7 Tips Ketika Tersesat di Gunung


Gunung selain menyajikan pemandangan yang indah juga memberikan tantangan yang harus ditaklukkan bagi para pendaki. Ketika mendaki gunung, kamu akan menemukan masalah - masalah yang tak terduga, salah satunya yaitu tersesat di jalur pendakian. Jalan yang bercabang, kabut yang tebal, hujan lebat, badai, dan rapatnya vegetasi pohon menjadi penyebab para pendaki tersesat di gunung. Apabila kamu tersesat di gunung, tenang dan jangan panik. Persiapan pendakian yang baik, pengetahuan akan gunung dan teknik survival akan membantumu untuk keluar dari situasi ini. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantumu selamat ketika tersesat di tengah pendakian.

1. Perencanaan Yang Baik
Perencanaan sangat penting baik itu dari segi peralatan maupun perbekalan. Penting juga untuk mengasah skill survival baik dari buku, majalah, internet, pelatihan, atau belajar langsung dari orang yang sudah berpengalaman. Penting untuk selalu membawa alat survival, navigasi, dan signalling. Selalu bawa perbekalan lebih baik makanan maupun minuman untuk keperluan tidak terduga. Salah satu peralatan yang paling penting dalam pendakian adalah survival kit. Pastikan kamu membawa P3K serta alat - alat survival lain. Dan terakhir pastikan kamu berada dalam kondisi yang fit ketika mendaki gunung.

2. Beritahu Orang - Orang di Sekitarmu Ketika Kamu akan Mendaki
Beritahu kepada orang disekitarmu mengenai pendakian yang akan kamu lakukan, kapan dan dimana gunung yang akan kamu daki. Registrasi di basecamp agar ketika kamu tidak kembali pada waktunya, pihak basecamp bisa menolongmu. Selalu gunakan peta yang diberikan pihak basecamp dan taati aturan pendakian.

3. Perhatikan dan Ingat - Ingat Jalur Pendakianmu
Jam terbang yang tinggi memegang peranan yang sangat penting ketika mendaki. Semakin sering kamu mendaki, maka kepekaan terhadap kondisi alam di pegunungan akan semakin terasah. Ketika kamu berjalan, ingat - ingat setiap jalan yang kamu lewati terutama hal - hal yang mencolok yang ada di jalur pendakian seperti shelter, bukit, pohon dan lain - lain. Hal ini akan sangat membantu ketika tersesat pada saat mendaki gunung. Umumnya, orang yang tersesat ketika mendaki adalah orang - orang yang hanya ingin mengambil spot foto bagus atau ingin menerobos jalur pendakian. Dengan mengamati keadaan sekitar kita akan dapat menilai apakah jalan yang kita ambil jauh dari jalur pendakian atau tidak. Salah satu cara mengetahui bahwa kita sudah jauh dari jalur atau tidak yaitu dengan melihat keberadaan jejak - jejak manusia baik itu dari pijakan, sampah atau hal - hal lain. Kalau jalurnya berupa semak - semak yang lebat berarti jarang dilewati orang. Itu artinya kamu harus memutar arah hingga menemui jalur yang benar.

4. Ketika Kamu Benar - Benar Tersesat, Tenang dan Hentikan Perjalananmu
Ketika kamu merasa benar - benar tersesat, hentikan langkahmu agar tidak semakin jauh tersesat. Jangan jalan terus kalau tidak tau arah. Memilih jalan bukan ajang coba - coba. Terus berjalan dalam keadaan lelah akan membuat fikiranmu semakin kacau dan tak karuan. Oleh karena itu berhentilah dan fikirkan baik - baik apa yang akan kamu lakukan berikutnya.

5. Jangan Takut dan Berfikirlah dengan Jernih
Pikirkan secara rasional dan bijak, jangan terpengaruh fikiran yang buruk yang tak masuk akal ketika kamu tersesat. Istirahat, buka tenda atau dirikan bivak dan cobalah untuk mencari pertolongan. Usahakan untuk meninggalkan jejak seperti membuat tanda pada pohon, mengikat pita pada ranting, membuat perapian, menyalakan senter darurat atau membuat gundukan batu yang telah kamu lalui.
Baca Juga : Cara Mendirikan Bivak
6. Apabila Semua gagal, Carilah Tempat yang Nyaman untuk Menunggu Regu Penyelamat dari Pihak Basecamp
Apabila semua usaha telah kamu lakukan tetapi hasilnya tetap nihil, berdiamlah dan tunggu sampai pihak basecamp menyelamatkanmu. Carilah tempat yang dekat dengan sumber air.

7. Hal - Hal yang Bisa Dilakukan
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika kamu tersesat, diantaranya
  • Membunyikan peluit sekencang - kencangnya berharap ada pendaki lain yang mendengar. 
  • Cek sinyal handphone, jika ada segera hubungi basecamp.
  • Kalau baterai hp masih ada, coba cari tempat yang tinggi untuk mencari signal.
  • Apabila kamu tidak membawa headlamp atau senter, segera bertenda atau buat bivak. Hindari berjalan tanpa menggunakan penerang karena bisa saja terperosok ke jurang. Kamu bisa membuat bivak menggunakan flysheet, ponco, atau kalau terpaksa menggunakan ranting - ranting yang ada disekitar.
  • Selanjutnya adalah buat api unggun. Suhu di gunung akan menurun drastis ketika malam tiba. Gunakan api unggun untuk menghangatkan diri dan sebagai alat pengusir binatang buas. 
  • Hindari menghabiskan tenaga dengan berlari ketika tersesat. Hemat tenaga karena kamu tidak tau berapa lama kamu tersesat atau dengan kata lain kemungkinan terburuknya adalah tersesat hingga berhari - hari.
  • Berhematlah makanan, jika tidak ada makanan dan minuman prioritaskan mencari sumber air. 
  • Jika semua sudah dilakukan namun nihil, cari jalan sendiri dengan terus berjalan turun. Logikanya ketika kita turun kita akan sampai diperkampungan. Permasalahannya adalah bagaimana medan yang kita hadapi ketika turun. Salah satu patokan bahwa kita dekat dengan perkampungan adalah ditemukannya pohon pisang. Pohon ini hanya tumbuh pada ketinggian 600 mdpl.  
  • Kasih tanda setiap kita berbelok. Bisa menggunakan rafia, plastik, kain atau apapun, atau juga bisa mematahkan ranting, menumpuk batu atau hal - hal lain.

Postingan terkait: