6 Tips Mendirikan Api Unggun di Gunung

Udara gunung yang begitu dingin memaksa para pendaki melakukan berbagai cara untuk tetap menghangatkan suhu tubuh. Apalagi ketika cuaca kemarau, saat menjelang pagi terutama dari jam 02.00 hingga jam 04.00 suhu udara akan semakin dingin dan menusuk kulit. Biasanya para pendaki lebih memilih untuk menghangatkan tubuhnya di sleeping bag, namun ada juga yang membuat perapian. Api unggun yang biasa dibuat oleh para pendaki menimbulkan berbagai polemik terutama setelah terjadi kebakaran gunung dimana - mana. Sebenarnya dari pihak basecamp sudah menghimbau untuk tidak menyalakan api unggun dan aturan - aturan lain di gunung. Namun lemahnya pengawasan serta kurangnya kesadaran para pendaki membuat api unggun menjadi hal lumrah. Berikut ini adalah beberapa tips untuk kalian yang ingin membuat api unggun dalam kegiatan pendakian.

1. Buatlah Api Unggun Apabila dalam Keadaan Darurat
Api unggun menjadi salah satu faktor terjadinya kebakaran di gunung. Terkadang api unggun yang dibiarkan begitu saja atau api unggun yang ditinggalkan dalam keadaan belum sepenuhnya padam dapat menimbulkan kebakaran pada hutan gunung. Tak jarang pula para pendaki merusak tanaman yang ada di gunung untuk membuat perapian. Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang dikampanyekan para pemerhati lingkungan terutama dari pihak komunitas pendaki dan pecinta alam.

Seiring permasalahan yang terjadi akibat api unggun, kini mulai dibuat aturan - aturan yang menyoal adanya api unggun di camping ground dan tempat pendakian. Para pendaki diperbolehkan membuat perapian asalkan kebutuhannya mendesak seperti ada anggotanya yang mengalami hipotermia. Pelanggaran aturan dari pihak basecamp biasanya diberikan sangsi berupa teguran atau yang paling berat adalah memberikan denda berupa uang dan bibit pohon bagi pelanggarnya.

2. Patuhi Aturan yang Berlaku
Dari pihak basecamp biasanya sudah memberi berbagai aturan mengenai apa yang tidak boleh dilakukan selama pendakian. Namun banyak pula yang menyalahi aturan ini. Beberapa oknum bahkan merasa bangga telah melanggar aturan yang diberikan pihak basecamp. Padahal aturan yang dibuat merupakan keselamatan bagi para pendaki. Oleh karena itu diperlukan kedewasaan dan kesadaran bersama mengenai aturan yang telah dibuat dan menaati apapun aturannya baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Apabila kamu ingin membuat api unggun mintalah izin dan tanyalah terlebih dahulu kepada pihak basecamp bagaimana aturan membuat api unggun.

3. Lokasi Pembuatan Api Unggun
Apabila kamu telah mendapa izin, cari tempat yang tepat untuk membuat api unggun. Mengingat api sangat cepat menjalar apalagi ketika musim kemarau, sebaiknya kamu mempertimbangkan matang - matang tempat kamu membuat api unggun dan pastikan tempat yang kamu pilih tidak memicu adanya kebakaran. Pemilihan tempat yang perlu dihindari diantaranya rumput kering,wilayah semak - semak, akar pepohonan atau cabang pohon yang menggantung rendah.

Usahakan untuk membuat jarak antara api unggun dan tenda atau dari peralatan yang mudah terbakar. Perhatikan juga angin yang berhembus, persiapkan dengan benar, setelah kamu yakin bahwa tempat itu aman kamu bisa membuat api unggun di tempat yang telah kamu pilih.

4. Hindari Menggunakan Bahan Bakar Cair
Bahan bakar cair seperti spirtus, minyak tanah, bensin, dan solar sangat berbahaya dan rentan terjadi kecelakaan bagi dirimu sendiri. Sebaiknya gunakan bahan bakar lain untuk membuat api unggun.

5. Pastikan Api Bisa Dikendalikan
Jangan pernah membuat api yang besar dan tak terkendali. Api yang besar sangat berpotensi terjadi kebakaran, terutama percikan - percikan yang terbang terkena angin. Buatlah api unggun sesuai kebutuhanmu, lebih baik membuat api unggun kecil yang mudah untuk dipadamkan.

6. Jangan Tinggalkan Api Unggunmu
Jangan pernah meninggalkan api unggun dalam keadaan hidup. Apabila kamu akan meninggalkan api unggun seperti mau summit atau turun gunung, matikan api dan pastikan api tersebut benar - benar padam. Banyak kasus kebakaran yang berawal dari permasalahan seperti ini.

Sebisa mungkin jangan buat api unggun dalam pendakian. Api unggun sangat berpotensi terjadi kebakaran di gunung. Kesadaran akan alam diawali dari diri sendiri, dan syukur apabila kamu yang membaca artikel ini menularkan kepada yang lain. Masih ada beberapa cara dalam menghangatkan tubuh di gunung seperti dengan menggunakan pakaian yang sesuai, makan yang banyak dan meminum minuman yang hangat. Selalu jaga alam kita agar tetap alami, kesadaran diawali dari diri kita sendiri. Salam lestari.
Blogger
Disqus

No comments