Tips Mengatasi Hipotermia Ketika Mendaki Gunung


Hipotermia merupakan penyakit yang sangat diwaspadai ketika mendaki gunung, bila penanganan hipotermia tidak tepat bahkan bisa mengakibatkan kematian. Banyak kejadian meninggal dunia karena hipotermia, sayangnya orang di sekitarnya tidak mengetahui bagaimana penanganan orang yang terkena hipotermia. Hipotermia terjadi karena suhu tubuh tidak mampu mengatasi suhu dingin di sekitarnya dan suhu tubuh dibawah suhu normal. Hipotermia terjadi karena adanya angin dingin atau tubuh dalam keadaan basah yang terlalu lama. Kondisi hipotermia seringkali dijumpai pada para pendaki.

Gejala yang terlihat dari seseorang yang terkena hipotermia adalah suhu tubuh yang menurun drastis, badan menggigil, kemudian badan mulai kehilangan energi, hingga memasuki batas habis energi si penderita hipotermia, disini penderita hipotermia memasuki masa kritis dan apabila tidak tertolong akan berakhir pada kematian.

Gejala Hipotermia
Berdasarkan suhu tubuh penderita, gejala dan tanda, hipotermia dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan, diantaranya :
  • Ringan (stage of exitement)
    Pada hipotermia ringan, terjadi penurunan suhu tubuh yang berada pada kisaran 32-35 C. Penderita hipotermia akan nampak gemetar hebat, tekanan darah dan frekuensi denyut nadi akan meningkat, pada bagian akral seperti ujung jari kaki maupun tangan akan terasa sakit dikarenakan pasokan darah yang berkurang. Pada awalnya, penderita masih sadar, namun apabila dibiarkan lama kelamaan akan gelisah dan apatis.
  • Sedang (stage of exhaustion)
    Pada hipotermia sedang, suhu tubuh akan menurun hingga 28-32 C, sedangkan glukosa berkurang hingga kondisi gemetar pada tubuh penderita melambat, frekuensi denyut nadi menurun, dan terkadang terjadi gangguan pernapasan. Jika tidak segera ditangani pasien akan mengalami halusinasi dan bahkan tidak sadar.
  • Berat (stage of paralysis) Pada hipotermia berat, kondisi suhu tubuh akan menurun hingga 28 C. Penderita akan mengalami koma, pupil mata melebar dan tidak merespon cahaya, gangguan pada irama jantung, dan bahkan bisa menyebabkan kematian.
Apakah Penderita Hipotermia Perlu Menghangatkan diri?
Terdapat beberapa pandangan mengenai bagaimana penanganan hipotermia. Menghangatkan diri secara mendadak justru sangat membahayakan dan tidak dianjurkan. Suhu tubuh yang meningkat secara drastis akan menyebabkan syok dan gangguan irama jantung dan dapat berpotensi gagal jantung. Sehingga, penangangan pada penderita hipotermia harus dilakukan secara hati - hati dan disesuaikan dengan ringan-beratnya gejala yang dialami. Inti dari penanganan awal hipotermia adalah mengurangi pelepasan panas tubuh, dan menghangatkan penderita secara perlahan untuk menghindari komplikasi di atas.

Upaya Pencegahan Hipotermia
Berikut adalah beberapa tips mencegah adanya hipotermia :
  1. Gunakan alat – alat pendakian sesuai prosedur pendakian, seperti jaket gunung, celana berbahan quickdry, sleeping bag, kaos kaki, kaos tangan, jas hujan atau rain coat. 
  2. Hindari terkena air secara langsung seperti saat terjadi hujan. Ketika hujan turun meskipun hanya rintik – rintik segeralah menggunakan jas hujan untuk menghindari basah pada pakaian. Seringkali para pendaki tidak memperdulikan rintik hujan dan lebih memilih gengsi menggunakan jas hujan yang beresiko terserang hipotermia. 
  3. Hindari menggunakan celana jeans. Celana jeans akan sulit mengering apabila terkena keringat maupun air. Sebisa mungkin pilih celana dengan bahan quickdry yang cepat kering ketika terkena air atau keringat. 
  4. Hindari berlama – lama menggunakan pakaian basah. Segera ganti pakaian basah dengan yang kering agar menghindari turunnya suhu tubuh. 
  5. Tidur dalam keadaan hangat. Hindari hawa dingin di gunung ketika tidur dengan menggunakan alas tidur dengan matras, menggunakan sleeping bag, melapisi tubuh dengan jaket berbahan polar, memakai kupluk, kaos kaki rangkap, dan terakhir sarung tangan. Pastikan tidur dalam kondisi nyaman dan aman dari hawa dingin 
  6. Sebelum tidur pastikan perut dalam kondisi kenyang agar tubuh tetap hangat. 
  7. Gunakan koyo di tempat – tempat tertentu seperti di hidung.
Baca Juga : Cara Mendirikan Api Unggun di Gunung
Cara Mengatasi Hipotermia
Mengatasi hipotermia dapat dibedakan menjadi 2 fase, yaitu mengatasi hipotermia ketika penderita dala keadaan sadar dan tidak sadarkan diri.

Penanganan Hipotermia dalam Keadaan Sadarkan Diri
  1. Selalu pantau pernapasan dan nadi penderita, berikan bantuan pernapasan apabila diperlukan.
  2. Ganti baju basah dengan baju kering
  3. Bawa penderita hipotermia ke tempat yang lebih hangat dan terhindar dari angin kencang.
  4. Berikan minuman hangat 
  5. Dirikan tenda di tempat yang rendah dan tertutup pepohonan atau semak - semak untuk mengurangi terpaan angin gunung. 
  6. Gunakan sleeping bag untuk menghangatkan, namun sebelumnya harus digunakan terlebih dahulu oleh orang yang sehat agar menciptakan kondisi yang hangat di sleeping bag tersebut.
  7. Buat api unggun untuk menciptakan temperatur hangat di sekitar tenda.
  8. Berikan makan makanan berkalori tinggi
    Tubuh akan rentan terkena hipotermia ketika dalam keadaan lapar. Konsumsi makanan berkalori tinggi seperti sereal, sup hangat, coklat atau minuman lain untuk mengatasinya. 
  9. Ajak bergerak
    Jika sudah mulai sadar, ajak bergerak sipenderita dengan melakukan olahraga kecil. Tapi ingat, jangan sampai mengeluarkan keringat berlebihan untuk menghindari hawa dingin masuk kembali. 
  10. Peluk penderita, dengan cara ini penderita akan mendapatkan suhu hangat dari temannya.
  11. Masak air dan masukkan ke dalam botol kosong dan kompres ke tubuh penderita terutama di kepala, leher, dada atau perut serta selangkangan.
Demikian info mengenai menghindari hipotermia ketika melakukan pendakian. Semoga membantu.

Infografik tentang hipotermia

Postingan terkait: