Sebab - Sebab Pendaki Meninggal

Akhir – akhir ini kegiatan pendakian semakin ramai dilakukan anak – anak muda. Mereka berbondong – bondong melakukan pendakian baik itu dalam rangka merayakan tahun baru, liburan sekolah, maupun hanya sekedar penjajakan pendakian. Menikmati sunset, kabut, pemandangan serta indahnya bintang – bintang yang tidak ditemui di perkotaan seakan menjadi ekspektasi para pendaki pemula ini.

Sayangnya, euforia melakukan pendakian tidak dibarengi dengan kemampuan dan etika pendakian. Masih banyak dari mereka yang seenaknya melakukan kegiatan vandalisme di pepohonan, bebatuan dan fasilitas pendakian seperti plang penunjuk arah dan shelter, menjarah bunga edelweis atau menjadikan gunung sebagai tempat sampah. Tak sedikit dari mereka hanya bermodal nekat dan peralatan serta logistik seadanya berani melakukan pendakian. Padahal, kegiatan pendakian adalah kegiatan olahraga yang berbahaya dan mempertaruhkan nyawa. Kebanyakan dari para pendaki pemula mengabaikan resiko keselamatan hanya demi foto – foto di gunung yang sedang hits di kalangan mereka tanpa pengetahuan akan survival kit, pengatahuan dasar mengenai pendakian, persiapan yang kurang matang, dan bertindak sembrono.

Banyak korban jatuh karena kurangnya pemahaman akan hal – hal apa saja yang perlu dipersiapkan dan apa saja yang harus dilakukan ketika mendaki. Umumnya, mereka yang meninggal di gunung kurang memikirkan keselamatan dan terkesan nekat menerjang alam yang tidak bisa ditebak. Berikut ini adalah faktor – faktor mengapa banyak pendaki menjadi korban dari ganasnya gunung.

1. Kurangnya Pengetahuan akan Pendakian
Umumnya, para pendaki pemula kurang begitu mempersiapkan pendakian pertamanya. Alih – alih browsing mencari hal – hal apa saja yang perlu dipersiapkan, mereka malah terkesan nekat dengan membawa peralatan dan logistik seadanya seperti memakai sepatu kats, lupa membawa jas hujan, jaket seadanya, peralatan yang kurang memadai sampai bekal logistik yang seadanya. Kurangnya pengetahuan akan pendakian akan menjadi hal fatal dimana keselamatan pendaki dipertaruhkan. Alam tidak akan mentolerir hal tersebut. Pendaki setidaknya harus memikirkan peralatan, logistik, alam, teman sependakian, pengalaman dan yang lebih penting adalah kesiapan tubuh. Tanpa hal tersebut pendakian akan terasa kurang dan terkesan dipaksakan.

2. Buruknya Manajemen Logistik
Umumnya para pendaki menyepelekan logistik pendakian. Mereka lebih memilih mie instan sebagai logistik yang terkesan simpel dan mudah dimasak. Membawa mie instan bisa dimaklumi bila melihat waktu pendakian yang ringan seperti mendaki Gunung Prau atau Gunung Ungaran yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 3 jam pendakian. Namun jika pendakian lebih berat sangat disarankan untuk membawa bekal makanan berupa beras untuk menanak nasi di gunung. Sebab, tingkat kalori yang dikeluarkan untuk mendaki gunung yang melebihi waktu 5 jam perjalanan pasti membutuhkan tenaga yang besar juga.

Maka dari itu, sebaiknya pendaki bukan hanya memikirkan peralatan saja namun juga mengutamakan pemenuhan kebutuhan asupan gizi dan karbohidrat sesuai takaran pada seberapa lama pendakian akan dilakukan. Dengan begitu diharapkan selama pendakian tidak ada yang namanya kelaparan atau bahkan kekurangan bahan makanan.

3. Hipotermia
Hipotermia menjadi permasalahan klasik dalam pendakian. Bukan rahasia umum kalau pendaki pemula akan merasakan gejala hipotermia apabila kurang persiapan. Dengan bekal nekad dan semangat saja belum cukup untuk mendaki. Para pendaki memerlukan adanya pemahaman akan gunung dan pengalaman.

Sebagai contoh pendakian yang dilakukan pada musim hujan. Pada musim penghujan yang menjadi masalah bukan saat tidur tetapi pada saat perjalanan. Ketika musim hujan wajib hukumnya membawa jas hujan atau mantel yang ditempatkan di tempat yang strategis di cerier yang mudah dijangkau ketika mendadak turun hujan. Kesalaan pendaki pemula biasanya meremehkan hal ini, secara sembarangan menaruh jas hujan yang pada akhirnya kerepotan saat hujan datang dan baju basah karena hujan, baju menjadi lembap dan akhirnya menggigil.

Sedangkan pada musim kemarau suhu akan sangat dingin ketika malam hari, namun tidak perlu khawatir karena jarang ditemui hujan saat musim kemarau kecuali hujan lokal.

4. Salah Penempatan Tenda
Dalam memilih lokasi membuka tenda diperlukan pengetahuan bagian mana tempat yang aman untuk membuka tenda dan bagian mana yang tidak aman. Apabila musim penghujan kamu harus hati – hati dan jeli dalam mencari posisi membuka tenda. Usahakan untuk tidak membuka tenda di puncak, karena apabila hujan resiko tersambar petir sangat besar. Selain itu usahakan tidak membuka tenda di aliran air dan buatlah galiran sebagai lintasan air di sekitar tenda. Untuk lebih lengkapnya kamu bisa membaca artikel memilih tempat membuka tenda.

5. Kurangnya Pemahaman akan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan
Setidaknya dalam satu rombongan diperlukan satu orang yang memiliki pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan. Pertolongan pertama sangat penting pada kecelakaan di gunung sebelum selanjutnya ditangani oleh pihak basecamp. Selain itu wajib hukumnya membawa kotak P3K sebagai alat keselamatan dalam melakukan pendakian.

6. Kurangnya Pemahaman akan Navigasi
Sebelum memutuskan untuk mendaki pastikan ada salah satu dari anggota pendakian yang memahami masalah navigasi. Atau kalau tidak ada, salah satu anggota harus ada yang pernah mendaki gunung tersebut sebelumnya. Dengan hal tersebut diharapkan pendaki tidak tersesat di tengah perjalanan.

7. Kurangnya Koordinasi antar Anggota
Saat mendaki usahakan jangan ada yang menjadi sok cepat atau ketinggalan. Usahakan untuk mengerti sifat satu sama lain. Apabila ada yang kecapekan bisa break sebentar. Jangan sampai meninggalkan teman yang akan berakibat teman yang ditinggal tersebut tersesat. Usahakan untuk kompak dan saling berkoordinasi satu sama lain.

8. Alam
Salah satu yang tidak bisa dihindari adalah faktor alam yang menghambat. Faktor alam tidak bisa ditebak seperti hujan dan kabut. Oleh karena itu, pendaki harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk berhadapan dengan alam yang tidak menentu.

9. Gangguan Mahluk Halus
Bukan rahasia lagi kalau gunung merupakan tempat bagi mahluk halus. Maka dari itu sebelum melakukan pendakian usahakan berdoa dan jangan berbuat tak senonoh seperti berkata kasar. Apabila kamu merasa tersesat dan kamu merasa melewati tempat tersebut berulang kali, diam dan fikirkan dengan tenang. Berfikirlah positif dan jangan sampai anggotamu panik. Berdoa dan carilah jalan keluar dengan tenang.

Perawatan Sendal Gunung

Bagi yang menyukai kegiatan outdoor pasti sudah familiar dengan sandal outdoor. Sandal yang satu ini memang mempunyai keistimewaan tersendiri bila dibandingkan dengan sandal – sandal pada umumnya. Selain memiliki desain yang menarik, ketahanan sandal outdoor juga tidak diragukan lagi. Sandal outdoor dapat digunakan pada berbagai aktifitas baik formal maupun tidak.

Para pendaki biasanya lebih memilih sandal outdoor karena harganya yang murah dengan ketahanan yang cukup. Sandal outdoor umumnya digunakan pada pendakian dengan kesulitan menengah dan dengan medan yang mudah dilalui. Sandal oudoor yang dijual di pasaran umumnya berada pada kisaran harga 100 ribu hingga 250 ribu sesuai merknya. Di Indonesia sendiri, sandal oudoor yang dijual diantaranya Eiger, Rei, Consina, Outdoor, dan lain – lain.

