Tips Memilih dan Membeli Sleeping Bag



Sleeping bag kini menjadi peralatan wajib bagi pendaki gunung. Fungsi vitalnya yaitu menjadi penghangat ketika berada digunung sangat dibutuhkan para pendaki. Dipasaran banyak beredar sleeping bag baik kw, lokal maupun impor. Kualitas serta harga dari ketiganya pun berbeda. Lalu kira - kira bagaimana memilih sleeping bag yang baik sesuai kebutuhan kita?

Pertimbangan membeli sleeping bag pertama adalah dalam segi penggunaan. Sleeping bag untuk kegiatan traveling dan hiking berbeda jenisnya. Untuk kegiatan traveling, sleeping bag yang diperlukan tidak mesti harus tebal. Sleeping bag untuk traveling disesuaikan kira - kira tempat apa saja yang akan dijadikan destinasi wisata. Untuk kegiatan traveling yang lebih terpusat di dataran rendah lebih baik menggunakan sleeping bag yang tidak terlalu tebal. Sedangkan untuk mendaki gunung wajib hukumnya memilih sleeping bag yang tebal untuk menjaga suhu tubuh agar tidak terserang hipotermia.

Hal selanjutnya yang harus dipertimbangkan adalah bahan dari sleeping bag tersebut. Bahan sleeping bag yang ada dipasaran diantaranya
  • Parasit, bahan parasit terkesan lebih ringkas dan berbobot ringan yang dilengkapi bulu yang berfungsi sebagai penghangat. 
  • Sintetsis, bahan sintetis pada sleeping bag sangat dianjurkan untuk kegiatan pendakian dengan sifatnya yang ringan dan mudah kering 
  • Dacron, bahan dacron memiliki sifat tebal karena dilapisi bahan parasut. Pada saat digunakan sleeping bag ini akan mengeluarkan suara "kresek - kresek" yang terkadang membuat tidak nyaman bagi orang - orang tertentu. 
  • Polar, bahan polar bersifat ringkas apabila dibandingkan dengan dacron. Sifat sleeping bag berbahan polar tidak berisik ketika digunakan tidak seperti sleeping bag berbahan dacron. 
  • Dacron-Polar, bahan dacron polar adalah kombinasi dari kedua bahan yang menciptakan sleeping bag yang terkesan lebih tebal sehingga ketika dilakukan packing akan memakan banyak tempat dan tentu saja dengan bobot lebih berat. Harga dari sleeping bag dacron polar pun lebih mahal dari pada sleeping bag dengan bahan lain. 
  • Goose down, bahan goose down atau bulu angsa dianggap sleeping bag terbaik dengan kelebihannya yaitu kompres-able. Sleeping bag ini ketika digunakan akan menggembung namun apabila dipacking akan akan berukuran minimalis dengan bobot yang tergolong ringan. Tak ayal bahan goose down ini pun dibanderol dengan harga mahal sampai menyentuh harga jutaan.

Bahan - bahan diatas adalah bahan yang paling sering digunakan oleh sleeping bag yang beredar di Indonesia. Saat ini dipasaran sudah banyak beredar sleeping bag baik di outlet outdoor maupun di forum jual beli online. Banyak juga sleeping bag kw yang memberi label brand impor seperti The North Face, Osprey, Jack Wolfskin dan lain - lain untuk menarik pembeli dengan harga yang miring. Rata - rata sleeping bag tersebut dibanderol dengan harga dibawah 100ribaun. Secara kualitas sleeping bag kw ini dibawah sleeping bag lokal seperti Eiger, Rei, Consina dan lain - lain. Maka dari itu hati - hati untuk membeli produk sleeping bag yang melabeli dengan label brand impor. Harga sleeping bag sangat menentukan kualitas.

Model Sleeping Bag
Dari segi bentuknya, model sleeping bag terbagi menjadi tiga yaitu :
  • Rectangle : Sleeping bag ini berbentuk persegi panjang seperti tikar. Tipe ini rawan cold spot atau bagian tubuh tertentu yang mudah terkena hawa dingin khususnya bagian kepala karena tidak dilengkapi kupluk.
  • Tapered : Jenis ini memiliki nama lain semi-mummy atau lebih mirip kepompong. Daya insulasi jenis ini lebih baik daripada jenis rectangle karena bentuknya yang merekat ke tubuh. 
  • Mummy : Berbentuk mengecil pada bagian kaki mirip seperti mumi. Tipe ini memiliki insulasi yang paling baik dan minim ruang kosong sehingga panas tubuh dapat diserap optimal.
Dari ketiga jenis diatas, jelas jenis mummy yang paing direkomenasikan.

Bobot
Hindari memiliki pemikiran sleeping bag yang berat maka akan semakin hangat. Itu pemikiran kuno. Patokannya yaitu ada istilah warmth-to-wight ratio atau perbandingan bobot dan kehangatan yang tercantum di spesifikasi sleeping bag. Semakin tinggi nilainya maka semakin baik insulasinya. Jadi berat tidak menjadi patokan bahwa sleeping bag itu lebih hangat. Bahkan sekarang sudah banyak beredar sleeping bag ultralight dimana insulasinya lebih baik daripada sleeping bag biasa. Idealnya untuk pendakian gunung - gunung di Indonesia bobot sleeping bag tak lebih dari 1 kg.

Fitur 
Beberapa fitur ini akan menambah kenyamanan ketika menggunakan sleeping bag, diantaranya :
  • Hoodie / Kupluk : Berfungsi menambah kehangatan pada bagian kepala. Usahakan cari yang memiliki tali pengencang supaya bisa direkatkan.
  • Risleting : Cari risleting sleeping bag yang tidak mudah macet.
  • Size : Ukuran disesuaikan ukuran badan. Untuk yang memiliki badan besar direkomendasikan menggunakan sleeping bag ukuran XL. Ukuran yang kekecilan akan mengurangi kenyamanan karena susah dipakai untuk bergerak. 
Baca Juga : Mengatatasi Hipotermia dengan Thermal Blanket
Sebisa mungkin bungkus sleeping bag dengan plastik ketika melakukan pendakian untuk jaga - jaga ketika adanya hujan mendadak atau cerrier yang rembes terkena air hujan. Kamu juga bisa memakai kaos kaki saat tidur menggunakan sleeping bag karena bagian telapak kaki sangat sensitif dengan hawa dingin. Kamu bisa mencoba cara yang unik untuk mengusir dingin yaitu dengan masuk ke sleeping bag, kemudian dilapisi trash bag ketika hawa gunung benar benar dingin. Dengan memanfaatkan trash bag ini udara hangat dari sleeping bag akan dikunci di dalam trash bag. Sekian semoga info ini bermanfaat.

Postingan terkait: