendaki akan melewati dua bukit dengan pepohonan bekas kebakaran hutan dan rawan tumbang.
Arah menuju Cisentor dari Cikasur
Setelah sampai di puncak bukit, kamu harus menyusuri lereng yang berbatasan langsung dengan jurang yang dalam. Setelah sampai di ujung bukit kamu harus menuruni sungai dan sampailah di Cisentor. Cisentor merupakan tempat yang sangat cocok untuk mendirikan tenda karena terdapat sumber air dan tempatnya yang teduh. Terdapat shelter yang dapat digunakan untuk beristirahat ataupun bermalam.
Cisentor

Cisentor - Rawa Embik
Pendakian dilanjutkan melewati padang rumput dan padang edelweiss, selanjutnya melewati sungai yang sudah mengering sebelum kembali melewati padang rumput dan padang edelweiss lagi. Setelah menyusuri bukit kamu akan sampai di Rawa Embik. 
Rawa Embik
Menuju Rawa Embik

Rawa Embik merupakan sebuah tempat yang cukup luas dan panas ketika siang hari dengan angin dingin yang bertiup. Terdapat mata air untuk mengisi kembali tempat minummu. Kamu bisa mendirikan tenda di pos Rawa Embik ini.

Rawa Embik - Puncak
Perjalanan menuju puncak yaitu dengan menuruni Rawa Embik dengan menyusuri padang rumput dan punggungan bukit melintasi hutan, melewati pepohonan edelweiss dan melewati sungai mati. Setelah keluar dari hutan kamu akan sampai di padang rumput kecil dimana ada puncak Rengganis di kiri dan puncak Argopuro di kanan. Kamu bisa meninggalkan barangmu di tempat teduh tak jauh dari kaki puncak bukit.
Puncak Rengganis
Untuk mencapai puncak Rengganis dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Di puncak Rengganis kamu bisa melihat beberapa petilasan. Puncak Rengganis berupa batuan kapur dan berbau belerang. Dari puncak Rengganis kamu bisa melihat lautan awan, lubang kawah dan savana jalur pendakian.
Puncak Rengganis
Untuk sampai di puncak Argopuro membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Puncak Argopuro berupa batu dengan vegetasi hutan lebat sehingga pemandangan sekitar tertutup pepohonan dan para pendaki kurang bisa menikmati pemandangan lautan awan disini.
Puncak Argopuro
Selanjutnya kamu bisa turun dengan waktu 15 menit menuju puncak Sang Hyang atau puncak Arca yang merupakan puncak dengan arca dan reruntuhan lain yang tertutup semak - semak. Apabila cerah, dari puncak ini kamu dapat melihat Gunung Smeru, Gunung Raung, dan Gunung Arjuno - Welirang.

Puncak - Taman Hidup
Perjalanan turun diawali dari puncak Hyang turun menuju bukit dengan turunan yang curam dan berbelok - belok. Setelah sampai di bawah, dilanjutkan naik menyusuri punggungan bukit ini dekat dengan daerah Cemoro Limo. Apabila kamu sampai di pertigaan pilih jalur kekiri yang akan membawamu sampai ke Taman Hidup.
Taman Hidup
Sepanjang perjalanan menyusuri bukit kamu akan menemui jalan terjal dan diperlukan kehati - hatian. Apabila hari mulai gelap, bisa saja kamu berjalan ke arah yang salah karena banyaknya tempat terbuka yang menyerupai jalur pendakian. Kadang terdapat tanda di persimpangan yang merupakan jalur pendakian. Perjalanan dilanjutkan ke hutan lumut yang panjang hingga sampai di Taman Hidup. Trek di sepanjang hutan lumut cenderung datar dan menurun. Taman Hidup merupakan danau berlumpur yang luas dengan pemandangan yang indah. Tempat ini sangat cocok untuk membuka tenda dengan air yang melimpah.
Taman Hidup
Taman Hidup - Bremi
Dari Taman Hidup, perjalanan dilanjutkan menuju Bremi. Perhatikan penunjuk arah yang sudah di pasang dan jangan sampai salah arah kembali ke puncak. Jalan yang akan kamu lewati akan menanjak dengan suguhan trek tanah padat menurun hingga sampai di hutan pohon damar. Apabila kamu sampai di hutan pohon damar yang tersusun rapi, kamu tinggal melewati kebun penduduk yang panjang hingga sampai di gerbang jalur pendakian Bremi.
Hutan Pohon Damar
Estimasi Waktu
Basecamp - Mata Air 2 (5 jam 30 menit (Ojek sampai pintu hutan))
Mata Air 2 - Cikasur (5 jam)
Cikasur - Cisentor (3 jam)
Cisentor - Rawa Embik (1 jam)
Rawa Embik - Puncak Rengganis (1 jam)
Puncak Rengganis - Puncak Argopuro (40 menit)
Puncak Arjuno - Taman Hidup (4 jam 40 menit)
Taman Hidup - Bremi (2 jam 30 menit)

Tips Pendakian Gunung Argopuro
  1. Persiapkan perbekalan minimal 4 hari pendakian
  2. Siapkan fisik karena kamu akan mendaki gunung sepanjang 40 km
  3. Catat koordinat di pos perijinan karena hutan sangat rapat dan banyak jalur yang menyesatkan. Lebih baik kamu sudah memahami navigasi
  4. Gunakan pakaian panjang karena disepanjang jalur akan menemui tanaman - tanaman yang bisa membuatmu gatal
  5. Cari info sebanyak banyaknya mengenai jalur pendakian dan cukupkan perbekalan air
  6. Hindari berjalan pada saat malam hari karena akan banyak jalan yang menyesatkan
  7. Hindari membuang sampah dan puntung rokok sembarangan, Gunung Argopuro sangat rawan kebakaran terutama daerah savana
  8. Naiklah ojek untuk memperpendek waktu perjalanan
  9. Dianjurkan naik lewat Baderan dan turun lewat Bremi, karena bila naik dari Bremi, dari basecamp menuju Taman Hidup saja trek sudah sangat menanjak.

Share this:

Disqus Comments