Sandal outdoor bisa bertahan selama bertahun – tahun apabila dilakukan perawatan yang baik. Berikut ini adalah tips – tips bagaimana merawat sandal outdoor.

1. Jangan terlalu sering terkena air
Usahakan sandalmu tetap kering dan hindari terkena air. Air dapat merusak lem yang digunakan sebagai perekat sandal. Apabila kamu beraktifitas yang berhubungan langsung dengan air, setelah selesai aktifitas langsung menjemur sandal tersebut. Jika mencuci sandal usahakan untuk tidak merendam sandal tersebut. Hal ini karena dengan merendam terlalu lama sama saja membiarkan air merusak lem pada sendal.

2. Hindari dari minyak
Selain air, minyak juga dapat mengikis lem dari sandal. Usahakan untuk menjauhkan sandal outdoormu dari cairan minyak seperti minyak tanah, bensin, oli, dll. Sandal akan terasa melar apabila sering terkena minyak.

3. Hindari terkena api
Sandal gunung terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Hindarkan sandalmu dari api yang dapat merusak sandal outdoormu. Demikian tips perawatan sendal outdoor, semoga bermanfaat.
Tips Memilih Tempat Mendirikan Tenda

Tips Memilih Tempat Mendirikan Tenda

Memilih tempat untuk mendirikan tenda bukanlah hal yang gampang. Kita perlu memperhatikan keamanan, kenyamanan, tidak mengganggu orang lain dan hal – hal lain. Maka dari itu diperlukan kemampuan memilih tempat pendirian tenda. Berikut ini adalah tips mengenai memilih tempat pendirian tenda di gunung :

1. Perhatikan potensi bahaya di area pendirian tenda
Yang dimaksud potensi bahaya disini adalah melihat faktor – faktor yang menyebabkan terancamnya anggota pendaki selama mendirikan tenda seperti pohon tua yang rapuh dan akan roboh, sambaran petir, longsor, jalur air, area bebatuan besar, jalur yang dilewati binatang liar dan lain – lain. Sebisa mungkin hindari mendirikan tenda pada tempat tersebut demi kenyamanan kita selama tidur.

2. Pilihlah kontur tanah yang rata
Pilihlah tanah yang rata, tanpa batuan, kerikil atau akar – akar pohon. Dengan memilih tanah yang rata, kita akan merasa nyaman ketika tidur dan tidak merasa sakit ketika bangun tidur. Sedangkan menghindari batu, kerikil dan akar untuk mengantisipasi agar benda - benda tersebut tidak merusak tenda atau bahkan merobek bagian bawah tenda yang akan sangat merepotkan ketika hujan datang.

3. Perhatikan ketinggian tanah sekitar
Dengan melihat ketinggian tanah sekitar kita dapat mengantisipasi ketika hujan datang. Jangan sampai mendirikan tenda di aliran air atau berada tepat di puncak gunung. Dengan menghindari jalur air dimaksudkan agar ketika hujan air tidak mengarah langsung ke tenda. Untuk menghindari hal tersebut kita bisa memilih tempat lain atau membuat parit pembuangan air buatan dengan membuat galian berupa jalan air di sekitar tenda. Sedangkan menghindari bertenda di puncak gunung dikarenakan puncak merupakan sasaran empuk bagi petir. Petir akan menyambar area paling tinggi di sebuah dataran. Sudah banyak orang yang menjadi korban petir bahkan lebih sering korban tersebut meninggal dunia.

4. Hindari mendirikan tenda di jalur pendakian
Mendirikan tenda di jalur pendakian akan sangat mengganggu bagi para pendaki lain. Usahakan agar memilih tempat bertenda diluar jalur pendakian. Selain mengganggu jalan para pendaki lain, bertenda di jalur pendakian akan mengurangi kenyamanan karena akan sering terdengar suara langkah kaki pendaki lain.

5. Perhatikan arah angin
Ketika memilih tempat bertenda usahakan memilih tempat yang tidak terkena hembusan angin secara langsung. Kamu bisa memilih bertenda di dekat semak – semak atau pepohonan yang masih kuat atau dengan berdekatan dengan tenda lain. Tidak jarang angin yang kencang dapat merusak tenda bahkan mematahkan frame tenda. Ketika mendirikan tenda perhatikan arah angin, jangan sampai tendamu mengarah langsung ke arah angin. Dirikan tenda bersebelahan dengan tenda lain. Dirikan tenda membelakangi gunung karena angin lebih sering berhembus dari punggung gunung menuju ke bawah.

