Etika Melakukan Kegiatan Pendakian

Etika Melakukan Kegiatan Pendakian


Kegiatan pendakian akhir - akhir ini menjadi booming bagi sebagian orang untuk mengisi liburan. Kegiatan pendakian sekarang terkesan menjadi sebuah wisata. Apalagi adanya acara televisi, film, blog, sosial media, dan forum yang menjadikan kegiatan pendakian semakin ramai. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh anak muda, namun juga orang tua dan anak - anak sekolah. Namun, mulai populernya kegiatan pendakian tidak diimbangi dengan pemahaman etika melakukan kegiatan pendakian dan semangat konservasi. Bahkan sebagian pendaki cenderung antipati dan lebih mementingkan kesenangan semata. Untuk itu, sebaiknya para pendaki memahami dan tetap menjaga gunung tempat pendakian. Bukan hanya menikmati alamnya, tetapi juga ikut melestarikan alam dengan mengetahui etika mendaki gunung. Berikut ini akan dijelaskan beberapa poin etika melakukan pendakian :

1. Melaporkan diri atau izin kepada pihak basecamp sebelum mendaki
Registrasi di basecamp setempat adalah hal yang sangat penting untuk mencegah adanya kemungkinan terburuk ketika mendaki. Pihak basecamp akan bertanggung jawab apabila terjadi hal hal terburuk seperti tersesat ataupun belum kembali hingga batas waktu yang telah ditentukan.

2. Tidak membuang sampah sembarangan
Sampah menjadi masalah yang serius di tempat - tempat wisata tak terkecuali gunung. Selalu sediakan tempat sampah berupa plastik atau trash bag untuk tempat sampah sementara sebelum dibuang di tempat pembuangan sampah. Jangan kotori gunung, bawa turun sampahmu.

3. Tidak merusak apapun di hutan gunung
Usahakan jangan merusak apapun di gunung. Sebisa mungkin hindari mengambil bahan - bahan di alam seperti kayu, dedaunan dan lain - lain. Jangan menyalakan api apabila tidak dalam kondisi mendesak. Bila menyalakan api, usahakan matikan sebelum meninggalkannya untuk berjaga - jaga agar tidak terjadi kebakaran. Usahakan untuk tidak melakukan vandalism pada apa saja di gunung seperti di batu, plang penunjuk arah, ataupun objek objek lain. Lestarikan alam di gunung. Jangan petik bunga edelweis sebagai cendera mata.

4. Tidak mencemari sumber air
Gunung merupakan sumber air bagi masyarakat di bawahnya. Apabila kamu menemukan sumber air baik berupa pipa penyalur air ataupun sungai, sebisa mungkin manfaatkan dengan benar dan jangan sampai mencemari air tersebut. Gunakan air sesuai keperluan, kalaupun kita harus menggunakan air tersebut untuk mencuci peralatan makan atau mandi, sebisa mungkin pilih sungai dengan aliran air yang besar dan dibawahnya bukan untuk minum penduduk sekitar. Jangan sekali - kali menggunakan sabun detergen.

5. Gunakan sistem gali tutup lubang ketika BAB
Hal ini terutama bagi para pendaki pemula yang dengan seenaknya membuang sisa pencernaan. Selain dapat mencemari udara, kotoran tersebut juga mengganggu kenyamanan pendaki lain. Berikut tips apabila ingin buang air besar :
  • Pilih lokasi yang jauh dari jalur pendakian dan aman ketika sedang BAB
  • Bawa air untuk membersihkan seperti di dalam botol, atau bisa juga dengan menggunakan tisu
  • Buat lubang untuk BAB dan tutup ketika selesai, jangan membuat ranjau kotoran yang menyusahkan bagi pendaki lain.
  • Gunakan parang atau pisau untuk menggali lubang, kalau tidak ada kamu bisa menggunakan kayu atau mencabut rumput, karena ketika rumput tercabut akan menciptakan lubang
Baca Juga : Cara BAB di Gunung, Lengkap
6. Patuhi norma dan aturan adat setempat
Posisikan diri kita sebagai seorang yang sedang bertamu di hutan atau gunung. Jaga omongan, perilaku dan jangan mengganggu hewan di sekitar. Jangan membawa minuman keras, bertindak asusila dan jangan sampai melanggar norma dan adat yang telah berlaku di daerah tersebut.

Sekian post tentang etika seorang pendaki yang hendaknya diperhatikan dalam kegiatan mendaki. Masih banyak hal yang perlu diperhatikan dalam mendaki. Semoga tulisan singkat ini dapat dijadikan himbauan dalam melakukan setiap pendakian. Salam lestari.

Share this:

Disqus Comments