Merk Outdoor Gear Lokal dan Impor yang Ada di Indonesia

Brand - brand outdoor bertebaran sejalan dengan semakin berkembangnya kegiatan - kegiatan pendakian di Indonesia. Brand - brand outdoor ini juga tidak melulu dipakai oleh para pendaki, melainkan mereka yang tidak melakukan kegiatan outdoor juga menyukai produk - produk outdoor karena kualitasnya yang terjamin. Taukah kamu diantara brand - brand outdoor baik impor maupun lokal yang ada di Indonesia, brand lokal lebih mendominasi di pasaran Indonesia dari pada brand impor. Brand lokal tidak bisa dipandang sebelah mata baik dari segi kualitas maupun style. Brand lokal menawarkan harga yang terjangkau daripada brand impor, namun secara kualitas brand lokal sedikit dibawah brand impor. Berikut ini akan dibahas apa saja brand - brand lokal maupun impor yang tersebar di Indonesia.

Brand Lokal



1. Eiger
Siapa yang tidak kenal dengan brand Eiger? Brand ini sering dianggap brand dari luar, padahal brand ini adalah brand lokal yang berasal dari Bandung. Eiger didirikan oleh Ronny Lukito seorang pengusaha tas dari Bandung dengan penjualan Eiger pertama kali pada tahun 1993. Nama Eiger diambil dari nama gunung yang ada di Swiss yaitu Gunung Eiger. Ronny Lukito mengkhususkan brand Eiger sebagai pendukung kegiatan outdoor seperti pendakian, panjat tebing, serta kegiatan - kegiatan outdoor lain. Eiger merupakan brand lokal paling terkenal dan terbilang paling mahal dibanding brand - brand lokal lain. Banyak yang berpendapat brand ini secara harga memang sedikit diatas brand lokal lain, namun hal itu sebanding dengan kualitasnya yang terbilang awet dan tahan lama. Secara kualitas brand ini sebanding dengan brand - brand impor terbukti pemasaran Eiger yang menembus pasar internasional. Bahkan banyak yang berkomentar bahwa barang - barang yang dijual Eiger harganya sama dengan produk dari brand - brand luar.

Eiger memiliki produk turunan yaitu Bodypack dan Nordwand yang sering disandingkan di outletnya. Nordwand merupakan produk turunan dari Eiger yang diposisikan lebih ke arah aktifitas outdoor namun berada di bawah produk Eiger. Sedangkan Bodypack dikhususkan pada tas jenis ransel yang telah teruji keawetannya.

Eiger memberi garansi salahsatunya pada produk tas dengan syarat kesalahan jahit dan proses produksi, material yang cacat, dan aksesoris yang cacat atau tidak berfungsi. Syarat klaim garansi yaitu dengan menyerahkan nota pembelian produk.


2. Rei
Brand Rei berasal dari Bandung. Dari segi kualitas antara Rei dan Eiger sama - sama bagus, namun Rei menawarkan harga lebih bersahabat dibandingkan dengan Eiger. Seringkali outlet - outlet Rei juga menyediakan brand Trekker, hal ini dikarenakan Trekker merupakan pengembangan produk dari perusahaan Rei. Produk Rei sangat direkomendasikan jika kamu menginginkan produk dengan kualitas seperti Eiger namun dengan harga yang lebih murah.


3. Consina
Consina didirikan oleh Disyon Toba pada tahun 1998 yang juga memiliki hobi mendaki. Saat masa awal pendirian Consina, Dyson hanya memiliki modal mesin jahit butterfly dan satu orang karyawan. Brand Consina berasal dari Bekasi yang mengunggulkan style, keragaman warna, kualitas dan harga yang sangat bersahabat. Secara harga, produk Consina bisa dibilang dibawah Eiger dan Rei. Namun jangan khawatir masalah kualitas Consina juga tidak diragukan lagi. Produk Consina juga dipasarkan ke luar negeri diantaranya ke Cina, Thailand, dan Malaysia. Consina menyediakan berbagai produk untuk kegiatan outdoor, diantaranya ransel, cerrier, sendal, sepatu, celana, kaos, jaket dan lain - lain.

4. Avtech
Avtech berasal dari kata Adventure Technology. Avtech didirikan pada tahun 1999 yang sebelumnya bernama Gelarwangi bermarkas di Sunter Jakarta Utara dengan produk diantaranya carrier, jaket, pakaian dan lain - lain. Secara harga, Avtech bersaing dengan Rei. Banyak yang berpendapat bahwa cerrier dari Avtech modelnya sangat monoton, standart dan tidak banyak fiturnya. Padahal fitur - fitur tersebutlah yang sangat diinginkan para pembeli.


5. Cozmeed
Cozmeed merupakan brand outdoor yang berpusat di Solo dengan 13 cabang diantaranya Solo, Jogja, Magelang, Salatiga, Purwokerto, Depok, Kuningan, Malang dan Surabaya. Cozmeed merupakan ekspansi dari Cartenz outdoor gear. Kamu juga bisa membeli produk - produk Cozmeed secara online pastinya. Brand ini secara harga juga bersahabat dengan varian jaket dan alat outdoor lain.

6. Jayagiri
Para pendaki yang berumur (eh maaf) pasti tau produk ini. Jayagiri memang sudah lama malang melintang di dunia outdoor gear sejak tahun 1978. Brand ini sempat vakum dan bangkit lagi dengan brand Jayagiri by Dody (Dody Jayagiri) pada tahun 1985. Selain menargetkan pasar nusantara, brand ini juga terjual hingga ke luar negeri. Ekspor pertama dilakukan pada tahun 1983 dengan tujuan negara Malaysia. Jayagiri memproduksi produk outdoor seperti Jaket, tas, sleeping bag dan lain – lain.

Brand Impor
Brand lokal memang menawarkan harga yang lebih murah daripada brand impor. Namun tidak bisa dipungkiri secara kualitas brand impor lebih menjamin secara kualitas dibandingkan brand lokal. Merk brand dalam negeri lainnya yaitu Claw, Torch Id, Forester, Trekker, dan Rigi adalah brand lokal namun masih jarang dilihat digunakan para pendaki. Yang membedakan brand lokal dengan brand impor adalah dari segi bahan dan jahitan. Brand impor memang memiliki kualitas yang bagus dan diimbangi dengan harga yang juga sebanding dengan kualitas. Berikut ini adalah beberapa brand impor yang sering digunakan para pendaki di Indonesia.


1. Karrimor
Karrimor merupakan brand outdoor yang berasal dari Inggris. Didirikan pada tahun 1946 oleh Charles dan Maria Parsons dengan Grace Davies dengan modal jahitan tangan. Pada perkembangannya Karrimor dibeli oleh perusahaan kelompok rekreasi Afrika Selatan yang bernama  Holding Cullinan pada tahun 1999.

Brand ini lebih sering dilihat pada sepatu - sepatu trekking para pendaki. Produk Karrimor terbilang langka dan banyak dicari. Denan kelangkaan ini menjadikan harga dari Karrimor sedikit lebih mahal dari pada yang lain. Sayangnya, produk Karrimor yang tersebar di Indonesia banyak yang KW. Hal ini bisa dilihat dari harga sepatu yang miring yaitu berkisar antara 250 ribu hingga 400 ribu. Kebanyakan produk yang dijual dipasaran adalah buatan dari Cina dan Vietnam. So hati  hati kalau mau beli produk dari brand ini apalagi beli di forum jual beli yang belum terpercaya.

2. Jack Wolfskin
Jack Wolfskin berasal dari Jerman. Hampir senada dengan Karrimor, merk Jack Wolfskin banyak di KW para pengembang di tingkat lokal. Produk Jack Wolfskin bisa dilihat di sleeping bag, cover cerril, dan jaket. Jadi hati - hati untuk memilih brand ini. Patokannya, brand impor biasanya lebih mahal daripada brand lokal, apabila ada yang menjual dengan harga dibawah pasaran bisa dipastikan produk itu adalah kw.

3. Deuter
Deuter berasal dari Jerman yang didirikan pada tahun 1898 di Augsburg, Jerman. Deuter dalam pengucapan Jerman yaitu Doy Ter memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun dalam hal pembuatan ransel. Pada tahun 1984, perusahaan Deuter mengenalkan Backsystem Aircomfort yang sekarang ini digunakan sebagian besar brand - brand outdoor baik lokal maupun impor.

Deuter menawarkan kualitas yang baik terutama pada ransel dan cerrir. Banyak diantara para pendaki lebih memilih brand ini untuk ranselnya dengan alasan kualitas, kenyamanan dan gengsi. Selain cerrir dan ransel, Deuter juga mengembangkan produk lain seperti sleeping bag, water tank dan  lain - lain. Harga jual Deuter termasuk stabil baik dijual baru maupun bekas. Jadi untuk pembelian cerrier dari merk Deuter sangat recomended.

4. The North Face (TNF)
The North Face adalah salah satu brand outdoor impor terlengkap dan terbesar di dunia. TNF berasal dari USA namun juga membuka pabrikan di Indonesia. Untuk produk, brand TNF memiliki bermacam - macam jenis produk dan hampir dikatakan lengkap. Hati - hati untuk membeli produk impor, pertimbangkan harga apakah sesuai dengan pasaran harga impor, usahakan beli di tempat outlet dan apabila membeli di forum jual beli usahakan penjualnya terpercaya. Jangan tergiur dengan harga miring.

5. Berghaus
Tidak seperti TNF, Deuter dan Karrimor, produk Berghaus jarang ditemui dan digunakan para pendaki. Berghaus berasal dari Inggris dan telah memasarkan produk - produknya keluar negaranya diantaranya sampai ke Indonesia. Nama Berghaus berasal dari bahasa Jerman yang berarti rumah gunung.

6. Osprey
Osprey adalah produsen produk outdoor dari Colorado dengan fokus produk ke jenis ransel. Produk Osprey bersaing dengan Deuter. Perusahaan ini didirikan di Colorado pada 1974. Sama seperti produk impor lain, produk osprey juga sering di palsukan oleh para pengembang.

Produk diatas adalah produk - produk yang sering dijumpai dan dipakai oleh para pendaki di Indonesia. Sebenarnya masih banyak brand lain diantaranya Gregory, Black Diamond, Mammut, Marmot, Arc'teryx, Lowe Alpine, Pantagonia, Lafuma, dan Millet. Pemilihan produk dari lokal maupun impor kembali ke masing - masing orang, namun dapat dicatat bahwa produk outdoor biasanya harga sesuai kualitas. Semakin mahal barang tersebut kualitasnya juga semakin bagus. Memilih produk impor memang bukan cuma sekedar gengsi, namun mengedepankan kualitas. Namun jangan remehkan juga produk lokal, karena produk lokal lambat laun selalu melakukan perbaikan dalam kualitas produknya dan harganya pun lebih bersahabat. Jadi jika bukan kita yang menjadi konsumen produk dalam negeri, lalu siapa lagi?
Blogger
Disqus

3 comments

Alpina kok gak ada ya? padahal merk itu kini mulai bangkit lagi setelah sekian lama mati suri. Merk lokal paling legendaris tuh. Hehe

Balas

Ketauan umurnya nih om wkwk Alpina jaya tahun 2000an dan sekarang mulaj naik lagi

Balas

Wahaha iyah jaman saya SMA merajai tuh di pasaran merk lokal..btw blognya keren gan, main2 ya ke blog ane 😁

Balas