6. Perhatikan tenda lain
Jika kamu merupakan orang yang lebih suka mendirikan tenda dengan mengutamakan kenyamanan dan bertenda di tempat yang sepi pilihlah hari selain hari libur (Sabtu dan Minggu). Atau kalaupun terpaksa mendaki pada hari libur dan camp ground sesak dan ramai dengan tenda, pilihlah tempat yang sedikit lebih sepi. Atau jika memang terpaksa mendirikan tenda di keramaian, usahakan memberi jarak dengan tenda lain untuk memberi privasi pada pendaki lain.

7. Hindari merusak vegetasi ketika bertenda
Usahakan untuk tidak merusak apapun yang ada di gunung baik itu berupa vegetasi, fasilitas basecamp, shelter, bebatuan atau bahkan membuat api unggun. Posisikan kamu sebagai tamu yang sedang bertamu di gunung.

8. Hindari jalur hewan liar
Sebisa mungkin hindari membuka tenda di jalur binatang liar seperti babi, ular dan hewan malam lain. Atau bila terpaksa kamu bisa menaburkan garam di sekitar tendamu untuk mengusir ular.

Harga Carrier Eiger Update 2017

Eiger adalah brand lokal terfavorit di kalangan para pendaki. Selain dari kualitasnya yang terbilang bagus harganya juga bagus juga bila dibandingkan dengan merk outdoor lokal lain seperti Consina, Avtech, Cozmeed dan lain - lain. Carrier Eiger tersedia dalam beragam varian dan pastinya dengan produk yang telah teruji ketahanannya. Bahan - bahan yang dipilih dengan apik dan jahitan yang mantap inilah yang membuat carrier Eiger menjadi primadona dan mungkin berada satu kasta dibawah merk Deuter.

Minat pasar akan produk Eiger pun lumayan banyak dengan pembeli setianya yang kebanyakan akan membeli lagi produk Eiger. Berikut ini adalah daftar harga carrier Eiger original


Dynamic 40 L
Rp. 700.000

Appalachia 45 L
Rp. 900.000

Excelcior 45 L
Rp. 950.000

Summiter 40 L
Rp. 680.000

Tour Series 50 L
Rp. 1.700.000

Talus 45 L
Rp. 750.000

Eurasia Cruise 50 L
Rp. 1.150.000

Lavos 5.1 50 L
Rp. 650.000

Nomadic XL 3 Logic 65 L
Rp. 720.000

Excelsior 75+15 Black Borneo
Rp. 1.750.000

Monte Rosa 55 + 5 L
Rp. 950.000

Dyneema 35+5 L
Rp. 650.000

Wonderlust 75 L
Rp. 1.300.000

Dyno 75 L
Rp. 1.250.000
Gigant 100 L
Rp. 1.800.000
Sekian info mengenai harga carrier Eiger terbaru 2017. Semoga bisa menjadi referensi sebelum membeli carrier baik di online shop maupun di gerai resmi Eiger.

Harga Carrier Consina 40 - 90 L Terbaru 2017

Consina dikenal memiliki harga - harga alat pendakian yang terjangkau bila dibandingkan dengan brand Eiger dan Rei. Kekuatan dari alat - alat Consina pun lumayan kuat. Banyak pendaki di Indonesia menggunakan brand ini untuk digunakan baik dalam kegiatan pendakian maupun hanya sekedar traveling. Consina menawarkan warna yang beragam dengan ketahanan yang bisa dibilang cukup kuat. Berikut ini adalah harga - harga carrier consina update tahun 2017.

