Rekomendasi Tenda untuk Pendakian

Rekomendasi Tenda untuk Pendakian

Tenda dome kapasitas 4 orang adalah kapasitas yang paling banyak diminati. 4 orang adalah jumlah yang ideal untuk mendaki. Bagi kamu yang sedang mencari dome kapasitas 4 orang, kamu bisa mengikuti artikel berikut ini. List tenda dibawah ini adalah tenda – tenda yang telah teruji ketahanannya dalam beragam cuaca.

Consina Magnum 4
Teknologi dual layer serta memiliki vestibule sangat cocok digunakan ketika musim hujan. Fungsi vestibule selain untuk menyimpan barang juga dapat digunakan untuk tempat memasak. Frame tenda terbuat dari fiber. Tali yang ada tepat didepan vestibule wajib diperhatikan karena sering membuat orang tersandung saat keluar maupun masuk tenda. Ukuran tenda ini adalah 280 (80+200) cm x 175 cm x 135 cm dengan berat kurang lebih 3,2 kg. Seri tenda ini juga tersedia dalam kapasitas 6 orang. Harga Consina Magnum 4 adalah Rp. 870.000 (harga mungkin sudah berubah).

Tenda Great Outdoor JAVA 4
Selain harga yang murah tenda ini juga menawarkan vestibule yang cukup luas untuk dimanfaatkan berbagai keperluan. Tenda ini juga memiliki lapisan dual layer yang sangat cocok digunakan pada musim hujan. Frame berbahan fiber dengan berat total tenda ini mencapai 4,1 Kg. Ukuran tenda ini adalah 310 (100+210) cm x 240 x 130 cm. Dengan ukuran tersebut akan sangat lega bila digunakan untuk 4 orang. Harga tenda ini cenderung tidak stabil tergantung permintaan dan ketersediaan barang. Terhitung harganya berada pada angka Rp. 750.000 dan bisa naik maupun turun sewaktu – waktu.

Lafuma Summertime
Warna yang cerah dan bentuk yang kokoh adalah keunggulan dari tenda Lafuma Summertime. Frame fiber dengan flysheet yang tebal menjadikan berat dari tenda ini mencapai 4,8 kg. Ukuran dari tenda ini adalah 310 x 220 x 160 cm. Ukuran tersebut akan sangat lega bila digunakan untuk 4 orang dengan barang bawaan yang dimasukkan ke dalam tenda. Tenda ini dapat didirikan dengan cepat karena menggunakan sistem cantol ke framenya. Harga tenda ini berkisar Rp. 1.200.000 (harga mungkin berubah).

El Capitan
Tenda El Capitan masuk dalam kategori tenda lokal premium. Terdapat dua pintu dengan dua teras yaitu di depan dan belakang. Frame berbahan aluminium yang saling menyilang dan didesain berdiri tanpa pasak. Berat total tenda El Capitan adalah 3,9 kg. Sistem cantol pada tenda ini membuat kamu dapat mendirikan tenda dalam waktu yang relatif singkat. Ukuran dari tenda El Capitan adalah 370 (80 + 210 + 80) cm x 170 cm x 120 cm. Dengan ukuran tersebut memerlukan tanah yang cukup luas untuk mendirikannya. Harga tenda El Capitan berkisar Rp. 2.150.000
Tips Memilih Tenda untuk Mendaki

Tips Memilih Tenda untuk Mendaki

Tenda merupakan peralatan wajib pada kegiatan mendaki. Tenda berfungsi sebagai tempat beristirahat sekaligus berlindung dari cuaca di gunung. Karena pentingnya fungsi tenda inilah yang kemudian menuntut para pendaki tidak boleh sembarangan dalam membeli tenda. Berikut ini adalah tips – tips memilih tenda sesuai kebutuhan pendaki.
  1. Kapasitas Tenda
Tips pertama yang harus diperhatikan adalah kapasitas yang diinginkan. Tenda yang umum dijual adalah kapasitas dua hingga enam orang. Tenda yang paling diminati adalah tenda berkapasitas empat orang. Kapasitas suatu tenda akan berpengaruh pada beban dan volume di dalam carrier. Semakin besar kapasitas tenda maka volume dan berat juga akan semakin besar.
  1. Bahan Tenda
Bahan tenda yang paling baik adalah nilon karena memiliki kemampuan lebih baik dalam menahan udara dingin dan air hujan. Di pasaran saat ini banyak tenda yang terbuat dari dua bahan yaitu bahan nilon pada bagian luar dan katun pada bagian dalam. Tenda jenis ini dapat dijadikan pilahan, namun dalam penggunaan juga harus hati – hati, jangan sampai bagian katun basah karena akan meningkatkan kelembapan didalam tenda. Bisa dikatakan bahan nilon adalah bahan terbaik untuk semua tenda.
  1. Pemilihan Cover / Flysheet
Flysheet adalah lapisan anti air yang dipasang pada bagian terluar tenda. Flysheet sangat penting untuk menahan air hujan sebelum langsung mengenai bagian dalam tenda. Bahan flysheet terbaik adalah bahan polyester. Maka dari itu disarankan untuk menambahkan flysheet pada tenda yang dibeli. Perhatikan pula cara pemasangan flysheet dengan memastikan terdapat jarak antara flysheet dengan tenda agar kondisi didalam tenda tidak panas dan lembap.
  1. Pemilihan Alas Tenda
Pada umumnya lapisan bawah tenda adalah terpal. Namun untuk lebih baiknya usahakan memilih lapisan bawah berupa bahan ultralight sejenis nilon agar mampu menahan rembesan air.
  1. Pemilihan Frame
Bila memungkinkan pilih frame yang terbuat dari alumunium dan bukan fiberglass, karena bahan alumunium jauh lebih awet, kuat dan ringan dibandingkan dengan fiberglass. Frame berbahan fiberglass sangat rentan patah bila diterpa angin kencang. Saat ini sudah banyak toko outdoor yang menjual frame alumunium, jadi tidak perlu khawatir bila ingin menggantinya.
  1. Jahitan
Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah jahitan tenda. Pastikan jahitan pada tenda tersebut cukup kuat dan dobel karena akan sangat berpengaruh bila dipergunakan untuk jangka panjang.
  1. Ketinggian Tenda
Untuk pendakian gunung yang memiliki tiupan angin kencang usahakan memilih tenda dengan ketinggian maksimal adalah 1 meter. Hal ini sangat penting agar sewaktu tertiup angin tenda tidak roboh. Beberapa merk tenda memiliki bagian terbuka pada bagian dinding atau bagian atas. Hindari memilih tenda jenis ini karena bukaan tersebut justru menjadi pintu angin dan air.

Sekian tips memilih tenda dari pendaki.info, semoga info ini bermanfaat. Salam lestari.
Rekomendasi Lem Sepatu Gunung

Rekomendasi Lem Sepatu Gunung

Apakah kamu memiliki sepatu trekking untuk mendaki gunung? Bagaimana bila kita baru saja beli sepatu trekking namun baru dipakai beberapa kali sudah jebol? Yang pasti kewajiban kita untuk memperbaikinya salah satunya dengan menggunakan lem sepatu. Ada berbagai jenis lem sepatu yang dijual di pasaran, untuk lem sepatu trekking jangan gunakan lem abal – abal apalagi dengan kualitas yang buruk. Sebelum membeli lem sepatu, perhatikan merk lem sepatu. Berikut ini adalah rekomendasi merk lem sepatu yang kuat :
  1. Lem FOX Kuning
Lem Fox banyak dijual di pasaran. Ada beberapa jenis lem Fox salah satunya adalah yang berwarna putih. Lem Fox putih biasanya digunakan untuk mengelem kardus, kertas atau bahan – bahan yang tidak terlalu kuat. Lem Fox kuning biasanya digunakan tukang jahit untuk memperbaiki sepatu yang rusak dan jebol. Untuk itu pilihlah lem Fox yang berwarna kuning untuk sepatu.
Lem Fox Kuning

Cara menggunakan Lem Fox kuning untuk sepatu
  • Cuci bersih sepatu
  • Oleskan secara merata terhadap bagian yang akan dilem
  • Diamkan sepatu yang telah di lem hingga benar – benar setengah kering
  • Tempel atau rekatkan bagian sepatu yang telah di lem
  • Tindih sepatu yang telah di lem agar dapat menempel lebih kuat
Baca Juga : Panduan Lengkap Perawatan Peralatan  Mendaki
  1. Lem G Korea
Merk rekomendasi kedua adalah merk lem G Korea. Biasanya tiap daerah berbeda dalam menyebut lem ini. Kemasan dari lem ini yaitu terdapat logo G dan tulisan seperti korea di bawahnya. Lem merk ini sangat kuat untuk mengelem sepatu. Namun cara penggunaannya sangat berbeda dengan lem Fox kuning. Lem ini sangat berbahaya apabila terkena mata dan kulit karena sifatnya yang panas dan bisa membuat kulit melepuh. Makanya dalam menggunakan lem ini diharuskan kehati – hatian.
Lem G Korea
 Cara menggunakan Lem G Korea
  • Bersihkan sepatu yang akan di lem
  • Oleskan Lem G kebagian yang akan di lem
  • Rekatkan dengan cara menempelkan begian yang di lem secara cepat
  • Tekan bagian yang di lem agar melekat sempurna
Sifat Lem G Korea cepat mengering sehingga dituntut untuk lebih cepat dalam pengeleman dan berbeda dengan lem Fox kuning. Agar sepatu lebih kuat, kamu bisa juga menjahit sepatu bagian solnya agar tidak mudah copot. Sekian pos kali ini, semoga berhasil.
Tips Packing Carrier untuk Mendaki Gunung

Tips Packing Carrier untuk Mendaki Gunung

Menejemen packing pada carrier menjadi salah satu hal penting dalam persiapan pendakian. Hal ini dikarenakan pendaki diharuskan membawa beragam peralatan pendaki dan dalam satu carrier. Packing merupakan seni tersendiri dalam persiapan pendakian. Packing jika dilakukan secara asal – asalan maka dapat dipastikan tidak akan nyaman di punggung karena tidak seimbang. Bahkan terkadang terasa lebih berat beban yang ada di pundak dan pinggang yang tidak pas dan pada akhirnya akan berakibat pada stamina dan kestabilan pendaki. Berikut ini adalah tips yang dapat kamu terapkan ketika packing carrier dalam kegiatan pendakian :
  • Buat list perlengkapan yang akan dibawa
Buat catatan kecil berupa list barang – barang yang wajib kamu bawa seperti senter, jaket, pakaian ganti dan lain – lain hingga perlengkapan – perlengkapan tambahan. Hal ini sangat berguna agar kamu tidak lupa dan bingung menentukan apa saja barang yang harus kamu bawa. Usahakan barang yang kamu bawa adalah barang – barang yang benar – benar dibutuhkan agar tidak menambah beban lebih dalam perjalanan nanti.

  • Perhatikan kapasitas ransel / carrier
Setelah menentukan barang apa saja yang akan dibawa, selanjutnya pastikan carrier yang akan kamu bawa mencukupi untuk perlengkapan tesebut. Apabila barangnya terlalu banyak kamu dapat mengurangi barang – barang yang sekiranya tidak terlalu dibutuhkan untuk dibawa. Kamu juga dapat membawa tas kecil atau tas selempang untuk menaruh barang – barang kecil seperti korek api, dompet, kunci motor dan lain – lain.

  • Lapisi barang – barang yang ada di dalam carrier dengan trasbag atau kantung sampah
Hal yang paling menjengkelkan ketika mendaki adalah ketika terjadi hujan ketika sedang perjalanan mendaki. Hal ini dapat menyebabkan barang – barang yang ada di dalam carrier dapat basah terkena air hujan. Memang carrier saat ini dilengkapi dengan rain cover, namun rain cover saja masih kurang untuk menahan air hujan tidak tembus kedalam carrier. Maka dari itu usahakan melapisi barang – barang yang kamu bawa dengan trashbag. Keadaan dingin di gunung biasanya juga mampu membuat carrier menjadi lembap yang akan mengakibatkan barang – barang seperti baju, sleeping bag dan jaket menjadi basah tanpa sebab. Maka dari itu selalu persiapkan trashbag untuk keperluan ini.

  • Gunakan matras sebagai frame
Matras dapat dimanfaatkan sebagai frame pada carrier agan carrier dapat terbentuk tegak dan seimbang. Pasang matras melingkar di dalam carrier, berikutnya masukkan trashbag barulah masukkan barang – barang lain.

  • Perhatikan susunan barang pada ransel
Penysusunan barang – barang yang ada didalam ransel sangat mempengaruhi beban dan kenyamanan pergerakan ketika mendaki. Salah posisi dalam penempatan barang dapat membuat punggung tidak nyaman terutama saat berjalan di medan yang terjal. Maka dari itu perhatikan penyusunan barang – barang yang ada di carriermu. Baju dan sleepingbag diletakkan paling bawah, sedangkan barang – barang penting seperti jas hujan dan kotak P3K ditempatkan paling atas agar ketika butuh mendadak dapat cepat diambil.
Hal – hal diatas adalah hal yang perlu dipersiapkan sebelum mendaki. Semoga tips diatas dapat membantu dan salam lestari.
Panduan Lengkap Perawatan Alat Outdoor (Pendakian)

Panduan Lengkap Perawatan Alat Outdoor (Pendakian)


Dalam dunia pendakian pasti tidak bisa lepas dengan yang namanya peralatan outdoor. Peralatan outdoor memiliki bermacam – macam jenis dari peralatan individu hingga peralatan kelompok. Bisa dibilang harga dari peralatan outdoor ini bervariasi dan rata – rata terbilang mahal. Sehingga sangat penting untuk dilakukan perawatan guna menjaga agar peralatan outdoor tersebut tetap awet. Berikut ini adalah artikel mengenai panduan lengkap perawatan alat – alat outdoor.

PERAWATAN JAKET OUTDOOR
Jaket merupakan salah satu peralatan wajib bagi pendaki. Fungsi dari jaket outdoor adalah menjaga suhu tubuh agar tetap hangat. Biasanya jaket outdoor yang digunakan untuk mendaki memiliki sifat waterproof yang berfungsi agar air tidak tembus ke sisi dalam jaket dan windproof yang berfungsi untuk menangkis angin masuk ke dalam jaket. Kedua fungsi tersebut sangat dibutuhkan agar terhindar dari hipotermia ketika mendaki.

Cara mencuci jaket outdoor
  • Rendam jaket menggunakan air hangat atau air keran biasa.
  • Tambahkan mild soap / sabun tanpa detergen seperti shampoo atau sabun bayi. Tidak disarankan merendam dengan detergen. Hal ini karena sifat dari detergen yang dapat merusak latex dari jaket outdoor.
  • Rendam jaket selama 30 - 60 menit.
  • Kucek dengan lembut jaket tersebut
  • Apabila terdapat noda, sikat secara halus dan searah. Hindari menyikat dengan kasar karena akan menyebabkan lapisan latex rusak atau pori – pori kain melebar.
  • Bilas jaket seperti biasa hingga sabun hilang.
  • Peras dengan cara memeras, hindari memeras dengan memelintir.
  • Hindari menjemur pada matahari langsung karena dapat menyebabkan lapisan latex mengelupas.
  • Apabila sudah kering, kamu dapat menyetrika tetapi jangan secara langsung. Lapisi dengan handuk atau kain lain, atur temperatur setrika dengan low-medium heat/panas kecil atau settingan nylon synthetic.
PERAWATAN SLEEPING BAG
Cara Mencuci Sleeping Bag
  • Rendam sleeping bag menggunakan air hangat maupun air keran.
  • Tambahkan sabun tanpa detergen.
  • Rendam selama 20 – 30 menit, selanjutnya kucek menggunakan tangan secara lembut. Apabila ada noda di sleeping bag, sikat secara halus dan usahakan lapisan tahan airnya tidak rusak. Bila sulit dihilangkan biarkan saja.
  • Bilas seperti biasa hingga sabunnya hilang. Remas – remas untuk menghilangkan air dan hindari memelintir agar bahan dari sleeping bag tidak rusak.
  • Keringkan sleeping bag dengan cara diangin – anginkan (jangan dijemur secara langsung menghadap sinar matahari) biasanya selama 24 jam sleeping bag sudah kering tergantung cuaca.
Cara Menyimpan Sleeping Bag
Terdapat dua perlakuan pada sleeping bag yaitu perlakuan pada sleeping bag yang sering di pakai dan jarang dipakai. Untuk sleeping bag yang sering dipakai, penyimpanan sleeping bag dapat disimpan di kantung tempat sleeping bag bawaan atau bisa juga dihamparkan biasa atau dilipat seperti baju agar tidak terkompresi atau tertekan saat penyimpanan.
Sedangkan pada sleepng bag yang jarang dipakai, sleeping bag tempatkan pada kantung yang lebih besar atau digantung di dalam lemari menggunakan hanger atau loop pada kaki sleeping bag agar tidak terkompresi. Untuk menjaga sleeping bag tetap awet tambahkan pengharum dan anti jamur.

PERAWATAN SEPATU TREKKING
Cara Mencuci Sepatu Trekking
Rata – rata sepatu trekking menggunakan bahan kulit, baik kulit sintetis maupun kulit hewan asli. Oleh karena itu, dalam mencuci sepatu harus lebih berhati – hati. Hindari menggunakan sabun, dan sebagai rekomendasi bisa menggunakan shampoo. Jika ada bagian yang kotor bisa dibersihkan dengan disikat lembut.  Cara pengeringan sepatu trekking cukup diangin – anginkan saja tanpa menjemur langsung ke sinar matahari, hal ini agar menjaga warna dari sepatu trekking.

Cara Memperbaiki Sepatu Trekking
Apabila sepatu trekking sobek atau ada bagian yang mengelupas bisa disiasati menggunakan lem khusus yang kuat. Beri secukupnya dan apabila ingin lebih kuat dapat dijahit ditukang soul sepatu.
Baca Juga : Rekomendasi Lem Sepatu Gunung
Penyimpanan Sepatu Trekking
Penyimpanan sepatu trekking dapat dilakukan dengan menghindarkan sepatu trekking dari tindihan barang atau sepatu lain. Dapat juga memasukkan gumpalan kertas ke dalam sepatu untuk mengurangi kelembapan sepatu.

PERAWATAN TENDA DOME
Cara Mencuci Tenda Dome
  • Untuk mencuci tenda dome, sebelumnya dirikan tenda dan bersihkan debu, kerikil atau sisa – sisa mendaki yang ada di dalam tenda.
  • Selanjutnya siram tenda menggunakan air mengalir (kekuatan air kecil) siram secara perlahan bagian luar tenda.
  • Usap keseluruhan tenda menggunakan spon dan hindari menggunakan sikat karena dapat merusak bagian terluar tenda.
  • Gunakan shampoo dan hindari menggunakan detergen.
  • Setelah bagian luar selesai, lanjutkan bagian dalam tenda. Bagian atas pada sisi dalam tenda usap menggunakan spon sedangkan bagian alas tenda dapat menggunakan sikat karena bagian ini biasanya berbahan terpal.
  • Setelah semua selesai, keringkan tenda dengan menggunakan kanebo atau handuk dengan cara mengusapnya untuk mengurangi kadar air pada tenda. Setelah itu, angin – anginkan tenda dan hindari menjemur secara langsung pada sinar matahari.
  • Setelah kering lipat tenda dan jangan lupa membersihkan frame tenda terutama kotoran – kotoran yang melekat karena akan membuat frame berkarat dan mengurangi kelenturannya.
Cara Mencuci Flysheet
  • Bentangkan flysheet pada seutas tali dan siram bagian luar dengan air.
  • Bersihkan menggunakan spon atau kain halus.
  • Untuk bagian flysheet dapat menggunakan detergen, setelahnya bilas flysheet hingga bersih.
  • Angin – anginkan flysheet hingga kering.
Cara merawat tenda
  • Setelah digunakan berkegiatan, terutama ketika digunakan saat hujan, kamu dapat memeriksa tiang (frame) tenda dan membersihkannya menggunakan air agar lempengan besi yang ada tidak korosi yang dapat menyebabkan berkurangnya kelenturan frame. Resleting juga perlu diperhatikan meskipun resiko berkaratnya kecil yaitu dengan menyemprot silikon kecil pada gerigi resleting agar tetap normal.
  • Simpan tenda pada tempat yang kering dan sejuk. Hindari menyimpan tenda pada tempat yang panas karena akan merusak lapisan tenda.
  • Biasaan sekali – kali mendirikan tenda dan diangin – anginkan sekalipun tidak digunakan berkegiatan.
  • Hindari menggunakan tenda untuk alas tidur karena gesekan yang terjadi pada tenda akan menyebabkan berkurangnya daya tahan tenda.
  • Hindari menyalakan api di tenda.
PERAWATAN CARRIER
  • Ketika mendaki usahakan selalu pakai rain cover.
  • Sebelum membersihkan carrier, pastikan carrier dalam kondisi kosong tanpa ada barang apapun baik itu sisa makanan, kerikil maupun debu - debu.
  • Saat berkegiatan seperti mendaki pasti carrier akan kotor baik itu terkena debu atau pasir – pasir yang menempel pada carrier. Oleh karena itu sangat penting mencuci carrier setelah digunakan agar carrier tetap bersih dan awet.
  • Cuci carrier dengan cara merendam dengan air shampo serta menyikat halus menggunakan spon.
  • Setelah dicuci, dan dikeringkan, usahakan memberi kapur barus agar carrier tidak terkena jamur yang akan menyebabkan carrier bau dan bahkan merusak bahan carrier.
  • Bungkus carrier menggunakan plastik atau bisa juga ditutup menggunakan rain cover agar menghindarkan carrier dari debu.
  • Jangan biarkan tali carrier menjuntai kemana – mana karena akan sulit dirapikan kembali nantinya.
  • Sebagai catatan jangan taruh barang apapaun di atas carrier karena apabila carrier tertindih akan merubah bentuk punggung tas.
Legenda Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing

Legenda Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing

Gunung Sindoro dan Sumbing, dua gunung yang memiliki kemiripan landskap dan alam yang terletak di Temanggung, Wonosobo dan Magelang. Kedua gunung ini terkenal dikalangan para pendaki dengan trek pendakian yang melelahkan namun memiliki view yang menarik. Kali ini blog pendaki.info akan mengulas mengenai asal – usul kedua gunung ini. Cerita ini diambil dari cerita warga yang menyebar dari tutur sejarah lisan antar generasi. Berikut ini adalah cerita singkat mengenai Gunung Sindoro dan Sumbing.

Pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami dan istri yang dikaruniai dua anak laki – laki. Mereka hidup selaras dengan ritme alam pedesaan. Setiap hari mereka beraktivitas di desa yang asri nan sejuk. Kegiatan sehari – hari mereka adalah berladang, pagi hari diawali dengan mencangkul dan bercocok tanam. Pada siang hari beristirahat sejenak dan kemudian melanjutkan pekerjaan. Dan pada sore hari tiba saatnya pulang ke rumah dan beristirahat setelah melakukan pekerjaan di ladang. Demikianlah keseharian mereka setiap hari, nyaris tanpa adanya perubahan.

Kedua putera dari keluarga ini tidak akur, keduanya suka bertengkar sepanjang hari, perilaku anak – anak yang sering kita jumpai. Suatu ketika sang ayah kehabisan kesabaran, akhirnya kedua anak tersebut dipukul ayahnya sehingga menyebabkan salah satu dari anaknya bibirnya robek (sumbing).

Hingga kini kedua anak tersebut diabadikan sebagai nama gunung yaitu Si Ndoro (sang tuan) untuk Gunung Sindoro dan Si Sumbing (si bibir robek) untuk Gunung Sumbing. Si Ndoro adalah julukan kepada anak pertama yang memiliki sikap santun, bijaksana dan selalu melindungi. Sedangkan Sumbing diberikan kepada anak kedua yang mimiliki sikap yang nakal dan karena tingkahnya mendapat luka robek di bibirnya.

Gunung Sumbing bila dilihat pada sisi timur atau barat akan terlihat pada bagian tengah robek, melengkung ke bawah. Demikian legenda mengenai Gunung Sindoro dan Sumbing. Terlepas dari bagaimana legenda kedua gunung ini, Gunung Sindoro dan Sumbing tetaplah gunung yang unik dengan ketinggian hampir sama serta kesulitan yang tergolong medium pada setiap pendakian. Sekian, salam lestari.
Pendakian Gunung Merbabu via Gancik

Pendakian Gunung Merbabu via Gancik

Jalur Gancik adalah jalur baru pendakian Gunung Merbabu yang ada di Kecamatan Selo, Boyolali. Basecamp pendakian masih sama dengan jalur lama di Selo. Kita akan membayar tarif sesuai TNGM, Taman Nasional Gunung Merapi. Jalur ini masih ilegal dan belum diakui TNGM. Jalur Gancik adalah jalur evakuasi penyelamatan pendaki yang sekarang mulai dikomersilkan. Walaupun belum resmi, namun jalur Gancik ini sudah mendapat izin dari Kantor Pariwisata Kabupaten Boyolali.

Gardu Pandang Jalur Gancik
Ketika kita mendaki Gunung Merbabu melalui jalur Gancik, di tengah perjalanan kita akan menemukan sebuah gardu pandang yang bernama Gancik Hill Top untuk menikmati indahnya panorama Gunung Merapi dan indahnya kota Boyolali dari ketinggian.
Sumber gambar : petatempatwisata.com

Kelebihan Jalur Gancik
Jalur Gancik relatif lebih mudah dan lebih cepat sampai pada pos 3 jika dibandingkan dengan jalur Selo Tarubatang. Jika lewat jalur Selo Tarubatang membutuhkan waktu 4 jam sampai ke pos 3, sedangkan via jalur Gancik dapat ditempuh dengan waktu 3 jam saja. Jadi perbedaan waktu jalur Gancik dan Selo Tarubatang adalah selisih 1 jam perjalanan.

Selain dapat ditempuh dengan waktu yang relatif cepat, jalur Gancik juga sangat disarankan untuk pendaki pemula karena treknya lebih mudah dan waktu pendakian hingga ke pos 3 yang lebih cepat. Setelah pos 3 perjalanan akan kembali seperti jalur Selo lama hingga ke puncak.

