Sejarah Didirikannya Consina oleh Disyon Toba

Disyon Toba merupakan pendiri Consina yang lahir pada tahun 1974 dan sekaligus menghobi sebagai pendaki. Kebiasaannya melakukan hobi mendaki gunung membuat ia berfikir untuk membuka usaha dalam bidang peralatan outdoor. Disyon mulai melirik usaha ini pada tahun 1994 yaitu pada tas gunung. Disyon melihat sebuah tas, ia meyakini bahwa tas tersebut merupakan buatan luar negeri. Namun, setelah ia menelisik lebih jauh, ia menemukan bahwa tas - tas tersebut buatan orang Indonesia, walaupun berada di naungan perusahaan asing namun tetap yang menjahit adalah orang Indonesia.
Baca Juga : Sejarah Didirikannya Eiger oleh Ronny Lukito
Dari sini Disyon kemudian belajar membuat tas yang sama. Untuk mengawalinya, ia mengambil bahan dari limbah pabrik sebagai bahan awal. Lalu Disyon meminta kepada orang yang sebelumnya bekerja sebagai penjahit di perusahaan tersebut untuk dibuatkan tas yang sama. Diluar dugaan, penjahit tersebut mampu membuat tas dengan kualitas dan mutu yang sama.

Setelah Disyon membawa tas hasil kreasi penjahit ke kampus, ternyata banyak yang suka. Disyon memberi tau mereka bahwa tas tersebut adalah buatannya, pesananpun mengalir kepada Dyson pada saat itu. Disyon kemudian menyambut pesanan teman - temannya dan kembali mengorder kepada si penjahit tas. Saat itu, Disyon masih belum berfikir untuk memperbesar usaha ini, ia hanya menyanggupi orderan dari teman - temannya dalam jumlah terbatas.

Pada tahun 1998, ketika pesanan semakin banyak, Disyon meminta si penjahit untuk membuat tas secara reguler. Modalnya yaitu uang Rp 500.000 dari keuntungan penjualan. Dalam sebulan Disyon mampu memproduksi 100 tas. Bahan mentah seharga Rp 8.000 perkilo ia sulap menjadi tas dan menjualnya kembali seharga Rp 50.000 per item. Modal usahanya semakin besar, Disyon kemudian membelikan mesin jahit kepada penjahitnya.

Beruntung, harga tas pada periode 1998 dengan kualitas bagus memiliki harga yang tinggi. Dengan kualitas bahan serta jahitan yang cukup bagus, tas milik Diyson mampu bersaing dengan tas - tas tersebut. Omset pada waktu itu telah mencapai 5 juta sebulan. Pada tahun 2000, Disyon membeli mesin jahit khusus tas dan terus menambah mesin jahit setiap bulannya. Pada tahun 2001, Disyon resmi mendirikan badan hukum berupa PT. Consina Segara Alam.



Disyon juga jeli melihat peluang, berbekal hobi mendaki yang ia lakukan sejak lama, ia kemudian mengembangkan sayap dan memproduksi peralatan pendakian diantaranya pakaian, jaket, sleeping bag dan lain - lain. Hingga kini, Disyon sudah memiliki 160 mesin jahit dengan 200 karyawan. Omsetnya mencapai Rp. 1 miliar hingga Rp. 2 miliar sebulan. Bahkan toko agen Consina mencapai 80 toko gerai, namun Disyon Toba sendiri mengaku bahwa ia hanya memiliki satu toko gerai.

Namun bisnisnya tidak selancar cerita tersebut, ia pernah mengalami batu sandungan. Pada tahun 2001, ia pernah dibohongi oleh karyawannya. Ia heran karyawan sebanyak 30 orang, namun bahan baku pembuatan cepat habis. Setelah ditelusuri ternyata ada yang melakukan hal curang dan mencuri bahan bahan baku miliknya. Namun hal ini tidak menciutkan nyali Disyon. Ia masih menjalankan Consina dan masih bermimpi menembus pasar ekspor dan menjadi pemain di level internasional.

0 komentar