Carrier 40L

Consina Aguila 40L (Expert Series)
Rp. 675.000

Consina Felatra 40L (Expert Series)
Rp. 750.000

Carrier 50 – 55L

Consina Xtrail 50 L
Rp. 345.000

Consina Alpine 55L
Rp. 505.000

Consina Centurion 50L
Rp. 555.000

Consina Diamond 50L (Expert Series)
Rp. 895.000

Carrier 60-65 L

Consina Bigwall 65 L
Rp. 850.000

Consina Boulder 60L
Rp. 750.000


Consina Nogales 60L
Rp. 895.000

Consina Stronghold 60L
Rp. 880.000

Consina Angelica 60L
Rp. 655.000
Consina Bering 60L
Rp. 570.000

Consina Extra Terrestrial 60L
Rp. 555.000

Consina Outlander 60L
Rp. 675.000

Carrier 70-75L


Consina Alamo Navajo 70L
Rp. 1.475.000


Consina Alpinist 70 + 5 L
Rp. 695.000

Consina Okhotsk 75+10L
Rp. 750.000

Carrier 80 – 85 L

Consina Expedition 80L
Rp. 610.000

Consina Explorer 85L
Rp. 750.000

Carrier 90L
Consina Horseshoe Bend 90L
Rp. 975.000

Itulah beberapa model carrier dari brand Consina semoga bisa memberi pandangan mengenai model dan harga yang kamu inginkan. Kamu bisa membelinya di online shop Consina (shop.consina-adventure.com) atau di gerai Consina terdekat.

Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo

Gunung Kelud merupakan salah satu destinasi wisata di Blitar dan Kediri serta merupakan salah satu gunung aktif di Jawa Timur. Gunung ini terakhir meletus pada tahun 2014. Puncak yang ada saat ini merupakan hasil dari letusan Gunung Kelud pada masa lampau. Kini tersisa 3 puncak di Gunung Kelud diantaranya Puncak Kelud di sisi timur, Puncak Gajah Mungkur di sisi barat dan Puncak Sumbing di sisi selatan. Gunung Kelud berada diantara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang. Terdapat dua jalur pendakian untuk bisa mencapai puncak Kelud diantaranya :
  • via Tulungrejo
  • via Karangrejo
Rute
Untuk sampai di Tulungrejo, perjalanan diawali dari Kota Blitar, ambil arah ke Wlingi. Sampai di Wlingi dilanjutkan ke arah Pasar Semen. Sampai di pertigaan, ambil rute ke kiri dengan jalan menanjak melewati kebun teh dan akan sampai di gapura Desa Tulungrejo. Apabila kamu menemui masjid yang berada di kiri jalan, ambil arah kiri, kemudian ke kanan dan lurus hingga menemukan rumah terakhir (basecamp) sebelum hutan pinus.

Basecamp - Pos 1
Perjalanan diawali melewati hutan pinus berjalan lurus hingga menemui jalur sisi lapangan. Jalur sisi lapangan merupakan jalur masuk hutan pinus dengan rute pendek dan tidak memutar. Sepanjang jalur sudah ada penunjuk jalan. Jalan menuju pos 1 akan menanjak dalam batas wajar melewati punggungan bukit. Jalur teduh dengan pepohonan, semak dan rimbunnya bambu. Tak berselang lama kamu akan sampai di Pos 1.

Pos 1 - Pos 3
Dari Pos 1 jalan akan menanjak menyusuri hutan yang rimbun. Perjalanan menuju Pos 3 akan melewati pohon - pohon besar yang rapat dan lembab ketika hujan. Waspadalah terhadap serangan pacet di hutan gunung ini. Pos 2 tidak begitu jelas karena tidak ditemukan tanda yang menunjukkan adanya Pos 2. Di sepanjang jalan menuju Pos 3 terdapat beberapa jalan landai yang dapat kamu manfaatkan untuk beristirahat.

Pada jalur yang menanjak terdapat tempat terbuka dan dari sini kamu bisa melihat deretan pegunungan Arjuno Welirang. Sepanjang jalan didominasi alang - alang yang akan menutupi jalan. Setelah melewati vegetasi alang - alang, kamu akan sampai di area terbuka yaitu Pos 3. Pos 3 merupakan area yang dapat digunakan sebagai lokasi camp di sepanjang rute pendakian via Tulungrejo. Kamu dapat melihat sunset dari lokasi ini. Didepannya kamu akan melihat deretan pegunungan, sedangkan dari arah timur terlihat Gunung Butak.

Pos 3 - Puncak
Perjalanan dilanjutkan menuju puncak dengan menyusuri ilalang dan menuruni bukit pertama. Perjalanan dilanjutkan dengan menuruni bukit yang cukup curam dan melelahkan, kamu harus hari - hati melewatinya. Alat tebas seperti pisau sangat berguna untuk melewati trek ini.