Rute Pendakian Jalur Gancik
Setelah melakukan simaksi di basecamp Selo kemudian memulai pendakian dari jalur Selo lama. Ditengah perjalanan akan ada percabangan jalur Selo lama (Tarubatang) dan Gancik. Jalur Gancik ini akan sampai di Pos 3 jalur Selo Tarubatang.

  • Basecamp – Pos 1 (1-2 Jam)
    Jalur Gancik diawali dari basecamp Selo kemudian jalur awal masih sama dan menemui percabangan pada pertengahan yang akan membedakan jalur Gancik dan Selo. Pos 1 adalah tempat yang tidak terlalu luas, tidak ada shelter dan dikelilingi pohon.
  • Pos 1 – Pos 2 (30 Menit – 1 Jam)
    Jalan menuju pos 2 bisa dikatakan sangat dekat dengan trek landai, satu tanjakan dan satu dataran serta sekeliling rerimbunan pohon dan rumput yang tumbuh subur. Sampai di Pos 2 pohon – pohon besar sudah berkurang dan terkadang ada pendaki yang mendirikan di tempat ini. Tidak disarankan mendirikan tenda disini karena teralu awal dan masih jauh dari puncak.
  • Pos 2 – Pos 3 (1 Jam – 1,5 Jam)
    Jalur menuju pos 3 lumayan jauh dengan padang rumput dan edelweis yang menemani sepanjang perjalanan. Tanjakan menuju pos 3 cukup licin. Usahakan pegangan pada pohon atau rumput yang ada di sekeliling atau bisa juga membawa trekking pole. Pos 3 merupakan salah satu tempat favorit mendirikan tenda selain di sabana 1 dan 2. Disini merupakan pertemuan jalur Gancik dan jalur Selo lama.
  • Pos 3 - Sabana 1 (30 Menit – 1 Jam)
    Dari pos 3 menuju sabana 1 akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam. Sabana 1 merupakan dataran berupa hamparan rumput yang sangat cocok untuk mendirikan tenda. Sabana 1 menjadi tempat favorit mendirikan tenda para pendaki karena tempatnya yang luas dan jarak tidak terlalu jauh dengan puncak sebelum melakukan summit attack. Tempatnya yang terbuka membuat para pendaki harus bersiap – siap tendanya diterpa angin gunung. Cara mensiasatinya yaitu dengan berlindung di beberapa pohon yang ada di sabana 1.
  • Sabana 1 – Sabana 2 (30 Menit – 1 Jam)
    Perjalanan menuju sabana 2 akan melewati satu tanjakan saja dengan view yang sangat indah berupa pemandangan sabana 1 dan Gunung Merapi yang ada di selatan Gunung Merbabu. Sabana 2 kurang lebih sama dengan sabana 1 dan juga merupakan tempat favorit untuk mendirikan tenda. Sabana 2 lebih nyaman untuk mendirikan tenda karena sabana 2 terhalang oleh bukit. Setelah dari sabana 2 para pendaki dapat melanjutkan untuk summit attack ke puncak.
  • Sabana 2 – Puncak (1 – 1,5 Jam)
    Untuk sampai di puncak para pendaki akan melewati terjalnya jalan dari sabana 2 hingga puncak. Dari puncak Gunung Merbabu kita dapat menyaksikan gunung – gunung sekitar seperti Gunung Merapi, Lawu, Sindoro, Sumbing, Andong serta Ungaran. Apabila kita lewat jalur Selo kita akan langsung sampai di Puncak Kenteng Songo dan Triangulasi.

Akumulasi Waktu Pendakian Gunung Merbabu via Gancik
Basecamp – Pos 1 (1 jam)
Pos 1 – Pos 2 (30 menit)
Pos 2 – Pos 3 (1,5 jam)
Pos 3 – Sabana 1 (30 menit)
Sabana 1 – Sabana 2 (30 menit)
Sabana 2 – Puncak (1,5 jam)