Setelah turun kamu harus melewati 3 tanjakan dan turunan hingga sampai di batas vegetasi. Jalur didominasi dengan batu - batuan diselingi vegetasi di kanan dan kirinya. Mendekati batas vegetasi jalur mulai terbuka dan kamu akan menemukan sebuah area luas dengan batu - batuan kecil. Untuk sampai di puncak Kelud, jalur sudah jelas yaitu dengan melipir ke tebing sebelah kanan. Saat melipir kamu harus hati - hati karena jalurnya terdiri dari bebatuan dan jurang yang ada di bawahnya.

Untuk sampai di puncak Kelud kamu harus melipir dan terkadang merayap di area berbatu. Sesampainya diatas persimpangan kamu akan menemui area yang cukup luas dan memanjang. Jalur yang kamu ambil yaitu ke kanan atau ke kiri. Jalur untuk ke puncak adalah ke kiri sedangkan apabila ke kanan kamu akan sampai di bibir kawah Gunung Kelud. Untuk sampai di puncak Kelud hanya perlu melewati dua tanjakan dengan estimasi waktu 10 menit. Di puncak Kelud kamu akan bisa menikmati pemandangan kawah Gunung Kelud.

Tips mendaki Gunung Kelud via Tulungrejo
  1. Bawa air secukupnya karena disepanjang jalur tidak terdapat sumber air.
  2. Gunakan gaiters untuk menghindari serangan pacet disepanjang jalur pendakian Pos 1 hingga Pos 3
  3. Meskipun cuaca tidak hujan, tetap pakai jas hujan di sepanjang pos 3 hingga batas vegetasi karena saat menyusuri vegetasi celanamu akan basah oleh kabut pagi.
  4. Bawa minyak ant gatal untuk jaga - jaga dari serangan nyamuk da ulat bulu
  5. Waspada terhadap tikus hutan yang muncul di Pos 3 saat perang
  6. Bawalah alat tebas untuk melewati vegetasi hutan
Estimasi pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo
  • Basecamp - Pos 1 (1 Jam 20 Menit)
  • Pos 1 – Pos 3 (1 Jam 50 Menit)
  • Pos 3 – Batas Vegetasi (40 Menit)
  • Batas Vegetasi – Puncak (30 Menit)

Kata - kata yang sering diucapkan para pendaki

Seringkali bagi para pendaki pemula selalu mengeluhkan kegiatan pendakian. Adalah tugas para senior untuk tetap menyemangati para pendaki pemula agar tetap semangat hingga sampai ke pos pendakian untuk beristirahat. Seringkali kata – kata tersebut hanya sekedar “penyemangat” dan dalam realitanya sangat berbeda atau bisa dikatakan hanya hoax agar para pendaki pemula tetap bersemangat. Namun dibalik hal tersebut, kata – kata tersebutlah yang selama ini menjadi kata – kata yang penyemangat untuk tetap berjuang sampai di puncak gunung. Berikut ini adala kata – kata para pendaki untuk menyemangati dalam kegiatan pendakian

1. Ayo semangat bentar lagi puncak / pos istirahat
Seringkali para pendaki berkata demikian, namun nyatanya puncak atau pos masih jauh dan terasa tidak sampai – sampai. Untuk pendaki pemula sabara saja, itu hanya kata – kata penyemangat agar tetap berjalan haha.

2. Dua belokan lagi sampai kok
Ya memang dua belokan, karena belokan itu memang ada dua, kanan dan kiri. Jadi ini termasuk hanya lelucon saja biar tetep semangat.

3. Ayo mas / mba pos atau bonus ada di depan
Ya iyalah pos ada di depan, kalo pos di belakang ya itu pos yang sudah dilewati. Ada yang bilang juga dua pos lagi adalah pos terakhir tapi nyatanya masih banyak pos – pos di belakangnya.

4. Ayo mas / mba puncak ada di atas tuh diatas udah keliatan banyak tenda
Ya emang bener puncak ada diatas, kalo puncak ada di bawah ya nyungseb. Ini nih yang namanya bohong untuk kebaikan. Terlebih ada yang pernah bilang diatas ada indomaret hehe.

5. Puncak 10 menit lagi
Tanya : "Pos 2 masih berapa menit kak",
Jawab : "masih 10 menit lagi, ayo semangat".
Kata – kata ini sering disebutkan tapi 10 menit berjalan belum sampe, 10 menit lagi belum sampai dan pada akhirnya 1 jam baru sampai di tempat. Hehe.